Rukun Raharja (RAJA) Bakal Buyback Saham, Siapkan Rp 250 Miliar
Ilustrasi pasar saham.(PIXABAY/PETE LINFORTH)
15:48
29 Januari 2026

Rukun Raharja (RAJA) Bakal Buyback Saham, Siapkan Rp 250 Miliar

— PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengumumkan rencana pembelian kembali atau buyback saham.

Langkah buyback saham RAJA ini dilakukan sebagai respons atas kondisi pasar modal yang mengalami tekanan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Aksi korporasi ini disiapkan menyusul pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun sekitar 8 persen pada perdagangan Rabu (28/1/2026) hingga memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Baca juga: Akhir Tahun Manis, Rukun Raharja (RAJA) Bagikan Dividen Interim ke Investor

Ilustrasi saham. Membangun kekayaan dari pasar saham bukan soal keberuntungan. Investor sukses memiliki tujuh kebiasaan yang mereka lakukan secara konsisten dan terbukti menghasilkan dalam jangka panjang.PIXABAY/SERGEI TOKMAKOV Ilustrasi saham. Membangun kekayaan dari pasar saham bukan soal keberuntungan. Investor sukses memiliki tujuh kebiasaan yang mereka lakukan secara konsisten dan terbukti menghasilkan dalam jangka panjang.

Perseroan menyatakan telah menyiapkan dana maksimal sebesar Rp 250 miliar untuk pelaksanaan buyback saham tersebut.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada publik, manajemen menjelaskan, pembelian kembali saham akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal, dengan periode pelaksanaan paling lama tiga bulan, terhitung sejak 29 Januari 2026 hingga 28 April 2026.

Langkah buyback ini diambil di tengah volatilitas pasar yang tinggi dan tekanan yang turut dirasakan oleh harga saham RAJA.

Manajemen menilai kondisi pasar saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental dan prospek bisnis perseroan, sehingga diperlukan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga saham.

Baca juga: Rukun Raharja (RAJA) Raup Laba Bersih Rp 400 Miliar pada Kuartal III 2025

Corporate Secretary RAJA Yuni Pattinasarani menyampaikan, pembelian kembali saham tidak hanya ditujukan untuk meredam fluktuasi harga saham dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bentuk keyakinan manajemen terhadap kondisi fundamental perusahaan.

“Aksi pembelian kembali saham ini mencerminkan keyakinan dan optimisme manajemen terhadap fundamental serta prospek pertumbuhan bisnis perseroan ke depan,” ujar Yuni dalam pernyataan resmi, Kamis (29/1/2026). 

Ilustrasi saham.SHUTTERSTOCK/FEYLITE Ilustrasi saham.

Menurut manajemen, pelaksanaan buyback akan dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

Perseroan juga menegaskan komitmennya untuk mematuhi seluruh regulasi yang berlaku di pasar modal selama periode pembelian kembali saham berlangsung.

Baca juga: Begini Prospek Saham BREN, BRMS, dan RAJA Setelah Masuk Indeks MSCI

Dari sisi keuangan, RAJA menilai kondisi likuiditas dan struktur permodalan perseroan berada pada tingkat yang kuat.

Dengan kondisi tersebut, manajemen memastikan bahwa aksi buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional perusahaan maupun terhadap rencana pengembangan usaha yang telah disusun sebelumnya.

“Dengan kondisi likuiditas dan struktur permodalan yang kuat, pelaksanaan buyback dipastikan tidak akan berdampak material terhadap kegiatan operasional maupun rencana pengembangan usaha perseroan,” lanjut Yuni.

Manajemen juga menyampaikan bahwa langkah ini merupakan sinyal positif kepada pelaku pasar mengenai ketahanan keuangan perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, baik di tingkat global maupun domestik.

Baca juga: RAJA Masuk MSCI Small Cap Index, Dorong Eksposur ke Investor Global

Buyback saham dipandang sebagai salah satu instrumen yang dapat digunakan emiten untuk menunjukkan kepercayaan diri terhadap kinerja dan arah bisnis ke depan, terutama di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

RAJA, yang bergerak di sektor energi, menyadari bahwa dinamika industri, termasuk fluktuasi harga minyak mentah dan gas bumi, menjadi salah satu faktor eksternal yang memengaruhi kinerja perusahaan.

Dalam konteks tersebut, perseroan menilai penting untuk menjaga kepercayaan pemegang saham dan publik melalui langkah-langkah korporasi yang terukur.

RAJA juga menegaskan bahwa informasi yang disampaikan kepada publik dapat mengandung pernyataan yang bersifat proyeksi, yang disusun berdasarkan informasi dan ekspektasi perusahaan pada saat ini.

Baca juga: Rukun Raharja (RAJA) Pilih Strategi Akuisisi untuk Masuk ke Bisnis EBT

Proyeksi tersebut mencakup berbagai risiko, ketidakpastian, serta asumsi yang dapat memengaruhi hasil aktual di masa mendatang.

Beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan hasil yang dicapai berbeda secara material antara lain kondisi industri energi, pergerakan harga minyak mentah dan gas bumi, kemampuan perusahaan dalam mengelola serta menyelesaikan proyek-proyek baru, serta perubahan pada berbagai faktor eksternal lainnya.

Perseroan menyebutkan bahwa apabila satu atau lebih dari risiko dan ketidakpastian tersebut benar-benar terjadi, atau jika asumsi yang digunakan tidak terbukti benar, maka hasil aktual dapat berbeda dari yang telah diindikasikan sebelumnya.

Tag:  #rukun #raharja #raja #bakal #buyback #saham #siapkan #miliar

KOMENTAR