5 Mitos Seputar Shio yang Masih Banyak Disalahpahami
Dewa Rezeki memberi hadiah kepada anak-anak yang datang dalam acara rangkaian Tahun Baru Imlek 2026 di Pakuwon Mall Surabaya, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026) sore.(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
12:35
25 Februari 2026

5 Mitos Seputar Shio yang Masih Banyak Disalahpahami

- Shio atau zodiak China telah menjadi bagian penting dari budaya dan kepercayaan masyarakat Asia selama ribuan tahun. 

Sistem ini mengaitkan tahun kelahiran dengan 12 hewan yang dipercaya memengaruhi karakter, peruntungan, hingga kecocokan seseorang. 

Namun, di balik popularitasnya, ada banyak mitos seputar shio yang kerap disalahpahami dan diterima begitu saja tanpa pemahaman mendalam.

Berikut ini sejumlah mitos seputar shio yang masih sering dipercaya, seperti dilansir Times of India, Rabu (25/2/2026).

Baca juga: Ini Arti Shio Kuda Api di Tahun 2026 dan Pengaruhnya

5 Mitos seputar shio yang sering disalahpahami

1. Mitos perlombaan besar penentu urutan shio

Salah satu mitos paling terkenal dalam astrologi China adalah kisah perlombaan besar yang diadakan oleh Kaisar Giok. 

Dalam legenda ini, seluruh hewan berlomba menyeberangi sungai, dan urutan kedatangan mereka menentukan posisi dalam shio.

Mitos ini kerap dianggap sebagai kisah sejarah yang benar-benar terjadi. Padahal, para ahli menyebut cerita tersebut lebih bersifat alegori budaya.

Cerita perlombaan shio adalah simbol naratif untuk membantu masyarakat mengingat urutan hewan dan sifat yang melekat pada masing-masing shio, bukan peristiwa faktual.

Legenda ini digunakan sebagai media pengajaran nilai-nilai seperti kecerdikan, ketekunan, dan kerja sama, bukan sebagai catatan sejarah literal.

Baca juga: Karakteristik 12 Shio dalam Astrologi China, dari Tikus hingga Babi

2. Shio menentukan nasib seseorang sepenuhnya

Banyak orang percaya bahwa shio menentukan takdir hidup secara mutlak, mulai dari karier, asmara, hingga kesuksesan finansial. Ini menjadi salah satu mitos yang paling melekat di masyarakat.

Dalam praktik astrologi China, shio memang dianggap memengaruhi kecenderungan karakter, tetapi bukan satu-satunya faktor penentu hidup seseorang.

Shio lebih berfungsi sebagai panduan untuk memahami sifat dasar dan potensi seseorang, bukan alat untuk meramal nasib secara absolut. 

Faktor lain seperti elemen kelahiran, lingkungan, pendidikan, dan pilihan hidup tetap memegang peranan besar dalam perjalanan hidup individu.

Baca juga: 7 Pasangan Shio yang Paling Langgeng Menurut Astrologi Tiongkok

Pengunjung melintas di depan lapak penjual pernak-pernik Imlek di kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, Minggu (15/2/2026). Tiap tahun menjelang Imlek kawasan Pecinan Glodok selalu dipadati pengunjung karena menjadi titik pusat jual beli pernak-pernik Imlek.KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Pengunjung melintas di depan lapak penjual pernak-pernik Imlek di kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, Minggu (15/2/2026). Tiap tahun menjelang Imlek kawasan Pecinan Glodok selalu dipadati pengunjung karena menjadi titik pusat jual beli pernak-pernik Imlek.

3. Semua orang dengan shio yang sama memiliki kepribadian identik

Mitos lain yang kerap dipercaya adalah anggapan bahwa orang-orang dengan shio yang sama pasti memiliki karakter yang serupa. 

Misalnya, semua pemilik shio Naga dianggap ambisius atau semua shio Kelinci dianggap lembut.

Padahal, astrologi China sendiri mengenal kombinasi yang jauh lebih kompleks, seperti pengaruh lima elemen (kayu, api, tanah, logam, dan air) serta jam dan bulan kelahiran.

Dua orang dengan shio yang sama bisa sangat berbeda karena dipengaruhi oleh elemen dan siklus waktu kelahiran yang tidak sama. Artinya, shio hanyalah satu lapisan dari keseluruhan sistem astrologi China.

Baca juga: Hari Paling Romantis 2026 untuk Setiap Zodiak Menurut Astrologi, Kapan Saja?

4. Hewan shio dipilih secara acak

Sebagian orang mengira 12 hewan dalam shio dipilih secara acak atau hanya berdasarkan popularitas hewan tertentu di masa lalu. Faktanya, pemilihan hewan shio sarat dengan simbolisme.

Setiap hewan mewakili sifat yang dianggap penting dalam kehidupan manusia. Tikus melambangkan kecerdikan, Kerbau melambangkan ketekunan, Harimau melambangkan keberanian, hingga Babi yang melambangkan kemakmuran.

Pemilihan hewan dalam shio mencerminkan nilai-nilai yang dihargai masyarakat agraris China kuno, bukan sekadar pilihan tanpa makna.

Baca juga: Mengenal Sifat Zodiak Elemen Air, Intuitif dan Penuh Empati

5. Shio hanya soal ramalan keberuntungan

Mitos terakhir adalah anggapan bahwa shio semata-mata digunakan untuk meramal keberuntungan atau kesialan tahunan. Padahal, fungsi shio jauh lebih luas.

Dalam tradisi China, shio juga digunakan sebagai alat refleksi diri, memahami dinamika hubungan, serta menjaga keseimbangan hidup sesuai prinsip harmoni alam.

Astrologi China menekankan bahwa ketika satu energi menguat, energi lain melemah, sehingga manusia diajak untuk hidup selaras, bukan sekadar mengejar keberuntungan semata.

Mitos seputar shio memang menarik dan kaya akan cerita, tetapi penting untuk memahaminya secara proporsional. 

Shio bukanlah penentu nasib mutlak, melainkan cerminan filosofi hidup, simbol budaya, dan alat refleksi diri yang diwariskan turun-temurun.

Dengan memahami makna di balik mitos-mitos tersebut, shio dapat dipandang sebagai kearifan budaya, bukan sekadar ramalan.

Baca juga: Unik, Draco Malfoy hingga Kuda Menangis Jadi Simbol Imlek 2026

Tag:  #mitos #seputar #shio #yang #masih #banyak #disalahpahami

KOMENTAR