Desa Wisata Kampung Prai Ijing NTT Raih Penghargaan Wisata Berkelanjutan
Ilustrasi Desa Wisata Tebara atau Desa Wisata Kampung Prai Ijing di Nusa Tenggara Timur yang masuk 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.(Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
11:07
2 Februari 2026

Desa Wisata Kampung Prai Ijing NTT Raih Penghargaan Wisata Berkelanjutan

Desa Wisata Kampung Prai Ijing (Tebara), Suma Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) meraih penghargaan wisata berkelanjutan yakni ASEAN Sustainable Tourism Award dalam ajang ASEAN Tourism Awards (ATA) 2026.

Ajang ini diselenggarakanoleh ASEAN Tourism Forum di Cebu, Filipina pada Jumat (30/1/2026).

"Kami bangga atas pencapaian Desa Bakti BCA yakni Desa Wisata Kampung Prai Ijing Tebara yang telah menyabet gelar ASEAN Tourism Sustainable Awards - Rural Product di ASEAN Tourism Awards yang bergengsi ini atas keunikan kain tenun Sumba Prai Ijing."

Pernyataan tersebut disampaikan EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn dalam siaran resmi, dikutip Senin (2/2/2026).

Capaian ini, sambung Hera, kembali menunjukkan potensi yang sangat besar yang dimiliki desa-desa wisata Indonesia sebagai pariwisata berkelanjutan yang unggul. 

"Bakti BCA, melalui program UMKM dan Desa Bakti BCA, berkomitmen untuk semakin mendorong usaha komunitas masyarakat desa dan UMKM untuk terus berkembang, sehingga dapat memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat," kata Hera.

Untuk diketahui, ASEAN Tourism Awards (ATA) merupakan ajang penghargaan yang ditujukan untuk memberikan apresiasi bagi pelaku pariwisata di negara-negara ASEAN. 

Ajang ATA 2026 diadakan dalam rangkaian ASEAN Tourism Forum (ATF), yang merupakan bagian dari upaya negara-negara ASEAN untuk mempromosikan wilayah ASEAN sebagai tujuan wisata bagi wisatawan, baik di dalam maupun di luar kawasan ASEAN.

Daya tarik Desa Wisata Kampung Prai Ijing

Desa Wisata Kampung Prai Ijing merupakan desa wisata yang dikenal dengan arsitektur tradisional yang unik dan adat kepercayaan Marapu.

Desa wisata yang terletak di atas bukit ini juga masih menjaga budaya tenun. Budaya tersebut menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk melihat proses menenun.

Tidak hanya itu, budaya tenun ini juga turut menjadi penggerak perekonomiaan lokal dengan penjualan ragam produk tenun Sumba bagi wisatawan yang berkunjung.

Baca juga: Bukit Galu Watu Sumba Barat, Bisa Lihat Muara hingga Samudera Hindia

Semangat Prai Ijing dalam menjunjung budaya Sumba tersebut mendapatkan apresiasi di tingkat internasional melalui penghargaan ASEAN Tourism Sustainable Awards untuk kategori Rural Product. 

Menambahkan dari laman resmi Jadesta, Wisata Budaya Kampung Adat Prai Ijng ini juga punya objek wisata alam yang menawan.

Di antaranya ada:  Danau alami Weeboro, Bukit Pangadu, Bukit Wee Padenang, serta Bukit Ngadu Bonnu yang memiliki view menarik ke arah Samudera Hindia di Selatan.

Baca juga: Keunikan Tradisi Menangkap “Nyale” dan Pasola di Sumba Barat

Hera menjelaskan, Program UMKM dan Desa Bakti BCA merupakan program pendampingan menyeluruh kepada 28 Desa Bakti BCA yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. 

Inisiatif Desa Bakti BCA ini, katanya, menjunjung dua tujuan utama, yaitu peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan perluasan akses pasar.

Adapun kegiatan yang dilakukan di desa wisata seperti penguatan atraksi wisata, pengelolaan layanan, pembekalan literasi keuangan, familiarization trip, hingga pemberdayaan UMKM lokal.

Harapannya, dapat mendukung usaha komunitas yang berkelanjutan dan berkontribusi pada perekonomian warga lokal.

“Kami berharap kontribusi Desa Bakti BCA dapat mendorong desa-desa wisata lain di Indonesia dalam meraih potensi optimalnya, dalam menyelenggarakan destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, seperti halnya yang diraih Desa Wisata Kampung Prai Ijing Tebara ini,” ujar Hera.

Tag:  #desa #wisata #kampung #prai #ijing #raih #penghargaan #wisata #berkelanjutan

KOMENTAR