Peran Ganda Ibu Bekerja, Psikolog Tekankan Pentingnya Dukungan Keluarga
Menjalani peran sebagai ibu sekaligus pekerja bukan perkara mudah.
Di tengah tuntutan profesional dan tanggung jawab pengasuhan, banyak ibu bekerja menghadapi tekanan untuk menjalankan dua peran tersebut secara optimal.
Psikolog Cecilia Helmina E., M.Psi., Psikolog, mengatakan keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengatur waktu.
Dukungan keluarga, pembagian peran yang adil, serta kualitas interaksi dengan anak menjadi faktor penting agar ibu bekerja dapat menjalani peran gandanya secara sehat.
Tekanan peran ganda kerap lebih besar dirasakan ibu
Cecilia yang salah satunya berpraktik di RS Mitra Keluarga mengatakan tantangan utama yang dihadapi ibu bekerja adalah tekanan untuk menjalankan dua peran sekaligus, baik di rumah maupun di tempat kerja.
Tekanan tersebut, menurut dia, kerap lebih besar dibandingkan yang dirasakan ayah.
“Berbagai studi menunjukkan ibu cenderung merasakan tuntutan emosional yang lebih tinggi karena harus memastikan urusan pekerjaan dan pengasuhan berjalan seimbang,” ujar Cecilia dikutip dari Antara, Sabtu (3/1/2026).
Pentingnya pembagian peran dan keberanian meminta bantuan
Menurut Cecilia, ibu bekerja tidak perlu ragu untuk meminta bantuan dalam mengelola pekerjaan rumah tangga.
Bantuan tersebut dapat datang dari pasangan, anggota keluarga lain, maupun tenaga profesional.
Ia menilai pembagian peran yang jelas dan adil sangat penting agar beban tidak hanya bertumpu pada satu pihak.
Dukungan keluarga, khususnya dari pasangan, dapat membantu ibu bekerja menjaga keseimbangan peran sekaligus kesehatan mental.
Beban ganda pekerjaan dan keluarga membuat banyak ibu bekerja rentan alami kecemasan, depresi, hingga burnout. Studi mengungkap alasan di baliknya.
Kualitas kebersamaan lebih penting dari lamanya waktu
Selain dukungan keluarga, Cecilia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas interaksi antara ibu dan anak.
Menurut dia, kehadiran yang utuh saat bersama anak jauh lebih bermakna dibandingkan lamanya waktu kebersamaan.
“Kualitas interaksi tidak ditentukan oleh seberapa lama ibu bersama anak, tetapi bagaimana kehadiran ibu itu dirasakan. Biasakan untuk benar-benar hadir, misalnya dengan berbincang saat makan bersama atau sebelum anak tidur,” katanya.
Ia juga menyarankan agar ibu bekerja membatasi pekerjaan kantor saat berada di rumah agar waktu bersama keluarga tetap terjaga.
Dengan dukungan lingkungan kerja yang inklusif serta sistem pendukung yang kuat di rumah, Cecilia menilai ibu bekerja memiliki peluang lebih besar untuk menjalankan peran ganda secara sehat dan berkelanjutan.
Tag: #peran #ganda #bekerja #psikolog #tekankan #pentingnya #dukungan #keluarga