



Senjata Fregat Denmark Malfungsi Saat Diserang Drone Houthi di Laut Merah, Petinggi Militer Dipecat
Laporan media pada Kamis (4/4/2024), kerusakan sistem persenjataan itu terjadi ketika kapal perang tersebut diserang oleh drone yang dioperasikan oleh gerakan Houthi Yaman bulan lalu.
Insiden itu dijelaskan oleh kapten kapal pada Kamis ketika kapal tersebut tiba kembali di Denmark.
Kegagalan tersebut, yang hingga saat ini hanya diberitakan oleh media pertahanan lokal Olfi, mengutip laporan rahasia sang kapten, mendorong pemerintahDenmark memecat pejabat tinggi militernya, Flemming Lentfer, pada Rabu (3/4/2024).
Menteri Pertahanan Troels Lund Poulsen mengatakan pemecatan itu merupakan akibat dari pelanggaran kepercayaan, setelah Lentfer gagal memberi tahu kementerian secara rinci tentang insiden pada 9 Maret, saat kapal fregat Iver Huitfeldt diserang oleh Houthi.
"Meskipun mengalami kerusakan, fregat tersebut menembak jatuh empat drone," kata kapten kapal dan komandan kapal Sune Lund kepada Reuters.

“Kami mengalami beberapa kegagalan sistem, atau degradasi sistem, yang sedikit menyulitkan keterlibatan kami (dalam operasi gabungan pimpinan AS),” kata Lund, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
“Tetapi selama kontak senjata kami tidak pernah membiarkan diri tanpa pertahanan. Kami mampu terus berjuang dan menetralisir ancaman,” tambahnya
Adapun Angkatan bersenjata Denmark memposting video dramatis di media sosial yang pihanya menunjukkan jatuhnya drone.
Ini adalah pertama kalinya kapal perang Denmark terlibat pertempuran langsung sejak tahun 1943.
Fregat tersebut dikerahkan sebagai bagian dari Operation Prosperity Guardian (Operasi Penjaga Kemakmuran) yang dipimpin AS untuk membantu menjaga lalu lintas laut komersial di Laut Merah dari ancaman serangan Houthi.
Houthi menegaskan, blokade Laut Merah akan terus berlangsung selama agresi militer Israel masih terus terjadi di Gaza.
Belakangan, sasaran serang Houthi meluas ke kapal-kapal AS dan Inggris dan sekutunya lantaran melakukan agresi ke wilayah teritorial Yaman.

Menteri Pertahanan Denmark dan Kepala Komando Angkatan Laut Denmark Henrik Ryberg pada saat keberangkatannya telah diyakinkan bahwa kapal tersebut siap dan mampu menjalankan misi tersebut.
“Meninggalkan pangkalan angkatan laut, semuanya baik-baik saja,” kata menteri, seraya menambahkan bahwa alasan kegagalan tersebut masih diselidiki.
“Saya merasa yakin bahwa semua langkah telah diambil untuk mengurangi tantangan yang kami hadapi pada malam hari.”
Secara terpisah, peluncur rudal yang aktif namun rusak di kapal Angkatan Laut Kerajaan Denmark lainnya yang berlabuh di sebelah Iver Huitfeldt itu pada Kamis memicu penutupan wilayah udara dan lalu lintas pelayaran di Selat Great Belt, salah satu jalur laut tersibuk di dunia dan akses maritim utama ke Laut Baltik.
Sebagai anggota pendiri NATO, Denmark mengurangi kemampuan militernya setelah berakhirnya Perang Dingin pada awal tahun 1990an.
Namun kini, negara Nordik tersebut telah mengumumkan peningkatan besar dalam belanja militer untuk mencapai target NATO sebesar dua persen dari produk domestik bruto per negara anggota, dari 1,4 persen pada tahun lalu.
Tag: #senjata #fregat #denmark #malfungsi #saat #diserang #drone #houthi #laut #merah #petinggi #militer #dipecat