



Kenali 8 Cara Kerja Trauma Masa Lalu yang Diam-diam Memengaruhi Hubungan Anda di Masa Kini, Menurut Psikologi
Ada hubungan yang jelas antara pengalaman masa lalu kita dan perilaku kita saat ini.
Trauma masa kecil, khususnya, dapat berdampak signifikan pada hubungan kita saat dewasa.
Sering kali, dampaknya ini tidak kentara dan kita mungkin tidak menyadari apa penyebab sebenarnya.
Penelitian psikologi menemukan bahwa trauma dapat menciptakan pola dalam cara kita berhubungan dengan orang lain dan pola ini sulit untuk diubah.
Dalam artikel yang dikutip dari geediting.com, Rabu (2/10) ini, kita akan mengetahui 8 cara halus di mana trauma masa kecil Anda mungkin memengaruhi hubungan Anda.
1. Kewaspadaan berlebihan
Bukan hal yang aneh bagi mereka yang mengalami trauma masa kecil untuk mengembangkan rasa kewaspadaan yang meningkat.
Kewaspadaan berlebihan ini merupakan mekanisme penanggulangan , yang berkembang sebagai respons terhadap lingkungan yang tidak dapat diprediksi atau tidak aman di masa lalu.
Ini adalah naluri bertahan hidup, selalu waspada terhadap potensi bahaya atau ancaman.
Dalam konteks hubungan, hal ini dapat diartikan sebagai sikap terlalu berhati-hati atau curiga.
Anda mungkin mendapati diri Anda terus-menerus membaca kata-kata atau tindakan pasangan Anda, mengantisipasi pengkhianatan atau penolakan. Hal ini dapat melelahkan tidak hanya bagi Anda, tetapi juga bagi pasangan Anda.
2. Kesulitan mempercayai orang lain
Kepercayaan adalah fondasi dasar dalam hubungan apa pun. Namun, bagi seseorang yang pernah mengalami trauma masa kecil seperti saya, kepercayaan bukanlah hal yang mudah.
Mengatasi masalah kepercayaan ini tidaklah mudah, tetapi mengakuinya adalah langkah pertama untuk membangun hubungan yang lebih sehat.
3. Berjuang dengan keintiman
Manusia dirancang untuk keintiman. Trauma masa kecil dapat menciptakan tembok pemisah, sehingga sulit bagi individu untuk bersikap terbuka dan rentan dalam hubungan mereka.
Perjuangan untuk mencapai keintiman ini bukan hanya tentang kedekatan fisik, tetapi juga keintiman emosional.
Orang-orang dengan riwayat trauma masa kecil lebih mungkin mengalami kesulitan dalam hubungan intim mereka saat dewasa.
Mereka mungkin kesulitan mengekspresikan perasaan atau kebutuhan mereka, atau bahkan mungkin menarik diri dari kedekatan untuk melindungi diri dari potensi rasa sakit.
Penarikan diri ini dapat membingungkan pasangan, sering kali disalahartikan sebagai kurangnya minat atau kasih sayang.
Memahami akar permasalahannya dapat membantu mengatasi masalah ini dan bergerak menuju cara yang lebih sehat dalam terhubung.
4. Takut ditinggalkan
Ketakutan mendalam akan ditinggalkan adalah akibat umum lainnya dari trauma masa kecil. Ketakutan ini dapat berasal dari pengalaman awal kehilangan, pengabaian, atau penolakan.
Dalam hubungan, ketakutan ini dapat terwujud sebagai sikap bergantung atau ketergantungan. Anda mungkin mendapati diri Anda terus-menerus mencari kepastian dari pasangan atau panik saat ada sedikit saja jarak.
Ketakutan ditinggal sendirian dapat menimbulkan ketegangan dalam hubungan Anda, yang berujung pada ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya di mana ketakutan Anda sebenarnya mendorong orang lain menjauh.
Mengenali ketakutan ini dan memahami akarnya merupakan langkah penting untuk mengelola ketakutan tersebut dan membangun hubungan yang lebih sehat.
5. Masalah harga diri
Trauma masa kecil dapat meninggalkan bekas luka yang dalam, tidak hanya di permukaan, tetapi juga pada cara kita memandang diri sendiri. Bukan hal yang aneh bagi individu dengan pengalaman seperti itu untuk berjuang dengan masalah harga diri.
Anda mungkin terus-menerus meragukan kelayakan Anda untuk dicintai atau dibahagiakan. Persepsi diri yang negatif ini dapat mendorong Anda untuk menerima hal yang kurang dari yang seharusnya Anda terima, atau merusak hubungan karena percaya bahwa Anda pasti akan mengacaukan segalanya.
Sungguh menyakitkan, merasa tidak cukup baik. Namun ingatlah, harga diri Anda tidak ditentukan oleh masa lalu Anda atau tindakan orang lain terhadap Anda. Anda layak mendapatkan cinta dan rasa hormat, sama seperti orang lain.
Memahami hal ini dapat membantu Anda membangun citra diri yang lebih positif dan memelihara hubungan yang lebih sehat.
6. Kesulitan mengekspresikan emosi
Orang-orang ini seringkali berjuang untuk mengekspresikan emosi mereka. Seolah-olah mereka memiliki hambatan internal, yang mencegah mereka membiarkan orang lain melihat apa yang sebenarnya mereka rasakan.
Di masa kecil mereka, menunjukkan emosi mungkin sering kali disambut dengan ejekan atau penolakan. Jadi, mereka belajar menyembunyikannya, memasang wajah tegar, bahkan saat mereka terluka di dalam.
Kebiasaan ini terbawa hingga ke hubungan saat mereka dewasa. Pasangan mereka mungkin sering kali merasa sulit memahami apa yang mereka alami karena mereka tidak dapat menemukan kata-kata untuk mengungkapkannya.
7. Seringkali terjerumus pada perilaku-perilaku yang tidak baik
Trauma masa kecil sering kali memaksa kita untuk mengembangkan mekanisme penanganan untuk mengatasi rasa sakit dan stres. Mekanisme ini dapat mencakup hal-hal seperti makan karena emosi, penyalahgunaan zat, atau bahkan kecanduan kerja.
Meskipun mekanisme penanganan ini mungkin telah membantu Anda melewati masa-masa sulit di masa lalu, mekanisme ini dapat menjadi merugikan saat mulai mengganggu hubungan Anda.
Misalnya, Anda mungkin mendapati diri Anda menarik diri dan menggunakan mekanisme penanganan pilihan Anda untuk menghindari konflik hubungan.
Hal ini dapat menciptakan penghalang antara Anda dan pasangan dan menghambat komunikasi terbuka.
Mengenali pola ini dapat membantu Anda menemukan cara yang lebih sehat untuk mengatasi stres dan meningkatkan hubungan Anda.
Tag: #kenali #cara #kerja #trauma #masa #lalu #yang #diam #diam #memengaruhi #hubungan #anda #masa #kini #menurut #psikologi