



Iran Tutup Fasilitas Nuklir Usai Panglima Israel Gertak Bakal Lakukan Serangan Balasan
Hal itu diungkap oleh Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi usai menggelar pertemuan singkat dengan otoritas Iran di sela-sela rapat Dewan Keamanan PBB di New York Amerika Serikat.
Dalam kesempatan itu Grossi meminta pemerintah Iran untuk gerak cepat menutup semua fasilitas nuklir usai mencuatnya isu terkait kemungkinan serangan balik Israel yang menargetkan fasilitas nuklir Iran.
“Kami selalu mengkhawatirkan kemungkinan terkait isu serangan balik Israel yang menyasar fasilitas nuklir Iran,” kata Grossi sebagaimana dikutip dari The Star dikutip The Daily Star.
“Oleh karena itu kami mempertimbangkan agar Iran menutup fasilitas nuklirnya demi keamananan bersama," imbuh Grossi.
Nantinya usai dibuka, fasilitas-fasilitas nuklir Iran yang merupakan jantung program nuklir Timur Tengah akan diawasi secara ketat oleh pengawas nuklir PBB. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kerusakan nuklir Iran pasca panglima Israel menggertak akan melakukan serangan balasan ke sejumlah titik -titik penting Iran.
Panglima Israel Tegaskan Akan Serangan IranPanglima militer Israel, Jenderal Herzi Halevi, menegaskan bahkan negaranya akan merespons serangan drone dan rudal yang dikirimkan Iran ke wilayahnya. Gertakan ini disampaikan Halevi saat berpidato di pangkalan militer Israel yang hancur karena menjadi target serangan Iran pada akhir pekan lalu.
"Peluncuran begitu banyak rudal (Iran), rudal jelajah dan UAV (drone) ke wilayah Negara Israel akan direspons," tegas Halevi.
Senada dengan Halevi, juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari juga turut mengutuk tindakan yang dilakukan Iran, ia bahkan mengancam akan melakukan pembalasan atas eskalasi yang dilakukan pasukan elit Iran yang akran disapa IRGC
"Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi Negara Israel, dan kami akan melakukannya pada kesempatan dan waktu yang kami tentukan," kata Hagari.
Sebagai informasi konflik antara Iran dan Israel pertama kali pecah usai Korps Angkatan Laut IRGC Iran kehilangan tujuh pasukan elitnya, akibat serangan udara yang dilancarkan jet tempur F-35 milik militer Israel ke Konsulat Iran di Damaskus.
Israel berdalih serangan terhadap Damaskus tidak menargetkan gedung kedutaan Iran, melainkan bangunan di dekatnya yang berfungsi sebagai markas militer Garda Revolusi.
Namun Iran menilai serangan mematikan itu telah mengganggu kedaulatan negaranya, alasan ini yang membuat IRGC murka hingga mereka nekat meluncurkan ratusan drone dan rudal ke wilayah Tel Aviv.
Imbas serangan ini, sejumlah wilayah pendudukan Israel dilaporkan meledak sementara sebuah pangkalan udara militer Israel paling penting di Negev hancur, setelah menjadi sasaran ratusan Rudal Kheibar Iran.
Tag: #iran #tutup #fasilitas #nuklir #usai #panglima #israel #gertak #bakal #lakukan #serangan #balasan