Kunjungi Desa di Aceh Utara, Mendagri Serahkan Bantuan ke Korban Banjir
Mendagri Tito Karnavian di Aceh Utara(Puspen Kemendagri)
15:42
31 Desember 2025

Kunjungi Desa di Aceh Utara, Mendagri Serahkan Bantuan ke Korban Banjir

- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengunjungi desa yang terdampak banjir di Aceh Utara dan menyalurkan bantuan untuk para korban bencana.

Berdasarkan siaran pers Pusat Penerangan (Puspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (31/12/2025), desa yang dikunjungi Tito adalah Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Dia datang ke lokasi ini usai mengikuti Rapat Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana bersama anggota DPR di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025).

Puspen Kemendagri menyampaikan kedatangan Tito disambut antusias para pengungsi di kawasan tersebut.

Dia menyerahkan bantuan dari keluarga besar Kemendagri, terdiri atas bahan makanan pokok, makanan cepat saji, pakaian, perlengkapan sekolah, hingga perlengkapan pribadi wanita.

Mendagri juga berdialog dengan masyarakat setempat serta memberikan dukungan moril agar mereka dapat pulih lebih cepat

Mendagri: Prabowo akan datang ke Aceh

Presiden Prabowo Subianto akan kembali mengunjungi Provinsi Aceh.

“Kami datang ke sini atas perintah dari Bapak Presiden. Bapak Presiden sendiri besok insyaallah akan datang ke Aceh, ke Bener Meriah, setelah itu beliau akan ke Aceh Tamiang,” ujar Mendagri dalam peninjauan tersebut, Selasa (30/12/2025).

Sebagaimana diberitakan Kompas.com, saat ini Prabowo sudah mendarat di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Tito menjelaskan bahwa pemerintah terus mempercepat pemulihan pascabencana.

Tito menyebut kondisi pemulihan secara bertahap berjalan dengan baik, terlihat dari mulai bergeraknya perekonomian masyarakat di sejumlah titik.

Mendagri Tito Karnavian di Aceh UtaraPuspen Kemendagri Mendagri Tito Karnavian di Aceh Utara

Pendataan untuk huntap, huntara, dan bantuan uang

Pemerintah juga terus memaksimalkan pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak.

Untuk kerusakan hunian berat hingga hilang akan ditangani melalui pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), sedangkan kerusakan ringan dan sedang akan diberikan bantuan uang.

Oleh karena itu, data yang akurat menjadi kunci dalam mendukung realisasi kebijakan tersebut.

“Mengenai masalah data, jangan menunggu datanya sampai selesai semua. Karena kita berhitung hari, berhitung jam. Jadi, kalau dapat data, buat aja namanya data gelombang pertama. Jadi, sekian rumah yang rusak ringan, sedang, berat gelombang pertama. Itu masih bisa diperbaiki lagi,” tambah Mendagri.

Mendagri Tito Karnavian di Aceh UtaraPuspen Kemendagri Mendagri Tito Karnavian di Aceh Utara

Ia menegaskan, kecepatan pendataan rumah yang rusak dan hilang oleh pemerintah daerah (Pemda) sangat diperlukan agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat segera membayarkan dana bantuan bagi warga yang rumahnya rusak ringan dan sedang.

Selain itu, data ini juga untuk mendukung penyiapan jumlah huntara dan huntap bagi yang rumahnya rusak berat atau hilang.

Data ini juga berguna bagi Kementerian Sosial menyalurkan dana bantuan berupa uang lauk pauk Rp 15 ribu per orang per hari, bantuan isi rumah Rp 3 juta, dan bantuan pemberdayaan ekonomi Rp 5 juta per keluarga.

Upaya solusi untuk bendungan rusak

Berikutnya, Tito akan melaporkan kepada Presiden Prabowo dan jajaran menteri di Kabinet Merah Putih aspirasi terkait perbaikan bendungan di Kabupaten Aceh Utara yang berperan vital bagi irigasi dan sistem pertanian setempat.

Data bendungan dan irigasi yang rusak akan segera disampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum untuk diperbaiki. Sementara data sawah dan kebun yang rusak disampaikan kepada Menteri Pertanian untuk dipulihkan lahan sawah dan kebun tersebut.

“Jadi nanti semua data kita akan sampaikan, termasuk utamanya adalah satu, masalah bendungan tadi. Karena ini sangat vital mengairi sawah yang lain,” tandas Mendagri.

Tag:  #kunjungi #desa #aceh #utara #mendagri #serahkan #bantuan #korban #banjir

KOMENTAR