Pemerintah Sudah Teken Kontrak Penerbangan Haji dengan Garuda-Saudia
Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026). (Dok. TVR Parlemen)
16:22
21 Januari 2026

Pemerintah Sudah Teken Kontrak Penerbangan Haji dengan Garuda-Saudia

Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menjelaskan sejumlah perkembangan layanan haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).

Ia menyampaikan, pemerintah telah menandatangani kontrak penerbangan haji dengan maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines yang akan mengangkat jemaah dari dan menuju Tanah Suci.

"Penyiapan penerbangan telah sampai pada tahapan penandatanganan kontrak. Maskapai Garuda telah melakukan kontrak pada tanggal 17 Desember 2025, maskapai Saudi pada tanggal 23 Desember 2025," kata Irfan Yusuf, Rabu.

Ia memerinci, Garuda Indonesia akan melayani jemaah haji Banjarmasin, Kualanamu, Padang, Solo, Jogja, Balikpapan, Ujung Pandang, Lombok, dan BTN Banten serta sebagian Jakarta-Cengkareng.

Sementara Saudi Arabian Airlines melayani jemaah di Batam, Jakarta-Bekasi, Kertajati, Palembang, Surabaya, dan sebagian Jakarta Cengkareng.

Sementara itu terkait biaya operasional ibadah haji, BPKH sudah mentransfer dana sebesar Rp 11,57 triliun atau sebesar 63,8 persen dari jumlah permintaan BPIH tahun 2026 yang sebesar Rp 18,21 triliun.

Pemerintah pun sudah mentransfer biaya untuk tenda hingga paket pelayanan Masyair.

"Pemerintah telah melakukan transfer untuk pembayaran tenda, paket layanan Masyair, dan sebagian hotel, konsumsi, transportasi sebesar 2,2 miliar Saudi Riyal. Tenggat waktu pembayarannya 20 Januari 2026 kemarin," ucap Irfan.

Ia melanjutkan, persiapan akomodasi, konsumsi, dan transportasi di Arab Saudi telah berlangsung dari tanggal 27 November 2025.

Irfan menjabarkan, 178 hotel akan digunakan untuk akomodasi jemaah haji reguler di Mekkah.

Hotel tersebut tersebar dalam wilayah Misfalah 29,56 persen, Syisyah 27,20 persen, Raudhah 22,60 persen, Jarwal 10,30 persen, dan lainnya 10,30 persen.

"Sementara di Madinah ada 3 wilayah: Markaziyah Shamaliyah 49,67 persen, Markaziyah Gharbiyah 36,72 persen, dan Markaziyah Janubiyah 13,61 persen," bebernya.

Adapun konsumsi yang diterima oleh jemaah haji selama berada di Mekkah maksimal 84 kali, dengan rincian 78 kali makan fresh meal dan 6 kali makan ready to eat pada tanggal 7, 8, dan 13 Dzulhijjah.

Makanan ini akan dilayani oleh 52 dapur.

Sementara di Madinah, jemaah haji akan dilayani oleh 23 dapur dengan maksimal 27 kali makan.

"Progres penyediaan konsumsi bagi jemaah haji telah masuk dalam proses input dan pembayaran, sementara progres untuk manual untuk 52 dapur Mekkah dan 23 Madinah telah selesai dilaksanakan," kata Gus Irfan.

Tag:  #pemerintah #sudah #teken #kontrak #penerbangan #haji #dengan #garuda #saudia

KOMENTAR