Mengapa Rambut Bisa Rontok Setelah Melahirkan? Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi(FREEPIK)
11:05
7 Januari 2026

Mengapa Rambut Bisa Rontok Setelah Melahirkan? Ini Penjelasan Dokter

- Sebagian ibu merasa cemas ketika rambutnya rontok banyak setelah melahirkan. Meski terkadang mengkhawatirkan, kondisi ini normal dan bersifat sementara.

Berdasarkan data National Institutes of Health (NIH) yang dilansir dari Women’s Health, lebih dari 90 persen perempuan mengalami kerontokan rambut setelah melahirkan. 

Kondisi ini dikenal sebagai postpartum hair loss dan bukan merupakan tanda kerusakan permanen pada rambut.

“Kerontokan rambut setelah melahirkan adalah pengaturan ulang alami dari siklus rambut,” kata dokter kulit dr. Kim Nichols, dikutip dari Women’s Health, Rabu (7/1/2026).

Ia menegaskan bahwa tubuh hanya sedang menyesuaikan diri setelah kehamilan dan proses ini akan membaik dengan sendirinya.

Perubahan hormon jadi pemicu utama

Selama hamil, kadar hormon estrogen meningkat dan membuat rambut bertahan lebih lama di fase pertumbuhan. Inilah sebabnya banyak perempuan merasa rambutnya lebih tebal dan lebat. 

Namun, setelah melahirkan, kadar estrogen menurun drastis. Rambut-rambut yang sebelumnya tertahan di fase pertumbuhan kemudian masuk ke fase rontok secara bersamaan.

“Estrogen bekerja seperti payung pelindung bagi siklus rambut selama kehamilan. Ketika efek itu berakhir, rambut yang tertahan akan dilepaskan bersama-sama, sehingga kerontokan biasanya memuncak sekitar tiga hingga empat bulan setelah melahirkan,” ujar Nichols.

Dokter kulit dan spesialis kerontokan rambut dr. Chesahna Kindred menambahkan, tingkat kerontokan bisa berbeda pada setiap orang. 

Faktor genetik, kurang tidur, stres, kekurangan zat besi atau vitamin D, serta kebiasaan mengikat terlalu kencang atau sering menggunakan alat panas dapat membuat kerontokan terlihat lebih parah.

IlustrasiFREEPIK Ilustrasi

Termasuk telogen effluvium yang bersifat sementara

Kerontokan rambut pascamelahirkan termasuk jenis telogen effluvium, yakni kerontokan sementara yang dipicu oleh stres fisik atau perubahan hormon. 

Menurut Kindred, kondisi ini berbeda dari kebotakan genetik atau penyakit autoimun.

“Telogen effluvium merupakan reaksi tubuh terhadap stres sistemik, dan dalam kasus pascamelahirkan, pemicunya adalah perubahan hormon yang mendadak,” kata Kindred.

Apakah rambut rontok setelah melahirkan bisa dicegah?

Menurut dokter kulit dr. Paradi Mirmirani, kerontokan rambut setelah melahirkan tidak sepenuhnya bisa dicegah.

Menurutnya, kerontokan ini didorong oleh faktor biologis yang tidak bisa dihentikan. Namun, menjaga kesehatan rambut tetap penting untuk mendukung pertumbuhan rambut baru.

Menghindari penggunaan alat panas berlebihan, tidak mengikat rambut terlalu kencang, serta tetap menjaga asupan nutrisi setelah melahirkan dapat membantu rambut terlihat lebih sehat.

Kesehatan kulit kepala juga berperan penting dalam proses pertumbuhan rambut. 

“Walaupun sebagian kerontokan tidak bisa dihindari, menggunakan produk yang membantu menutrisi folikel rambut dan meningkatkan sirkulasi dapat mendukung pertumbuhan rambut yang lebih sehat,” kata trichologist Helen Reavey.

Perawatan rambut dan kulit kepala yang lembut, pijat kulit kepala secara rutin, serta menghindari perlakuan yang merusak rambut dapat membantu proses ini.

Rambut akan tumbuh kembali seiring waktu

Meski rambut rontok setelah melahirkan bisa memicu stres, kondisi ini merupakan bagian alami dari proses pemulihan tubuh. Dengan perawatan yang tepat dan kesabaran, rambut akan tumbuh kembali.

“Tujuannya bukan melawan proses alami tubuh, tetapi mendukung kualitas rambut baru agar tumbuh lebih kuat dan sehat,” kata Nichols.

Bagi sebagian besar ibu, rambut yang rontok setelah melahirkan akan kembali tumbuh. Proses ini memang membutuhkan waktu, tetapi hampir selalu berakhir dengan pemulihan.

Kapan perlu berkonsultasi ke dokter?

Secara umum, rambut mulai rontok sekitar dua hingga empat bulan setelah melahirkan, memuncak pada bulan keempat, dan berangsur membaik dalam waktu sembilan hingga 12 bulan.

Mirmirani menyebutkan, pada sebagian perempuan, proses ini bisa berlangsung hingga satu tahun sebelum rambut kembali tumbuh normal.

Pemeriksaan ke dokter kulit dianjurkan jika kerontokan berlangsung lebih dari satu tahun, belahan rambut tampak semakin melebar, muncul kebotakan berbentuk bercak, atau terdapat tanda-tanda kekurangan nutrisi.

Tag:  #mengapa #rambut #bisa #rontok #setelah #melahirkan #penjelasan #dokter

KOMENTAR