Orang yang Selalu Tenang dan Percaya Diri dalam Perselisihan Cenderung Menggunakan 8 Kiat Bahasa Tubuh Ini Menurut Psikologi
ilustrasi seseorang yang senang menggunakan baju band. (freepik)
14:16
5 Desember 2024

Orang yang Selalu Tenang dan Percaya Diri dalam Perselisihan Cenderung Menggunakan 8 Kiat Bahasa Tubuh Ini Menurut Psikologi

 

Dalam situasi perselisihan atau konflik, tidak semua orang mampu menjaga ketenangan dan kepercayaan diri.

Namun, individu yang terampil dalam mengelola emosi dan memahami dinamika interpersonal sering kali menggunakan bahasa tubuh tertentu untuk menunjukkan kekuatan, pengendalian diri, dan rasa hormat kepada lawan bicaranya.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (5/12), terdapat delapan kiat bahasa tubuh yang umum digunakan oleh orang yang tenang dan percaya diri dalam menghadapi perselisihan.

1. Menjaga Kontak Mata yang Stabil

Kontak mata yang konsisten mencerminkan kepercayaan diri dan menunjukkan bahwa seseorang mendengarkan secara aktif.

Namun, kontak mata ini tidak berarti menatap dengan intens hingga terasa mengintimidasi.

Orang yang percaya diri biasanya mempertahankan kontak mata yang santai dan alami.

Hal ini menciptakan kesan bahwa mereka terbuka terhadap dialog dan tidak merasa terancam oleh situasi tersebut.

Kontak mata yang stabil membantu menciptakan hubungan emosional dengan lawan bicara dan menunjukkan bahwa Anda hadir sepenuhnya dalam percakapan.

2. Postur Tubuh Tegap dan Santai

Postur tubuh yang tegap tetapi tidak kaku menunjukkan rasa percaya diri yang alami.

Bahu yang rileks dan dada sedikit terbuka memberikan kesan bahwa seseorang merasa nyaman dengan dirinya sendiri dan situasi yang dihadapi.

Menyilangkan tangan di dada atau membungkuk bisa memberikan kesan defensif atau kurang percaya diri.

3. Mengontrol Gerakan Tangan dengan Bijak

Orang yang tenang dan percaya diri cenderung menggunakan gerakan tangan yang terkendali dan tidak berlebihan.

Mereka menggunakan tangan untuk mendukung apa yang mereka katakan, seperti menunjuk dengan lembut, membuka telapak tangan, atau membuat gerakan melingkar untuk menegaskan maksud.

Menggoyangkan tangan secara berlebihan atau memainkannya dapat menunjukkan kecemasan atau ketegangan.

4. Senyuman yang Tulus dan Sederhana

Senyuman dapat menjadi alat yang sangat kuat dalam situasi perselisihan.

Orang yang percaya diri sering menggunakan senyuman kecil untuk mencairkan ketegangan tanpa terlihat meremehkan.

Senyuman ini menunjukkan ketulusan dan keinginan untuk menjaga suasana tetap positif.

Jangan tersenyum berlebihan dalam situasi serius karena dapat dianggap tidak menghormati.

5. Nada dan Kecepatan Bicara yang Terkendali

Meskipun ini terkait dengan vokal, cara berbicara sering kali didukung oleh bahasa tubuh.

Orang yang percaya diri berbicara dengan nada suara yang tenang dan jelas, tidak terburu-buru, dan tidak terlalu lambat.

Mereka mengatur jeda untuk memberikan waktu berpikir, baik untuk diri mereka sendiri maupun lawan bicara.

Ketika seseorang berbicara dengan nada yang tenang, biasanya posisi tubuh mereka juga mencerminkan hal tersebut—tidak tegang atau gelisah.

6. Mencondongkan Tubuh Sedikit ke Depan

Dalam percakapan yang serius, orang yang tenang dan percaya diri sering kali mencondongkan tubuh sedikit ke depan untuk menunjukkan minat dan keterlibatan. Namun, mereka tetap menjaga ruang pribadi lawan bicara agar tidak terkesan agresif.

Kapan harus menghindari ini?
Jika lawan bicara terlihat tidak nyaman, menjaga jarak adalah cara terbaik untuk mempertahankan suasana positif.

7. Menghindari Gerakan Gelisah

Gerakan kecil seperti mengetukkan jari, menggoyangkan kaki, atau memainkan rambut bisa menunjukkan kecemasan atau ketidaknyamanan.

Orang yang percaya diri cenderung memiliki kontrol penuh atas gerakan tubuh mereka, memastikan bahwa mereka tidak memberikan isyarat negatif yang tidak disengaja.

Jika merasa gugup, fokuskan energi pada pernapasan untuk membantu tubuh tetap tenang.

8. Mengangguk dengan Sopan untuk Menunjukkan Pemahaman

Mengangguk adalah cara efektif untuk menunjukkan bahwa Anda memahami apa yang sedang dibicarakan tanpa harus memotong pembicaraan.

Orang yang percaya diri menggunakan gerakan ini untuk menunjukkan empati dan rasa hormat, sekaligus menguatkan hubungan dengan lawan bicara.

Terlalu sering mengangguk bisa terkesan berusaha terlalu keras untuk menyenangkan lawan bicara.

Kesimpulan

Bahasa tubuh memainkan peran penting dalam cara seseorang diinterpretasikan dalam situasi perselisihan.

Orang yang selalu tenang dan percaya diri tahu bagaimana memanfaatkan delapan kiat di atas untuk menunjukkan rasa hormat, keterbukaan, dan pengendalian diri.

Dengan menguasai bahasa tubuh ini, Anda tidak hanya dapat menyelesaikan konflik dengan lebih efektif tetapi juga membangun hubungan yang lebih baik dengan orang-orang di sekitar Anda.

Ingatlah, komunikasi bukan hanya tentang kata-kata tetapi juga tentang bagaimana Anda menyampaikan pesan melalui tubuh Anda.

Latih bahasa tubuh yang positif dan rasakan perbedaannya dalam interaksi sehari-hari!

***

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #orang #yang #selalu #tenang #percaya #diri #dalam #perselisihan #cenderung #menggunakan #kiat #bahasa #tubuh #menurut #psikologi

KOMENTAR