Inflasi Medis Diprediksi 15 Persen, Sompo Perkuat Asuransi Kesehatan
Ilustrasi asuransi kesehatan. (SHUTTERSTOCK/VALERI LUZINA)
15:56
29 Januari 2026

Inflasi Medis Diprediksi 15 Persen, Sompo Perkuat Asuransi Kesehatan

Kenaikan biaya layanan kesehatan masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia.

Tekanan inflasi medis yang berlanjut membuat risiko pengeluaran kesehatan tak terduga semakin besar, baik bagi individu, keluarga, maupun perusahaan.

Kondisi ini mendorong perusahaan asuransi untuk menyesuaikan strategi perlindungan kesehatan agar tetap relevan dan berkelanjutan.

Baca juga: Sompo Insurance Sediakan Asuransi Kesehatan untuk UMKM, Apa Saja Fiturnya?

Ilustrasi asuransi kesehatan. FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi asuransi kesehatan.

PT Sompo Insurance Indonesia menilai inflasi medis yang berada di level tinggi akan terus memengaruhi cara masyarakat memandang pentingnya perlindungan kesehatan.

Perseroan menyatakan komitmennya untuk memperkuat solusi asuransi kesehatan di tengah meningkatnya biaya medis nasional dan regional.

Proyeksi tersebut sejalan dengan laporan tren kesehatan terbaru dari Willis Towers Watson (WTW).

Dalam laporan mengenai tren kesehatan tahun 2026, WTW memperkirakan inflasi medis di Indonesia mencapai sekitar 15 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata kawasan Asia Pasifik yang diperkirakan berada di kisaran 14 persen.

Baca juga: Libur Nataru Naikkan Mobilitas, Sompo Dorong Budaya Perjalanan Aman

Tekanan inflasi medis tidak hanya berdampak pada rumah tangga, tetapi juga pada dunia usaha. Perusahaan perlu menjaga kesinambungan manfaat kesehatan bagi karyawan tanpa menimbulkan beban berlebihan pada arus kas.

Di tengah situasi tersebut, asuransi kesehatan dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam pengelolaan risiko keuangan jangka panjang.

Chief Health Officer Sompo Insurance, Dolly Ritonga, mengatakan meningkatnya biaya layanan kesehatan turut mengubah cara pandang masyarakat terhadap proteksi kesehatan. Menurut dia, kebutuhan terhadap perlindungan yang komprehensif dan berkelanjutan semakin menguat.

Ilustrasi asuransi kesehatanDok. Shutterstock/ Monster Ztudio Ilustrasi asuransi kesehatan

“Di tengah tantangan biaya dan kompleksitas kebutuhan kesehatan, masyarakat kini semakin memahami pentingnya perlindungan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Sompo Insurance berkomitmen untuk terus menghadirkan produk yang tidak hanya memberikan perlindungan finansial, tetapi juga memudahkan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas,” ujar Dolly dalam keterangan tertulis, Kamis (29/1/2026).

Baca juga: Sompo Insurance Optimistis Hadapi 2025, Fokus Inovasi dan Kepercayaan Nasabah

Dolly menjelaskan, Sompo Insurance menyediakan solusi asuransi kesehatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan skala bisnis, mulai dari perusahaan berskala besar, menengah, hingga mikro.

Penyesuaian tersebut dihadirkan melalui produk Sompo HealthCare+, yang dirancang fleksibel mengikuti karakteristik dan kebutuhan masing-masing perusahaan.

Bagi Sompo Insurance, asuransi kesehatan tidak diposisikan semata sebagai transaksi finansial. Perlindungan kesehatan juga dipandang sebagai bagian dari strategi proteksi aset perusahaan serta perencanaan kesehatan jangka panjang bagi karyawan.

Dalam konteks sistem jaminan kesehatan nasional, Sompo HealthCare+ disebut hadir sebagai pelengkap program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Baca juga: Sompo Insurance Siap Spin Off Unit Usaha Syariah pada 2026

Asuransi swasta dinilai memiliki peran dalam menutup celah risiko finansial yang masih mungkin timbul dari lonjakan biaya layanan kesehatan.

“Sompo HealthCare+ hadir melengkapi manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, dan menjadi solusi penting untuk menekan risiko biaya layanan kesehatan yang tidak terduga,” kata Dolly.

Ia menambahkan, asuransi kesehatan swasta dapat memberikan perlindungan tambahan yang belum sepenuhnya tercakup dalam program JKN.

Perlindungan tersebut antara lain mencakup rawat inap dengan pilihan fasilitas yang lebih luas, rawat jalan, obat-obatan khusus, hingga manfaat untuk risiko penyakit kronis.

Asuransi adalah sebuah perjanjian hukum antara dua pihak, yaitu penanggung (perusahaan asuransi) dan tertanggung (nasabah).FREEPIK/FREEPIK Asuransi adalah sebuah perjanjian hukum antara dua pihak, yaitu penanggung (perusahaan asuransi) dan tertanggung (nasabah).

Baca juga: Luncurkan Asuransi Perlindungan Layar Ponsel, Ini Alasan Sompo

“Asuransi swasta berperan sebagai pelengkap dan menawarkan perlindungan tambahan seperti rawat inap dengan fasilitas yang lebih luas, rawat jalan, obat-obatan khusus, serta manfaat untuk risiko penyakit kronis yang belum sepenuhnya tercakup oleh BPJS. Hal ini dapat membantu menutup celah risiko finansial akibat lonjakan biaya kesehatan,” jelas Dolly.

Data internal perusahaan menunjukkan, hingga akhir 2025 Sompo Insurance telah melayani asuransi kesehatan bagi lebih dari 300 perusahaan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Jumlah tersebut mencerminkan masih terbukanya peluang pasar asuransi kesehatan, seiring meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya perlindungan kesehatan karyawan.

Di tengah proyeksi inflasi medis yang tetap tinggi dan dinamika biaya kesehatan yang terus berubah, Sompo Insurance menyatakan akan terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan solusi asuransi kesehatan yang berkelanjutan.

Baca juga: Sompo Insurance Berikan Asuransi bagi Direksi dan Pejabat Perusahaan

Perusahaan juga menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan asuransi kesehatan akan berlanjut sepanjang 2026, seiring kebutuhan proteksi yang semakin kompleks di sektor kesehatan.

Tag:  #inflasi #medis #diprediksi #persen #sompo #perkuat #asuransi #kesehatan

KOMENTAR