Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
Foto sebagai ILUSTRASI tanah ambles: Kondisi tanah ambles di Gedung Serba Guna di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. [Suara.com/Ari Welianto]
19:16
11 Januari 2026

Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik

Baca 10 detik
  • BPBD DIY akan bekerja sama dengan BPPTKG melakukan uji geolistrik di lokasi tanah ambles Gunungkidul pada Januari 2026.
  • Tanah ambles di Girikarto, Panggang terjadi Rabu (7/1/2026) setelah hujan, berdampak pada satu keluarga yang mengungsi sementara.
  • Uji geolistrik ini bertujuan memetakan rongga bawah tanah sebagai dasar penentuan langkah evakuasi atau relokasi jika membahayakan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) segera melakukan langkah mitigasi lanjutan terkait fenomena tanah ambles (sinkhole) yang terjadi di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.

BPBD DIY akan menggandeng Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta untuk melakukan uji geolistrik di lokasi tersebut dalam waktu dekat.

Langkah ini diambil guna memetakan kondisi rongga bawah tanah secara akurat demi keselamatan warga yang berada di sekitar

Adapun tanah ambles itu dilaporkan terjadi pada Rabu (7/1/2026) kemarin.

Satu keluarga terdampak dan bahkan terpaksa harus mengosongkan rumah karena kondisi yang tak memungkinkan untuk ditempati sementara waktu.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryanta menuturkan bahwa uji geolistrik krusial dilakukan mengingat karakteristik geologis Gunungkidul yang cukup unik. Wilayah ini dikenal memiliki banyak aliran sungai bawah tanah dan rongga gua kapur (karst).

"Kami akan tindak lanjuti dengan uji geolistrik, karena dengan uji geolistrik, kita bisa memastikan rongganya itu kedalaman berapa, kemudian lebarnya berapa," kata Ruruh saat dihubungi, Minggu (11/1/2026).

Disampaikan Ruruu, insiden tanah ambles di Girikarto itu dilaporkan terjadi usai intensitas hujan yang mulai meningkat beberapa waktu lalu.

Mendapat laporan itu, BPBD DIY bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops telah melakukan asesmen awal sehari setelah kejadian. Namun, asesmen visual saja dinilai belum cukup untuk menyimpulkan tingkat keamanan jangka panjang.

Menurut Ruruh, hasil uji geolistrik nantinya akan menjadi dasar pengambilan keputusan strategis.

Jika hasil pemindaian menunjukkan rongga yang terlalu lebar dan dalam apalagi berpotensi meluas ke area permukiman, maka langkah evakuasi atau relokasi mungkin diperlukan.

"Kalau dari hasil uji geolistrik itu memang membahayakan bagi masyarakat atau penduduk yang bermukim di situ, ya kita akan lakukan antisipasi bersama-sama dengan BPBD Kabupaten Gunungkidul," ujarnya.

Apalagi dia menyebut kejadian tanah ambles di Gunungkidul bukan sekali dua kali ini saja. Maka dari itu pemeriksaan menyeluruh penting dilakukan.

"Ya, kalau di situ kan memang sebenarnya sudah sering terjadi ya apa semacam amblesan gitu," imbuhnya.

Pelibatan BPPTKG dalam hal ini pun bukan tanpa alasan. Ruruh menilai BPPTKG memiliki peralatan canggih dan keahlian mumpuni untuk melakukan pemetaan itu.

"Kita beruntung punya BPPTKG. Selain mengurusi erupsi Merapi, mereka memiliki alat-alat yang cukup andal. Termasuk kemarin (saat) longsoran di Makam Imogiri, itu juga kita mintakan uji terkait potensi longsor di sana," tambahnya.

Selain fokus pada sinkhole di Panggang, BPBD DIY juga memperingatkan potensi bencana hidrometeorologi lainnya seperti tanah longsor di perbukitan Kulon Progo, Bantul (Imogiri), dan Gunungkidul.

Hal itu seiring dengan prediksi puncak musim hujan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Februari 2026 mendatang.

Status Siaga Darurat Hidrometeorologi di DIY pun telah diperpanjang hingga awal Maret 2026 sebagai langkah antisipatif pemerintah daerah.

Editor: Bangun Santoso

Tag:  #antisipasi #risiko #perluasan #tanah #ambles #panggang #gunungkidul #segera #diuji #geolistrik

KOMENTAR