Takut Tak Menemukan Seseorang yang Lebih Baik Setelah Putus? Ini Cara Menghadapinya
- Setelah putus cinta, banyak orang tidak hanya berhadapan dengan rasa kehilangan, tetapi juga ketakutan bahwa mereka tidak akan mampu menemukan pengganti yang lebih baik.
Ketakutan ini kerap membuat seseorang terjebak dalam penyesalan, karena hubungan sudah berakhir, meragukan diri sendiri, dan mengalami cemas yang berlebihan saat membayangkan hubungan baru di masa depan.
Perasaan ini sering dianggap sebagai kelemahan emosional. Namun, pendiri Cup of Stories, Fitri Jayanthi, M.Psi., Psikolog, mengatakan bahwa ketakutan adalah salah satu emosi yang justru harus ada di dalam diri manusia.
“Ketakutan itu malah harus ada di dalam diri kita, karena ketakutan itu membuat kita jadi lebih waspada,” tutur dia dalam sesi Kelas Kehidupan Cup of Stories bertajuk “Menentukan Langkah Setelah Mengalami Kegagalan Berhubungan” via Zoom, Kamis (8/1/2026).
Ketakutan sebagai bentuk kewaspadaan diri
Pada dasarnya, ketakutan adalah bentuk kewaspadaan diri.Tanpa rasa takut, seseorang bisa bertindak ceroboh dan membahayakan diri sendiri.
“Logikanya, ketika kita tidak punya rasa takut, misalnya untuk menyeberang jalan, itu malah bisa membahayakan diri. Harus ada ketakutan yang bikin kita, ‘oh aku harus waspada supaya tidak tertabrak mobil’,” kata Fitri.
Dalam konteks hubungan, ketakutan setelah diputuskan dapat menjadi sinyal agar seseorang lebih waspada dan reflektif.
Kendati demikian, ketakutan bisa menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik, dan berubah menjadi keyakinan, bahwa tidak ada kemungkinan untuk menemukan pasangan yang lebih sesuai.
Ketakutan yang dibiarkan dapat membuat seseorang cenderung terjebak dalam pola pikir yang membatasi dan menahan diri untuk bergerak maju.
“Ketakutan dalam diri itu oke, cuma harus dihadapi dengan pengetahuan atau informasi,” tutur Fitri.
Hadapi ketakutan dengan pengetahuan
Menurut Fitri, ketakutan sulit menemukan pengganti yang lebih baik, tidak cukup dihadapi hanya dengan keberanian atau waktu.
Seperti disebutkan sebelumnya, ketakutan perlu dihadapi dengan pengetahuan atau informasi yang tepat.
“Kalau takut sulit banget menemukan pengganti yang lebih baik, sekarang kita perlu melihat. Apa sih hal-hal yang perlu kita tingkatkan?” ujar Fitri.
Sering kali, seseorang memiliki pasangan yang sifatnya serupa dengan mereka. Jika kamu takut pasangan baru sulit mengelola emosi ketika marah karena kamu pun seperti itu, informasi yang perlu dicari adalah bagaimana cara mengelola emosi dengan baik.
Pengelolaan emosi yang baik, juga bisa membantumu tidak terjebak dalam ketakutan tidak akan menemukan pengganti yang lebih baik setelah diputuskan.
Mengelola emosi dapat membuat emosi yang dirasakan menjadi lebih stabil. Jadi, kamu bisa menyadari bahwa rasa takut tersebut tidak selalu mencerminkan kondisi yang sebenarnya, sehingga kamu bisa lebih bijak dalam berpikir dan mengambil keputusan.
Mengenali apa yang dibutuhkan
Selanjutnya adalah mengenali apa yang dibutuhkan dalam hubungan baru nanti. Ketakutan yang tidak dikelola dengan baik dapat membuatmu sulit menemukan pengganti yang lebih baik, sesuai dengan kebutuhanmu saat ini.
“Kita mencari informasi, sebetulnya pasangan yang sesuai dengan kebutuhan kita seperti apa? Dan kita juga perlu mencari cara untuk menemukan pengganti yang lebih baik itu di mana, dengan cara apa,” kata Fitri.
Tanpa kejelasan ini, kamu dapat merasa bahwa hubungan sebelumnya adalah satu-satunya pilihan terbaik.
Padahal, kebutuhan atau kriteria pasanganmu saat itu, mungkin sudah berubah dengan saat ini. Dan tempat untuk mencari pasangan dengan kriteria tersebut pun mungkin sudah berubah.
Ragam informasi ini bisa membuatmu lebih memahami bahwa peluang untuk mendapatkan pasangan yang lebih baik dari mantan, tidak sesempit yang kamu kira.
Tag: #takut #menemukan #seseorang #yang #lebih #baik #setelah #putus #cara #menghadapinya