Psikolog Ingatkan Anak Tak Seharusnya Menanggung Beban Ekonomi Keluarga
Psikolog mengingatkan anak tak seharusnya menanggung beban ekonomi keluarga karena bisa mengganggu rasa aman dan kesehatan mental mereka. (freepik)
21:05
9 Februari 2026

Psikolog Ingatkan Anak Tak Seharusnya Menanggung Beban Ekonomi Keluarga

Masalah ekonomi kerap menjadi tekanan besar dalam keluarga. Namun, psikolog mengingatkan bahwa anak tidak seharusnya ikut menanggung beban ekonomi keluarga, terutama ketika hal tersebut berdampak pada kesehatan mental dan proses tumbuh kembang mereka.

Psikolog klinis anak Reti Oktania, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa anak berada pada fase perkembangan yang membutuhkan rasa aman, stabilitas emosional, dan dukungan lingkungan.

Ketika anak ikut dibebani kecemasan finansial orangtua, kondisi psikologisnya menjadi rentan.

“Anak tidak memiliki kewajiban untuk memahami, apalagi bertanggung jawab atas kondisi ekonomi keluarga. Itu bukan tugas perkembangan mereka,” ujar Reti saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kemiskinan Struktural Turut Pengaruhi Mental Anak, Ini Kata Psikolog

Anak sangat peka terhadap tekanan ekonomi

Banyak orangtua berusaha melindungi anak dengan tidak membicarakan masalah keuangan secara terbuka. Namun, menurut Reti, anak tetap bisa merasakan tekanan yang terjadi di rumah.

“Anak peka terhadap perubahan suasana, ketegangan, dan rasa tidak aman. Meski tidak diberi tahu secara langsung, mereka bisa menyerap kondisi tersebut dari lingkungan,” jelasnya.

Dalam situasi ekonomi yang sulit, anak dapat merasa berbeda dari teman-temannya, khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan sekolah, atau bahkan menyalahkan diri sendiri karena merasa menjadi beban keluarga.

Risiko psikologis jika anak dibebani masalah keuangan

Reti menjelaskan bahwa membebani anak dengan persoalan ekonomi dapat memicu berbagai risiko kesehatan mental. Anak bisa mengalami kecemasan berlebihan, perasaan bersalah, hingga penurunan harga diri.

Dalam jangka panjang, tekanan tersebut berpotensi berkembang menjadi gejala depresi, seperti murung berkepanjangan, menarik diri dari lingkungan sosial, kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai, serta munculnya pikiran negatif tentang diri sendiri.

“Ketika anak merasa dirinya adalah penyebab kesulitan orangtua, rasa aman yang seharusnya mereka miliki bisa hilang,” kata Reti.

Baca juga: Kalimat Sepele tapi Toxic ini Bisa Melukai Mental Anak Laki-laki

Kemiskinan struktural tak hanya soal ekonomi. Psikolog menjelaskan dampaknya pada rasa aman, kesehatan mental, dan keputusasaan anak.
freepik Kemiskinan struktural tak hanya soal ekonomi. Psikolog menjelaskan dampaknya pada rasa aman, kesehatan mental, dan keputusasaan anak.

Bedakan edukasi finansial dan membebani anak

Meski demikian, Reti menegaskan bahwa memperkenalkan konsep keuangan pada anak tetap penting, asalkan dilakukan secara sesuai usia dan kapasitas perkembangan.

Pada anak usia dini, orangtua bisa mengenalkan konsep dasar uang melalui aktivitas sederhana, seperti memilih barang sesuai harga. Memasuki usia sekolah, anak dapat diajak belajar menabung atau membuat tujuan finansial jangka pendek.

Namun, hal ini berbeda dengan membebani anak dengan kecemasan finansial keluarga, seperti mengeluhkan pengeluaran, utang, atau keterbatasan ekonomi secara berlebihan.

“Edukasi finansial bertujuan membangun kemandirian, bukan memindahkan beban orang dewasa kepada anak,” tegas Reti.

Pentingnya rasa aman bagi tumbuh kembang anak

Menurut Reti, anak hanya bisa berkembang secara optimal jika kebutuhan dasarnya terpenuhi, termasuk rasa aman secara emosional.

Anak yang terus-menerus merasa cemas tentang kondisi ekonomi keluarga berisiko kehilangan kesempatan untuk fokus pada tugas perkembangannya, seperti belajar, bermain, dan membangun relasi sosial.

“Anak seharusnya tumbuh dengan perasaan bahwa mereka dilindungi, bukan menjadi bagian dari masalah yang harus mereka selesaikan,” ujarnya.

Baca juga: Rasa Malu dan Tidak Dianggap Bisa Melukai Mental Anak, Ini Kata Psikolog

Peran orangtua dan lingkungan

Reti juga mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga kesehatan mental anak tidak hanya berada di pundak orangtua, tetapi juga lingkungan sekitar.

Dukungan sosial, empati, dan sikap tidak menghakimi dapat membantu meringankan tekanan yang dirasakan keluarga.

“Kadang, bantuan paling sederhana seperti menyapa, mendengarkan, dan tidak memberi komentar negatif sudah sangat berarti,” kata Reti.

Ia menegaskan, dalam situasi ekonomi yang sulit, anak tetap berhak atas rasa aman, perhatian, dan kesempatan untuk tumbuh secara sehat, baik secara fisik maupun mental.

Tag:  #psikolog #ingatkan #anak #seharusnya #menanggung #beban #ekonomi #keluarga

KOMENTAR