Trump Klaim Dewan Perdamaian Akan Gelontorkan Rp 84 T untuk Gaza, Indonesia Ikut Danai?
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (tengah) menandatangani piagam pendirian Dewan Perdamaian di sela pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).(AFP/FABRICE COFFRINI)
07:00
17 Februari 2026

Trump Klaim Dewan Perdamaian Akan Gelontorkan Rp 84 T untuk Gaza, Indonesia Ikut Danai?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa negara-negara anggota Dewan Perdamaian atau “Board of Peace” berkomitmen menyediakan lebih dari 5 miliar dollar AS (sekitar Rp 84 triliun) untuk rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan di Gaza.

Komitmen ini akan diumumkan secara resmi dalam pertemuan perdana dewan di Washington pada Kamis (19/2/2026).

Selain dana, beberapa negara juga siap mengirim ribuan personel untuk pasukan stabilisasi internasional yang mendapat otorisasi PBB.

Baca juga: Jelang Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian, Israel Masih Gempur Gaza, 10 Warga Tewas

Langkah ini menjadi bagian dari upaya internasional menstabilkan Gaza pascaperang Israel-Hamas.

Komitmen dana Rp 84 triliun

Dalam unggahan di Truth Social pada Minggu (15/2/2026), Trump menegaskan bahwa negara-negara anggota “akan mengumumkan janji lebih dari 5 miliar dollar AS untuk rekonstruksi dan upaya kemanusiaan di Gaza.”

Ia menambahkan bahwa anggota dewan telah berkomitmen mengerahkan ribuan personel untuk pasukan stabilisasi internasional dan kepolisian di wilayah Palestina tersebut.

Trump menyebut dewan ini sebagai “badan internasional paling konsekuensial dalam sejarah.”

Pertemuan resmi pertama Dewan Perdamaian akan digelar di Donald J Trump Institute of Peace, lembaga yang baru-baru ini dinamai ulang oleh Departemen Luar Negeri AS untuk menghormatinya. Delegasi dari lebih 20 negara, termasuk sejumlah kepala negara, dijadwalkan hadir.

Pembentukan dewan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB sebagai bagian dari rencana pemerintahan Trump untuk mengakhiri perang antara Israel dan Hamas di Gaza.

Biaya rekonstruksi capai Rp 1.177 triliun

Seorang pria berjalan di tengah reruntuhan bangunan yang hancur diserang Israel di permukiman Zahra, Nuseirat, tengah Jalur Gaza, pada 6 Februari 2026.AFP/EYAD BABA Seorang pria berjalan di tengah reruntuhan bangunan yang hancur diserang Israel di permukiman Zahra, Nuseirat, tengah Jalur Gaza, pada 6 Februari 2026.

Menurut perkiraan PBB, Bank Dunia, dan Uni Eropa, biaya rekonstruksi Gaza setelah lebih dari dua tahun perang diperkirakan mencapai 70 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.177 triliun).

Gencatan senjata yang dimediasi AS dan mulai berlaku pada 10 Oktober lalu menyerukan pembentukan pasukan internasional bersenjata untuk menjaga keamanan dan melucuti Hamas. Namun, hanya sedikit negara yang secara terbuka menyatakan minat untuk terlibat.

Fase kedua rencana tersebut meliputi penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza, perlucutan senjata Hamas, dan pengerahan pasukan stabilisasi internasional untuk menjamin keamanan.

Baca juga: Uni Eropa Tuding Dewan Perdamaian Gaza Hanya Jadi Alat Kepentingan Pribadi Trump

Indonesia siap kirim 8.000 prajurit

Beberapa kekuatan regional Timur Tengah, termasuk Turkiye, Mesir, Arab Saudi, Qatar, dan Israel, telah bergabung dalam Dewan Perdamaian, bersama negara berkembang seperti Indonesia. Meski begitu, sejumlah kekuatan global dan sekutu Barat AS masih bersikap hati-hati.

Militer Indonesia mengonfirmasi pada Minggu bahwa hingga 8.000 prajurit diharapkan siap pada akhir Juni untuk kemungkinan misi perdamaian dan kemanusiaan. Ini menjadi komitmen konkret pertama terhadap pasukan yang diusulkan dalam rencana tersebut.

Namun, Trump tidak merinci negara mana saja yang akan menyumbang dana, sehingga belum jelas apakah Indonesia juga akan berkontribusi secara finansial.

Trump desak Hamas lakukan pelucutan senjata

Trump juga menekankan pentingnya Hamas menepati komitmen untuk melucuti senjata sesuai rencana pascaperang.

“Yang sangat penting, Hamas harus menepati komitmennya untuk melakukan demiliterisasi penuh dan segera,” tulisnya di Truth Social.

Pelucutan senjata menjadi bagian utama fase kedua rencana gencatan senjata yang disepakati Israel dan Hamas pada Oktober lalu.

Meski Hamas sempat mengisyaratkan kemungkinan menyerahkan senjata kepada otoritas pemerintahan Palestina di masa depan, kelompok ini berulang kali menegaskan bahwa perlucutan senjata adalah “garis merah.”

Di sisi lain, kedua pihak terus saling menuduh melakukan pelanggaran gencatan senjata hampir setiap hari.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 590 warga Palestina tewas akibat serangan pasukan Israel sejak gencatan senjata dimulai, sementara Israel melaporkan empat tentaranya tewas akibat serangan militan Palestina dalam periode yang sama.

Baca juga: Tak Mau PBB Disaingi, Presiden Brasil dan Perancis Sindir Dewan Perdamaian Gaza

Tag:  #trump #klaim #dewan #perdamaian #akan #gelontorkan #untuk #gaza #indonesia #ikut #danai

KOMENTAR