Transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam Ada Masalah?
-
Maarten Paes resmi pindah dari FC Dallas ke Ajax Amsterdam dengan kontrak 3,5 tahun.
-
Ajax membayar mahar Rp24 miliar yang dinilai kemahalan oleh media olahraga di Belanda.
-
Kedatangan Paes bertujuan mengatasi krisis kiper meski ia diprediksi hanya jadi pilihan kedua.
Langkah mengejutkan diambil oleh raksasa sepak bola Liga Belanda, Ajax Amsterdam, menjelang penutupan bursa transfer Januari 2026.
Klub yang bermarkas di Johan Cruyff Arena tersebut secara resmi memulangkan penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes.
Kabar mengenai kembalinya sang kiper ke kancah Eredivisie ini dilaporkan secara eksklusif oleh media terkemuka Algemeen Dagblad.
Penjaga gawang berusia 27 tahun tersebut diketahui sudah mencapai kesepakatan personal untuk mengakhiri masa baktinya di Amerika Serikat.
Setelah empat musim membela FC Dallas di kasta tertinggi MLS, kini ia siap memulai petualangan baru di tanah kelahirannya.
Maarten Paes dilaporkan akan segera menandatangani durasi kontrak kerja sama selama tiga setengah musim ke depan.
Untuk mendapatkan tanda tangan sang pemain, Ajax Amsterdam harus merogoh kocek yang cukup dalam demi menebus sisa kontraknya.
Berdasarkan informasi dari Mounir Boualin, jurnalis SoccerNews, mahar yang disepakati berada di angka 1,2 juta euro atau sekitar Rp24 miliar.
Namun, laporan terbaru dari Football Transfers justru memberikan sudut pandang yang berbeda terkait transaksi finansial tersebut.
Media tersebut memberikan label bahwa Ajax Amsterdam berada di pihak yang merugi dalam negosiasi harga sang penjaga gawang.
Pihak Football Transfers mengklaim bahwa nilai pasar yang seharusnya dibayar jauh lebih rendah dari angka yang disepakati.
Berdasarkan data Estimasi Nilai Transfer mereka, valuasi nyata Maarten Paes saat ini sebenarnya hanya berada di angka 900 ribu euro.
Selisih harga yang mencapai ratusan ribu euro tersebut membuat proses transfer ini dianggap sebagai kesuksesan besar bagi pihak FC Dallas.
Klub Amerika tersebut dinilai sangat piawai dalam melakukan negosiasi harga jual kiper andalannya yang kontraknya tersisa setahun lagi.
"Mengingat biaya transfer sebesar 1,25 juta euro, tampaknya Ajax pada dasarnya ditipu oleh FC Dallas," tulis Football Transfers.
Ajax Amsterdam saat ini memang sedang mengalami situasi darurat di sektor penjaga gawang yang menuntut aksi cepat manajemen.
Pilar senior mereka, Remko Pasveer, secara resmi telah meninggalkan klub untuk bergabung dengan kontestan lain, Heracles Almelo.
Di sisi lain, masa peminjaman Vitezslav Jaros dari Liverpool juga akan segera berakhir tepat setelah kompetisi musim ini usai.
Kondisi kekosongan stok kiper inilah yang memaksa manajemen untuk segera mencari pelapis berpengalaman di bawah mistar gawang.
Meski didatangkan dengan nilai fantastis, status Paes di dalam tim utama masih menjadi bahan perdebatan para pengamat.
Pundit sepak bola ternama Belanda, Cristian Willaert, memberikan pandangannya mengenai peran yang akan dijalani oleh Paes nantinya.
Willaert meragukan bahwa kiper Timnas Indonesia tersebut akan langsung diplot sebagai pilihan utama dalam formasi inti Ajax.
"Saya rasa dia tidak akan menjadi kiper nomor satu Ajax. Mereka akan melihatnya sebagai pilihan kedua yang berpengalaman, di belakang kiper pilihan utama baru yang masih perlu didapatkan," kata reporter ESPN tersebut.
Dengan pengalaman yang mumpuni di berbagai liga, Paes diharapkan menjadi cadangan yang solid sekaligus mentor bagi kiper muda.
Proses adaptasi Paes diprediksi tidak akan memakan waktu lama karena ia sudah sangat akrab dengan atmosfer sepak bola Belanda.
Maarten Paes mengawali perjalanan profesionalnya saat memperkuat NEC Nijmegen pada tahun 2016 sebelum akhirnya hengkang ke FC Utrecht.
Kariernya di FC Utrecht pada tahun 2018 berhasil mengangkat namanya menjadi salah satu kiper berbakat di kompetisi lokal.
Keputusan berani diambilnya pada tahun 2022 ketika ia memilih hijrah ke Amerika Serikat untuk bergabung dengan FC Dallas.
Kini, setelah mengoleksi 10 penampilan bersama Timnas Indonesia, ia kembali mendapatkan panggung besar di kompetisi elit Eropa.
Ajax Amsterdam diyakini tertarik karena profil sang kiper yang memiliki ketenangan serta distribusi bola yang sangat baik.
Terdapat peran besar dari sosok Direktur Teknik Ajax, Jordi Cruyff, yang melancarkan kepindahan mendadak pemain bertinggi 191 cm ini.
Jordi Cruyff yang juga memiliki posisi strategis sebagai penasihat PSSI di Indonesia tentu memantau perkembangan Paes secara detail.
Selain faktor teknis, pemahaman mendalam Cruyff terhadap gaya main Paes menjadi alasan utama mengapa Ajax berani melakukan langkah ini.
Nama Denny Landzaat juga disebut-sebut memiliki pengaruh signifikan karena koneksi eratnya dengan lingkungan sepak bola di Indonesia.
Landzaat memiliki sejarah kerja sama yang kuat dengan Patrick Kluivert saat menangani tim nasional Garuda di masa lampau.