Pesan Tersembunyi di Balik Tembakan Rudal Balistik Korut ke Laut Jepang
- Pemerintah Jepang menuding Korea Utara (Korut) kembali meluncurkan dua rudal balistik ke arah Laut Jepang pada Selasa (27/1/2026). Aksi ini menjadi uji coba senjata kedua yang dilakukan Pyongyang sepanjang Januari 2026.
Penjaga Pantai Jepang menyatakan, pihaknya mendeteksi aktivitas peluncuran tersebut. Berdasarkan analisis awal, kedua rudal itu diperkirakan telah jatuh ke perairan.
Dikutip dari kantor berita Jepang, Jiji Press, seorang sumber dari Kementerian Pertahanan menyebutkan bahwa kedua rudal tersebut mendarat di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang.
Baca juga: Korea Utara Tembak Rudal Saat AS-Korsel Bahas Strategi Militer
Di saat yang sama, otoritas keamanan Korea Selatan melalui Kepala Staf Gabungan (JCS) juga mengonfirmasi adanya tembakan "proyektil" ke arah wilayah Laut Timur.
Peluncuran rudal terbaru ini terjadi di tengah dinamika diplomatik yang padat di kawasan tersebut.
Berdasarkan laporan AFP, uji coba ini dilakukan hanya berselang beberapa jam sebelum Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung bertolak menuju China.
Selain itu, ketegangan ini mencuat hanya satu hari setelah kunjungan pejabat tinggi Pentagon, Elbridge Colby, ke Seoul.
Dalam kunjungan tersebut, pejabat nomor tiga di Departemen Pertahanan AS itu memuji Korea Selatan sebagai "sekutu teladan."
Baca juga: Jaga-jaga Kim Jong Un Diculik AS, Korea Utara Langsung Susun Strategi
Modernisasi senjata dan pesan untuk AS
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un (kanan) saat bertemu Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu di lokasi yang tak disebutkan di Korea Utara, 13 September 2024.Para analis menilai peningkatan signifikan uji coba rudal Korut dalam beberapa tahun terakhir memiliki tujuan strategis.
Selain untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi, langkah ini dianggap sebagai tantangan terbuka bagi Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan.
Muncul pula dugaan bahwa Pyongyang sedang menguji senjata sebelum kemungkinan mengekspornya ke Rusia.
Terlebih, Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un sebelumnya memerintahkan perluasan serta modernisasi produksi rudal nasional.
Secara internal, Korea Utara sedang bersiap menggelar kongres penting partai penguasa dalam beberapa pekan mendatang, yang merupakan pertemuan pertama dalam lima tahun terakhir.
Kongres ini diprediksi akan menjadi ajang penentuan kebijakan baru terhadap AS, termasuk peluang dimulainya kembali perundingan yang buntu sejak 2019.
Baca juga: Korea Utara Panen Roket Pemusnah Musuh, Daya Hancur Luar Biasa
Memperkuat posisi tawar
Sejak kegagalan pertemuan antara Kim Jong Un dan Donald Trump di Hanoi pada 2019, Pyongyang terus memperluas persenjataan nuklirnya.
Di sisi lain, Kim Jong Un juga mempererat hubungan diplomatik dengan Rusia di tengah konflik Ukraina, serta memperkuat koneksi dengan China.
Pengamat berpendapat, strategi Kim Jong Un saat ini adalah meningkatkan posisi tawar Korea Utara guna menekan Washington agar memberikan konsesi jika dialog diplomatik nantinya kembali digelar.
Baca juga: Media Korea Utara Tiba-tiba Lupakan Hari Lahir Nenek Kim Jong Un, Ada Apa?
Tag: #pesan #tersembunyi #balik #tembakan #rudal #balistik #korut #laut #jepang