Jepang Ungkap Skenario jika Taiwan Diserang, Hubungan dengan AS Jadi Taruhan
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi saat berdebat dengan partai oposisi di Tokyo, 26 November 2025.(AFP/KAZUHIRO NOGI)
16:36
28 Januari 2026

Jepang Ungkap Skenario jika Taiwan Diserang, Hubungan dengan AS Jadi Taruhan

- Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Selasa (27/1/2026) menegaskan, aliansi antara Tokyo dan Washington terancam kolaps jika Jepang tidak mengambil tindakan apabila Taiwan diserang.

Pernyataan tersebut disampaikan Takaichi dalam program berita di stasiun televisi TV Asahi, menjelang pemilihan umum sela yang dijadwalkan pada Februari 2026.

Dalam wawancara tersebut, PM Takaichi menjelaskan skenario konflik ketika Jepang dan AS kemungkinan besar akan melakukan operasi evakuasi bersama untuk menyelamatkan warga negara mereka di Taiwan.

Baca juga: Taiwan Tuding Drone Pengintai China Masuk Wilayahnya, Sempat Terbang 8 Menit

"Jika militer AS, yang bertindak bersama dengan Jepang, diserang dan Jepang tidak melakukan apa pun dan pulang, aliansi Jepang-AS akan runtuh," ujar Takaichi sebagaimana dikutip dari AFP.

Takaichi menekankan bahwa tanggung jawab moral dan strategis Jepang sangat dipertaruhkan dalam situasi tersebut.

"Jika terjadi sesuatu yang serius di sana, kita harus pergi untuk menyelamatkan warga negara Jepang dan AS di Taiwan. Dalam situasi itu, mungkin ada kasus ketika Jepang dan AS mengambil tindakan bersama," lanjutnya.

Meski demikian, ia menambahkan bahwa segala bentuk respons dari Jepang akan dilakukan sepenuhnya dalam batasan hukum yang berlaku, serta melalui penilaian komprehensif berdasarkan situasi di lapangan.

Baca juga: Trump Larang Xi Jinping Tiru Operasi AS di Venezuela untuk Serang Taiwan

Konflik China-Jepang

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi (kiri) berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping (kanan) menjelang KTT Jepang-China di sela-sela KTT APEC di Gyeongju, Korea Selatan, 31 Oktober 2025.JIJI PRESS via AFP Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi (kiri) berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping (kanan) menjelang KTT Jepang-China di sela-sela KTT APEC di Gyeongju, Korea Selatan, 31 Oktober 2025.Komentar Takaichi ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya pada November 2025, ia sempat mengisyaratkan kemungkinan intervensi militer Jepang jika terjadi serangan terhadap Taiwan. Hal ini memicu kemarahan besar dari Beijing, yang selama ini mengeklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya.

Hubungan kedua negara pun kian memanas dan berdampak langsung pada sektor ekonomi serta pariwisata.

Sejak November lalu, China melarang ekspor produk logam tanah jarang ke Jepang. Material ini sangat krusial bagi industri manufaktur Jepang, mulai dari pembuatan mobil listrik hingga sistem rudal.

Terbaru, otoritas China melarang warganya bepergian ke Jepang dengan alasan memburuknya keamanan publik di "Negeri Sakura". Beijing menilai situasi keamanan di Jepang berisiko bagi wisatawan mereka.

Dampak dari larangan tersebut, jumlah kunjungan turis asal China ke Jepang dilaporkan mengalami penurunan tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Baca juga: China Larang Warganya Berlibur ke Jepang, Sebut Negara Tak Aman

Ketegangan diplomatik ini juga berimbas pada simbol persahabatan kedua negara. Program "diplomasi panda" yang telah berjalan sejak normalisasi hubungan diplomatik pada 1972 kini meredup.

Dua panda ikonik di Jepang, Lei Lei dan Xiao Xiao, dipulangkan ke China pada Selasa (27/1/2026).

Penarikan kembali hewan yang menjadi simbol kehangatan hubungan Beijing dan Tokyo ini menandai babak baru yang dingin dalam relasi kedua negara tetangga tersebut.

Baca juga: Tangis Warga Tokyo Lepas Kepulangan Dua Panda Terakhir ke China...

Tag:  #jepang #ungkap #skenario #jika #taiwan #diserang #hubungan #dengan #jadi #taruhan

KOMENTAR