Video Warga Suriah Jarah Isi Rumah Presiden Bashar al-Assad: AC, Piring, Baju hingga Lemari
Warga Suriah menjarah isi rumah Presiden Bashar Al-Assad. /Video BBC 
14:10
9 Desember 2024

Video Warga Suriah Jarah Isi Rumah Presiden Bashar al-Assad: AC, Piring, Baju hingga Lemari

Presiden Suriah Bashar al-Assad telah melarikan diri ke Rusia.

Dia kabur ke Rusia bersama anak dan istrinya di saat pemberontak bersenjata menyerbu Damaskus, Ibu Kota Rusia, Minggu (8/12/2024).

"Kemenangan ini, saudara-saudaraku, merupakan peristiwa bersejarah bagi kawasan ini," kata Abu Mohammed al-Golani, pemimpin kelompok Islam Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang mempelopori pengambilalihan kekuasaan.

Jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad diperingati warga Suriah.

Warga turun ke jalan bernyanyi dan membakar foto-foto Al-Assad yang telah berkuasa 24 tahun itu.

Massa juga menyerbu rumah mewah Presiden Al-Assad di Damaskus.

Para wanita, anak-anak, dan pria terlihat memeriksa rumah enam lantai itu.

Isi rumah diobrak-abrik, pintu masuk dibakar, dan terlihat kertas-kertas berserakan di lantai.

Beberapa perabotan rumah juga rusak dan hancur.

Isi Rumah Dijarah Massa

BBC melaporkan beberapa warga menjarah isi perabotan rumah  tanpa ada yang mencoba menghentikan mereka.

Terlihat para penjarah membawa AC, lemari kecil, hingga perabotan rumah tangga lainnya.

Video yang beredar menunjukkan kerumunan orang mengintip ke dalam kamar tidur di kediaman Assad, yang sebelumnya terlarang bagi warga biasa.

Mereka mengambil pakaian, piring dan barang-barang apa pun yang dapat mereka temukan termasuk tas belanja kardus Louis Vuitton.

Dalam salah satu video, terdengar seorang pria berteriak bahwa semuanya sedang "Obral! Obral!".

Para pemberontak mungkin membawa kebebasan tetapi bukan keamanan.

Gambar udara menunjukkan peF Gambar udara menunjukkan pemandangan istana tempat tinggal Tishrin milik presiden Suriah Bashar al-Assad di wilayah al-Muhajirin, Damaskus, pada 8 Desember 2024.

Penjarah juga telah membobol gedung-gedung lain di dekatnya – menambah kecemasan akan hal ini karena tidak ada pemerintah yang bertanggung jawab.

"Transisi harus dilakukan dengan cara yang tepat dan benar," kata Alaa Dadouch, seorang ayah tiga anak berusia 36 tahun yang berdiri di luar bersama para tetangganya.

"Dan fakta bahwa dia baru saja pergi, Anda tahu…"

"Bashar al-Assad?" tanyaku.

"Ya, Anda lihat saya masih takut untuk menyebutkan ini," katanya.

 "Tetapi fakta bahwa dia baru saja pergi, itu egois. Presiden kita seharusnya mengambil tindakan yang tepat yang diperlukan agar dia setidaknya memberikan kendali kepada tentara atau polisi atas wilayah-wilayah tersebut sampai presiden baru menjabat."

 

Warga Girang Bisa Memasuki Rumah Al-Assad

Saat memasuki  rumah mewah mantan presiden Suriah Bashar al-Assad di Damaskus, Abu Omar merasakan semangat perlawanan yang memuncak karena berada di kediaman orang yang menurutnya telah lama menindasnya.

"Saya mengambil gambar karena saya sangat senang berada di tengah-tengah rumahnya," kata pria berusia 44 tahun itu sambil menunjukkan foto-foto yang diambilnya dengan telepon genggamnya.

Dia adalah salah satu dari lusinan orang yang dilihat koresponden AFP memasuki rumah Assad.

"Saya datang untuk membalas dendam. Mereka menindas kami dengan cara yang luar biasa," imbuh Abu Omar dari kompleks tiga gedung enam lantai di lingkungan mewah al-Maliki.

Warga di ibu kota Suriah terlihat bersorak-sorai di jalan, saat faksi pemberontak menyambut kepergian "tiran" Assad.

Umm Nader, 35 tahun, datang bersama suaminya dari distrik terdekat untuk mengunjungi kediaman yang dulu mengundang rasa takut dan kagum, dan yang kini digambarkan oleh seorang pengunjung sebagai "museum".

"Saya datang untuk melihat tempat yang melarang kami masuk karena mereka ingin kami hidup dalam kemiskinan dan kekurangan," katanya kepada AFP.

Nader mengatakan mantan penghuni rumah tersebut telah pergi tanpa memutus aliran listrik dan pemanas, "sementara anak-anak kami sakit karena kedinginan".

Pemadaman listrik harian yang berlangsung selama berjam-jam telah menjadi kenyataan hidup di Suriah, yang dilanda krisis ekonomi berturut-turut setelah lebih dari satu dekade perang dan sanksi Barat.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebagian besar penduduk telah terdorong ke dalam kemiskinan.

Seorang koresponden AFP juga melihat aula resepsi hangus di istana presiden Damaskus beberapa kilometer jauhnya.

Saat berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain, Abu Omar berkata ia merasa sangat gembira.

"Saya tidak lagi merasa takut. Satu-satunya kekhawatiran saya adalah kita bersatu (sebagai warga Suriah) dan membangun negara ini bersama-sama," katanya, penuh emosi.

 

 

Editor: Hasanudin Aco

Tag:  #video #warga #suriah #jarah #rumah #presiden #bashar #assad #piring #baju #hingga #lemari

KOMENTAR