Vaksinasi Bantu Cegah Anak Stunting, Ini Penjelasan Dokter
Pakar sebut pentingnya perhatikan faktor infeksi saat tangani stunting(Freepik/ jcomp)
10:40
19 November 2025

Vaksinasi Bantu Cegah Anak Stunting, Ini Penjelasan Dokter

- Berbicara tentang stunting, kebanyakan orangtua lebih fokus pada pemberian gizi seimbang. Padahal vaksinasi juga berperan penting dalam membantu mencegah anak stunting.

“Karena dengan vaksinasi, kita mencegah anak bisa sakit berulang, terutama yang penyakit infeksi, yang bisa dicegah dengan imunisasi,” jelas dr. Yuni Astria, Sp.A dalam konferensi pers Parenthood Institute 2025 di Jakarta Selatan pada Selasa (18/10/2025).

Sebagai informasi, stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan yang terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun. Kondisi ini ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat badan yang tidak sesuai dengan usia.

Mengapa vaksin bisa mencegah anak stunting?

Dokter spesialis anak yang menjadi salah satu narasumber dalam Parenthood Institute 2025 ini melanjutkan, ada berbagai komponen penting yang harus diperhatikan oleh ayah dan ibu untuk mencegah stunting.

Beberapa komponen tersebut mencakup asupan gizi, stimulasi, serta pola asuh yang penuh dengan kasih sayang, apresiasi, pemberian sandang, pangan, dan papan, serta vaksinasi.

“Vaksinasi ini akan mencegah seorang anak mengalami kejadian infeksi berat atau komplikasi berat dari suatu penyakit,” tutur dr. Yuni yang berpraktik di Klinik AGP Arthakes, Jakarta Selatan.

Selain itu, vaksin juga membantu mencegah anak sakit berulang, yang mana bisa memengaruhi tumbuh kembang mereka sehingga menjadi kurang optimal.

Menurut dr. Yuni, mencegah anak mengalami komplikasi berat dan sakit berulang, saling berkaitan dalam menjaga agar si kecil tidak stunting.

“Anak sehat bisa lebih optimal dalam bereksplorasi, dan tumbuh kembangnya optimal. Kalau anak sakit, tumbuh kembang tidak optimal. Maka, ada risiko stunting pada anak tersebut,” ucap dr. Yuni.

“Jadi vaksinasi adalah fondasi yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak ke depannya. Dengan anak tidak sering sakit, tentu dia bisa berkembang sesuai potensinya,” lanjut dia.

Bantu cegah stunting, tapi orangtua masih meragukan vaksinasi

dr. Yuni Astria, Sp.A dalam konferensi pers Parenthood Institute 2025 di Jakarta Selatan pada Selasa (18/10/2025).Kompas.com / Nabilla Ramadhian dr. Yuni Astria, Sp.A dalam konferensi pers Parenthood Institute 2025 di Jakarta Selatan pada Selasa (18/10/2025).

Beberapa tahun belakangan, semakin banyak ayah dan ibu yang menyuarakan keraguan mereka dalam memvaksinasi anaknya di media sosial.

Ada beragam hal yang membuat sebagian orangtua meragukan vaksin, mulai dari perbedaan pendapat tentang kesehatan anak, khawatir akan efek sampingnya, sampai ragu karena bingung vaksin apa saja yang diperlukan.

Saat ini, dr. Yuni dan sejawatnya yang bergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sedang menggencarkan penyuluhan terkait stunting dari berbagai aspek, salah satunya vaksinasi, melalui Parenthood Institute 2025.

Parenthood Institute 2025 adalah ruang bagi ayah dan ibu untuk belajar seputar tumbuh kembang anak melalui artikel dan video pendek melalui aplikasi PrimaKu. Dalam acara tersebt, ada SuperClass yang merupakan kelas berbayar bersama dokter spesialis anak dan pakar di bidangnya.

Salah satu kelas yang bisa dihadiri adalah seputar vaksinasi, dengan dr. Yuni sebagai narasumber. Ia sengaja mengangkat topik tersebut sebagai upaya untuk meyakinkan para orangtua agar memvaksinasi si kecil.

“Di sinilah peran Parenthood Institute dengan kelasnya untuk mendampingi orangtua, memberikan informasi secara komprehensif dan tentunya berbasis ilmu kedokteran yang valid,” jelas dr. Yuni.

Ia berharap, kelasnya bisa memberi orangtua pengetahuan yang mumpuni, dan membuat mereka menjadi lebih yakin dalam memilih keputusan yang tepat bagi anak untuk melakukan vaksinasi.

Kenapa stunting harus dicegah?

Vaksin membantu mencegah anak stunting, yang berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Simak penjelasan dokter. FREEPIK Vaksin membantu mencegah anak stunting, yang berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Simak penjelasan dokter.

Berdasarkan informasi dalam booklet “Keluarga Bebas Stunting” dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), stunting perlu dicegah karena memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang.

Dampak stunting dalam jangka pendek

Dampak jangka pendek stunting adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, fisik, dan metabolisme anak.

Kemudian adalah pertumbuhan yang melambat, wajah tampak lebih muda dari anak seusianya, pertumbuhan gigi terlambat, performa buruk pada kemampuan fokus dan memori belajarnya, serta anak mudah terserang berbagai penyakit infeksi.

Ketika anak berusia delapan sampai 10 tahun, mereka menjadi lebih pendiam dan tidak banyak melakukan kontak mata dengan orang-orang di sekitarnya.

Dampak stunting dalam jangka panjang

Sementara itu, dampak jangka panjang pada kondisi stunting yang tidak ditangani sedini mungkin adalah terjadinya penurunan perkembangan kognitif pada otak anak.

Kekebalan tubuh anak melemah sehingga mudah sakit, risiko tinggi munculnya penyakit metabolik seperti kegemukan, penyakit jantung, penyakit pembuluh darah, dan kesulitan belajar.

Saat tumbuh dewasa, anak dengan tubuh pendek akibat stunting akan memiliki tingkat produktivitas yang rendah dan sulit bersaing dalam dunia kerja.

Untuk perempuan dewasa dengan tinggi badan kurang dari 145 centimeter (cm), mereka bisa mengalami perlambatan aliran darah ke janin ketika hamil sehingga berdampak pada kondisi bayi yang dilahirkan.

Tag:  #vaksinasi #bantu #cegah #anak #stunting #penjelasan #dokter

KOMENTAR