Program School to Work, Persiapkan Lulusan SMK di Surabaya Masuk Dunia Kerja
Ilustrasi para siswa SMK di Surabaya dipersiapkan untuk program School to Work. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
01:27
6 April 2025

Program School to Work, Persiapkan Lulusan SMK di Surabaya Masuk Dunia Kerja

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus dipersiapkan agar lebih cepat terserap ke dunia industri.

Salah satu langkah yang tengah dirancang pemerintah adalah program School to Work, yang mengusung konsep perpanjangan masa belajar selama satu tahun dengan kombinasi magang di perusahaan dan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).

Tujuannya jelas, memastikan alumni SMK memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Meski masih dalam tahap perencanaan, beberapa sekolah di Surabaya seperti SMKN 2 dan SMKN 1 sudah memiliki program serupa yang membantu siswa memasuki dunia kerja dengan lebih percaya diri.

Di SMKN 2 Surabaya, program School to Work dalam bentuk perpanjangan masa belajar satu tahun belum resmi diterapkan. "Kemungkinan baru akan dijalankan mulai tahun ajaran baru nanti," kata Dian Oktaviana, Humas SMKN 2 Surabaya kepada JawaPos.com. 

Namun, sekolah ini sudah lama bekerja sama dengan BLK untuk memberikan pelatihan tambahan bagi para lulusannya. Mereka yang belum mendapatkan pekerjaan bisa mengikuti pelatihan di BLK, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta. “Misalnya di bidang pengelasan, ada pelatihan selama satu bulan di BLK, lalu magang di perusahaan selama dua hingga tiga bulan. Setelah itu, harapannya mereka bisa langsung direkrut,” jelas Dian.

Tahun lalu, 18 lulusan SMKN 2 mengikuti program ini, dengan rincian: delapan siswa di bidang pengelasan (welding), dua siswa HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning), enam siswa mekanik sepeda motor, dan dua siswa di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Hasilnya cukup menggembirakan, dengan 81 persen lulusan langsung mendapatkan pekerjaan, sementara sisanya memilih untuk melanjutkan kuliah atau berwirausaha.

Selain itu, SMKN 2 juga membuka peluang bagi siswanya untuk bekerja di luar negeri dengan menggandeng BP2MI dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Tahun lalu, 10 siswa menjalani pelatihan kerja ke luar negeri, bahkan satu di antaranya sudah diberangkatkan ke Jepang setelah lolos seleksi dan mendapatkan sertifikat N4.

Di sisi lain, SMKN 1 Surabaya juga belum menerapkan skema perpanjangan masa belajar menjadi empat tahun. Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 1, Siswantiningrum, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada arahan resmi terkait program tersebut. “Kami masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah. Jika memang diwajibkan, tentu kami siap menyesuaikan,” ujarnya.

Meski begitu, sekolah ini telah memiliki program magang yang cukup panjang, yakni enam bulan di kelas 12. Magang ini merupakan bagian dari kurikulum sekolah dan berbeda dari pelatihan di BLK, yang umumnya ditujukan bagi alumni atau siswa yang masih mencari pekerjaan setelah lulus.

Namun, program BLK belum terlalu diminati oleh lulusan SMKN 1 karena keterbatasan jurusan yang tersedia. “Sebagian besar program BLK lebih banyak untuk bidang teknik, seperti kendaraan ringan, kendaraan berat, pengelasan, dan AC. Sementara mayoritas siswa kami berasal dari jurusan bisnis dan manajemen, yang belum banyak mendapatkan opsi pelatihan di BLK,” jelas Siswantiningrum.

Dari segi penyerapan kerja, sekitar 56,5 persen lulusan SMKN 1 langsung mendapatkan pekerjaan. Namun, prosesnya tidak selalu instan. “Berdasarkan data tahun lalu, dalam bulan pertama setelah lulus, hanya sekitar 50 orang yang melaporkan sudah bekerja. Namun, jumlah itu terus bertambah seiring waktu,” tambahnya. Selain bekerja, sebagian lulusan memilih melanjutkan pendidikan atau berwirausaha.

Baik SMKN 2 maupun SMKN 1 Surabaya siap mengikuti arahan pemerintah terkait School to Work jika nantinya benar-benar diterapkan. Dengan adanya skema yang lebih jelas, diharapkan semua lulusan SMK bisa langsung terserap ke dunia industri sesuai dengan keahlian mereka. “Harapannya, tidak ada lagi lulusan SMK yang menganggur. Semua harus bisa terserap di dunia kerja atau memiliki keterampilan untuk berwirausaha,” tutur Dian. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan

Tag:  #program #school #work #persiapkan #lulusan #surabaya #masuk #dunia #kerja

KOMENTAR