Resolusi Tahun Baru Sering Gagal? Coba Hindari 2 Kata Ini agar Sukses
Ilustrasi(FREEPIK)
10:05
29 Desember 2025

Resolusi Tahun Baru Sering Gagal? Coba Hindari 2 Kata Ini agar Sukses

Pesan “Tahun Baru, Diri Baru” sedang berseliweran di mana-mana. Di media sosial, iklan program olahraga dan diet mulai bermunculan, sementara obrolan dengan rekan kerja berubah jadi cerita siapa yang niat melakukan perubahan, atau siapa yang akhirnya berhasil konsisten melakukannya.

Masalahnya, kebanyakan resolusi Tahun Baru cuma bertahan sebentar. Banyak dari kita sudah menyerah bahkan sebelum pertengahan Januari.

Tapi tahun ini bisa saja berbeda. Sejumlah ahli berbagi tips soal cara bikin resolusi yang lebih realistis dan yang paling penting, bisa dijalanin sampai akhir.

1. Harus realistis

Akankah tahun 2026 menjadi tahun di mana kita akan "menurunkan berat badan", "mengubah karier", atau "beli rumah"?

Hati-hati, menurut Dr Claire Kaye, seorang confidence coach, target seperti itu sebenarnya bukan rencana yang bisa langsung dijalani, melainkan tekanan buat diri sendiri.

Resolusi seringkali gagal karena tidak jelas, tidak realistis, dan terlalu luas, katanya.

Ia menyarankan untuk menuliskan apa yang berjalan baik dalam hidup kita, apa yang menguras energi, atau tidak lagi sesuai, dan di mana kita menjalankan hidup secara otomatis.

"Ketika Anda memahami apa yang lebih diinginkan, bukan hanya apa yang ingin dihindari, perubahan menjadi jauh lebih berkelanjutan," katanya.

Tuliskan tujuan dengan fokus pada arah dan pengalaman daripada titik tetap. Ia menyarankan agar "Menurunkan berat badan" dapat diubah menjadi: "Saya ingin merasa lebih berenergi dan nyaman dengan tubuh saya, dan memahami apa yang membantu saya merasa seperti itu."

Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang betah di zona nyaman.Freepik Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang betah di zona nyaman.

2. Hindari dua kata ini

Hal lain yang perlu dihindari saat menuliskan resolusi adalah bahasa yang kaku seperti "selalu" atau "tidak pernah". 

Menurut psikolog Kimberly Wilson, dua kata itu menciptakan pendekatan serba atau tidak sama sekali yang sangat sulit untuk dipatuhi.

Berjanji pada diri sendiri "Saya akan selalu lari pada hari Rabu" atau "Saya tidak akan pernah minum manis lagi" hanya akan membuat kita gagal.

"Contoh klasiknya adalah tentang diet atau olahraga, dan orang-orang berpikir bahwa jika mereka gagal satu hari, maka semuanya menjadi sia-sia," katanya kepada podcast BBC What's Up Doc.

Ia mengatakan orang seringkali mengembangkan pandangan sempit, menilai satu pilihan secara terpisah, padahal yang dibutuhkan adalah perspektif yang lebih luas yang menempatkan satu momen dalam konteks banyak momen lainnya.

Dr. Kaye mengatakan tujuan harus ditulis dengan frasa yang fleksibel seperti "Saya ingin bereksperimen dengan", "Saya ingin menciptakan lebih banyak ruang untuk", atau "Saya sedang mempelajari apa yang cocok untuk saya".

3. Buat rencana kemungkinan kambuh

Kita sudah berusaha dengan baik selama berminggu-minggu, lalu satu kali jadwal lari yang terlewat, satu kali makan fastfood, satu kali begadang, dan tiba-tiba rentetan kemenangan kita berakhir dan merasa kalah.

Alasan mengapa beberapa resolusi gagal adalah karena "orang membuat rencana untuk versi terbaik dari diri mereka sendiri," kata Wilson.

Wilson mengatakan penting untuk menerima kemungkinan kambuh sebagai bagian dari proses, itu tidak berarti kita telah gagal karena ketekunan lebih penting daripada kesempurnaan.

Dr. Kaye mengatakan penting untuk mengingat "tujuannya bukanlah untuk menjadi sempurna, tetapi untuk menghindari satu momen yang berujung pada kegagalan total terhadap rencana".

Jika kita melakukan kesalahan, "respons yang paling membantu adalah rasa ingin tahu daripada kritik" dan alih-alih menunggu minggu atau bulan depan untuk memulai lagi, perlakukan setiap hari sebagai kesempatan untuk memulai kembali.

4. Menyelipkan kebiasaan baru

Salah satu cara agar resolusi Tahun Baru lebih mudah terwujud adalah dengan teknik yang disebut habit stacking. 

"Intinya, kebiasaan baru 'ditumpangkan' pada rutinitas yang sudah biasa kita lakukan sehari-hari, ujar career coach Emma Jefferys.

“Misalnya, setelah sikat gigi saya melakukan sepuluh push-up, atau  setelah anak-anak tidur, saya melakukan peregangan,” katanya.

Jadi bukan menambah daftar to-do yang bikin pusing, tapi menyelipkan kebiasaan baru ke dalam rutinitas yang sudah ada.

5. Buat positif

Jika resolusi Tahun Baru kita adalah menabung lebih banyak atau mengatur uang dengan lebih baik, para ahli mengatakan resolusi tersebut lebih mungkin berhasil jika dikaitkan dengan sesuatu yang positif.

Tom Francis, kepala keuangan pribadi di Octopus Money, mengatakan memiliki tujuan yang jelas dan menarik, baik itu liburan atau dana darurat, membuat menabung terasa bermakna daripada membatasi.

"Pilih hanya dua atau tiga prioritas yang jelas, misalnya, menabung satu juta untuk liburan impian mungkin terasa berat, tetapi 20 ribu per hari terasa lebih mudah dicapai," katanya.

Ia menambahkan, jika kita  memiliki pengeluaran tak terduga, tidak apa-apa untuk memperlambatnya.

"Mengurangi tabungan bulanan dari 500 ribu menjadi 200 ribu misalnya, tetap berarti kita bergerak maju dan yang terpenting adalah menjaga kebiasaan tersebut tetap berlanjut."

Tag:  #resolusi #tahun #baru #sering #gagal #coba #hindari #kata #agar #sukses

KOMENTAR