Darurat Bencana di Sumut, Badan Gizi Nasional Ubah Dapur MBG Jadi Dapur Umum
- Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk mengubah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Utara (Sumut) menjadi dapur umum.
Keputusan itu diambil menyikapi situasi darurat yang terjadi pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda daerah tersebut.
Langkah cepat diambil oleh BGN lantaran saat ini sekolah-sekolah di Sumut terdampak bencana. Sehingga para pelajar libur untuk sementara waktu.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejauh ini Sumut merupakan daerah terdampak paling parah. Jumlah korban jiwa mencapai 116 orang.
”Karena bencana banjir, maka sekolah di wilayah yang terdampak kemudian diliburkan, karena itu penerima manfaat MBG kemudian dialihkan kepada masyarakat terdampak,” ungkap Kepala Kantor Regional BGN Sumut KR Agung Kurniawan dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (29/11).
Menurut Agung, secara keseluruhan ada 38 SPPG di Kota Medan. Dari 48 SPPG tersebut, sudah terdistribusi 55 ribu paket makanan. Kemudian di Kota Padangsidimpuan terdapat 4 SPPG yang sudah mendistribusikan 10 ribu paket makanan.
”Kota Tebing Tinggi dengan 13 SPPG mendistribusikan 45 ribu paket makanan,” terang dia.
Lebih lanjut, Agung menyampaikan bahwa di Kabupaten Tapanuli Utara ada 5 SPPG yang mendistribusikan 9 ribu paket makanan.
Lalu ada 28 SPPG di Kabupaten Serdang Bedagai mendistribusikan 12 ribu paket makanan, 11 SPPG di Kabupaten Langkat mendistribusikan 32 ribu paket makanan, dan 3 SPPG di Kota Sibolga mendistribusikan 7.000 paket makanan.
Di Kabupaten Tapanuli Selatan, 3 SPPG mendistribusikan 7 ribu paket makanan. Di Kabupaten Mandailing Natal, 10 SPPG mengirimkan 13 ribu paket menu kering dan menu basah untuk wilayah terdampak banjir.
”Sementara di Kabupaten Deli Serdang, dengan 54 SPPG yang telah beroperasi, mendistribusikan 100 ribu porsi paket menu basah dan menu kering,” jelas Agung.
Secara keseluruhan, di 10 kabupaten dan kota di Sumut ada 179 SPPG di wilayah terdampak banjir yang mendistribusikan 290 ribu porsi makanan.
Agung memastikan seluruh koordinator wilayah SPPG yang membawahi kabupaten dan kota hadir di garda terdepan dalam membantu penanggulangan bencana di Sumut.
Menurut Agung, tantangan yang dihadapi hanya distribusi bantuan ke lokasi terdampak bencana. Sebab, ada beberapa lokasi yang sulit diakses.
Selain itu, akses terhadap bahan baku, listrik, dan jaringan internet untuk berkomunikasi juga turut menjadi kendala.
Bahkan di Kepulauan Nias yang terdiri atas 4 Kabupaten dan 1 Kota juga terdampak bencana. Sehingga operasional beberapa SPPG berhenti karena Pelabuhan Sibolga tutup.
Dalam kondisi bencana yang melanda Aceh dan Sumut, SPPG dituntut untuk dapat beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu. Padahal, belum ada mekanisme operasi SPPG pada akhir pekan.
”Namun kami telah mendapat petunjuk dari pimpinan BGN untuk tetap beroperasi pada hari libur,” imbuhnya.
Tag: #darurat #bencana #sumut #badan #gizi #nasional #ubah #dapur #jadi #dapur #umum