Di Balik Tren Tumbler Viral, Domma Hadir dengan Cerita Berbeda
– Dalam beberapa tahun terakhir, kebiasaan membawa botol minum dari rumah perlahan berubah dari pilihan praktis menjadi bagian dari identitas gaya hidup urban.
Perubahan itu melatarbelakangi kehadiran Domma, merek tumbler lokal yang memosisikan produknya sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.
Kenaikan harga minuman, maraknya promosi diskon bagi pelanggan yang membawa wadah sendiri, serta kampanye pengurangan plastik sekali pakai turut mendorong tumbler masuk ke dalam kebiasaan harian.
Di sisi lain, media sosial turut mempercepat popularitasnya melalui desain, warna, dan edisi kolaborasi, sekaligus membangun persepsi bahwa botol minum juga bisa menjadi bagian dari personal branding.
Namun, seiring tren tumbler yang semakin masif, makna awal penggunaannya mulai bergeser. Banyak orang membeli lebih dari satu tumbler hanya karena warna atau model yang sedang viral.
Fenomena tersebut menciptakan paradoks—ketika produk yang seharusnya membantu mengurangi konsumsi berlebih, justru berpotensi menjadi obyek konsumsi impulsif.
Beberapa merek global bahkan menjelma menjadi simbol status sehingga tumbler lebih sering dinilai dari relevansinya di media sosial dibandingkan daya tahan dan fungsi jangka panjangnya.
Padahal, esensi membawa botol minum sendiri terletak pada kebiasaan berulang yang mendukung gaya hidup berkelanjutan, bukan sekadar momen yang bersifat sementara.
Di tengah arus tersebut, Domma mengambil jalur yang berbeda. Merek ini memilih membangun narasi yang lebih personal dan membumi, alih-alih mengejar viralitas instan.
Melalui kampanye bertajuk “With You Every Step of The Way”, Domma memosisikan produknya sebagai bagian dari perjalanan harian penggunanya.
“Tren tumbler viral sering kali mencerminkan budaya konsumsi cepat yang mengaburkan tujuan utama sebuah produk. Bagi kami, botol minum seharusnya mampu mengikuti ritme kehidupan penggunanya, bukan justru mendorong pembelian berulang karena tren yang silih berganti,” ujar Co-Founder Domma Grittie Chelsey dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (19/1/2025).
Domma menghadirkan desain tumbler yang menyatu dengan gaya hidup urban, menjadikannya bagian dari rutinitas harian.
Ia pun menambahkan bahwa desain produk yang baik seharusnya tidak hanya fokus pada faktor visual, tetapi juga memperhatikan ketahanan dan relevansi jangka panjang.
Prinsip tersebut tecermin dalam cara Domma merancang produknya yang fokusnya bukan pada sensasi sesaat, melainkan pada penggunaan tumbler secara konsisten dalam berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan pagi ke kantor, aktivitas luar ruang, hingga menemani waktu istirahat di sela kesibukan.
Grittie turut menyoroti peran kebiasaan kecil yang dilakukan secara berulang sebagai fondasi penting dalam mewujudkan keberlanjutan.
“Keberlanjutan tidak selalu dimulai dari langkah besar atau perubahan drastis, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. (Seperti) dengan membawa tumbler yang sama setiap hari, merawatnya, dan menggunakannya dalam jangka panjang, dapat memberi contoh sederhana dari konsumsi yang lebih bertanggung jawab,” kata Grittie.
Bagi Domma, keberlanjutan juga memiliki dimensi emosional. Jika seseorang menggunakan produk yang sama dalam berbagai fase aktivitasnya, maka akan tumbuh keterikatan personal.
Tumbler tidak lagi terasa sekadar benda, tetapi menjadi bagian dari keseharian yang menemani rutinitas penggunanya.
Pendekatan itulah yang membedakan Domma dari banyak merek lain yang lebih berfokus pada tren musiman dan pembaruan produk yang cepat.
Di tengah budaya yang serba-instan, Domma tidak hanya menawarkan produk tumbler, tetapi juga menghadirkan perspektif baru tentang gaya hidup modern.
Tampil stylish tidak selalu harus mengikuti tren terbaru. Pilihan sederhana yang digunakan secara konsisten justru dapat memberikan dampak yang lebih nyata, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan.
Tag: #balik #tren #tumbler #viral #domma #hadir #dengan #cerita #berbeda