Diyakini Jadi Penerus Takhta Korea Utara, Siapa Kim Ju Ae?
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un (kanan) bersama anaknya, Kim Ju Ae (tengah) dan istri, Ri Sol Ju (kiri) saat menonton pertunjukan Tahun Baru di May Day Stadium, Pyongyang, 31 Desember 2025.(KCNA/KNS via AFP)
05:36
17 Februari 2026

Diyakini Jadi Penerus Takhta Korea Utara, Siapa Kim Ju Ae?

- Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, tampaknya sedang mengambil langkah-langkah untuk mengonsolidasikan posisi putrinya, Kim Ju Ae, sebagai penerus takhta kekuasaan.

Hal itu diungkapkan Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) kepada para anggota parlemen pada Kamis (12/02).

Badan intelijen itu meyakini bahwa peran Kim Ju Ae dalam berbagai acara publik mengindikasikan bahwa ia telah mulai memberikan masukan ke kebijakan.

Ju Ae juga kini diperlakukan sebagai pemimpin tertinggi kedua secara de facto, sebagaimana disampaikan oleh anggota parlemen Park Sun-won dan Lee Seong-kweun kepada wartawan, setelah pengarahan tertutup kepada komite intelijen parlemen.

Baca juga: Sinyal Kuat Pyongyang, Kim Ju Ae Jadi Ahli Waris Takhta Korut

NIS juga melaporkan akan terus memantau apakah Ju Ae akan menghadiri kongres utama partai pada akhir Februari mendatang.

Pertemuan tersebut diyakini para analis akan mengungkap target kebijakan utama terkait ekonomi, urusan luar negeri, dan pertahanan untuk tahun-tahun ke depan.

Kim Ju Ae merupakan satu-satunya anak Kim Jong Un yang diketahui publik.

Anak sulung pemimpin itu diyakini secara luas adalah laki-laki, namun informasi mengenai hal tersebut sangat minim.

Jika Ju Ae menggantikan ayahnya, ia akan menjadi pemimpin perempuan pertama Korea Utara sejak rezim Komunis didirikan pada 1948.

Baca juga: 600 Prajuritnya Gugur di Ukraina, Kim Jong Un Siapkan Penghormatan Luar Biasa

Siapa Kim Ju Ae?

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dikenal sangat tertutup mengenai keluarganya, sehingga sangat sedikit informasi yang diketahui publik mengenai mereka.

Dia bahkan merahasiakan istrinya, Ri Sol Ju, untuk beberapa waktu setelah pernikahan mereka. Ri baru tampil di depan publik untuk pertama kalinya pada tahun 2012.

Media Korea Selatan melaporkan bahwa mereka menikah pada 2009 dan memiliki seorang anak setahun kemudian.

Ri Sol Ju juga diyakini sebagai ibu dari Kim Ju Ae, yang lahir beberapa tahun kemudian.

Sosok Kim Ju Ae pertama kali disebutkan secara publik pada 2013, setelah mantan bintang bola basket Amerika Serikat, Dennis Rodman, melakukan perjalanan kontroversial ke Korea Utara.

Baca juga: Situasi Memanas, Korut Ancam Korsel Jika Drone Seberangi Perbatasan

Rodman mengatakan bahwa dirinya menghabiskan waktu bersama keluarga Kim, bersantai di tepi laut, dan sempat menggendong bayi mereka yang ia sebut bernama Ju Ae.

Saat ini, Kim Ju Ae diperkirakan berada di usia awal remaja.

Informasi mengenai Kim Ju Ae sempat tidak terdengar hingga November 2022, saat dia muncul mendampingi ayahnya dalam peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM).

"Bahkan media Korea Utara hanya mengakuinya sebagai putri Kim Jong Un, tanpa menyebutkan nama atau usianya," kata Fyodor Tertitskiy, peneliti politik Korea Utara dari Universitas Kookmin di Seoul.

"Tidak ada hal lain yang diketahui, setidaknya secara publik," tambahnya.

Baca juga: Badan Intelijen Korsel Digerebek, Diduga Terlibat Insiden Drone di Korut

Dalam pengarahan tertutup pada 2023, NIS memberi tahu para politisi Korea Selatan bahwa Kim Ju Ae tidak pernah terdaftar di lembaga pendidikan resmi dan menjalani pendidikan dari rumah (home-schooling) di Pyongyang.

Laporan tersebut juga menjelaskan bahwa Ju Ae memiliki hobi seperti berkuda, berenang, dan bermain ski.

Salah satu peserta dalam pengarahan itu kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa Kim Jong Un sangat puas dengan keterampilan berkuda putrinya.

NIS menyatakan bahwa Kim Ju Ae memiliki seorang kakak laki-laki dan seorang adik yang jenis kelaminnya belum dapat dikonfirmasi oleh lembaga tersebut. Hingga saat ini, kedua saudara tersebut belum pernah terlihat di depan publik.

Baca juga: Kesaksian Warga Korut, Siswa Sekolah Dieksekusi gara-gara Nonton Squid Game

Debut publik

Kim Jong Un muncul di depan umum bersama Kim Ju Ae, namun ia juga memiliki anak lain dan sangat sedikit yang diketahui tentang mereka.REUTERS via BBC INDONESIA Kim Jong Un muncul di depan umum bersama Kim Ju Ae, namun ia juga memiliki anak lain dan sangat sedikit yang diketahui tentang mereka.

Profil publik Kim Ju Ae dilaporkan terus meningkat seiring waktu. Ia kini terlihat mendampingi ayahnya di berbagai kesempatan, baik dalam acara militer maupun non-militer.

Pada September lalu, Ju Ae nampak menemani ayahnya dalam kunjungan ke China untuk menghadiri parade militer Hari Kemenangan. Hal itu menjadi perjalanan luar negeri pertamanya yang terdokumentasi.

Kunjungan itu dinilai signifikan karena menandai debut diplomatik multilateral bersejarah pemimpin Korea Utara itu bersama Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin, meskipun Kim Ju Ae tidak muncul dalam parade tersebut.

Pada Desember 2023, keduanya menghadiri peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat Hwasong-18, rudal jarak jauh paling canggih dalam alutsista negara tersebut.

Baca juga: Pesan Tersembunyi di Balik Tembakan Rudal Balistik Korut ke Laut Jepang

Ju Ae juga mendampingi ayahnya saat peluncuran satelit mata-mata Malligyong-1 pada November tahun yang sama. Pyongyang mengklaim kalau satelit itu mampu memberikan Kim Jong Un pemandangan Gedung Putih, AS.

Selain itu, Radio Free Asia melaporkan pada Februari 2023 bahwa pemerintah Korea Utara memerintahkan siapa pun yang memiliki nama "Kim Ju Ae" untuk mengganti nama mereka. Hal ini disebut sebagai praktik standar dalam dinasti penguasa.

Para pengamat Korea Utara juga mencatat bahwa Kim Ju Ae kini mulai disebut sebagai putri yang dihormati, bukan lagi putri yang dicintai.

Kata sifat "dihormati" merupakan sebutan khusus yang diberikan ke sosok yang paling dipuja di Korea Utara. Sebagai contoh, Kim Jong Un sendiri baru disebut sebagai "rekan yang dihormati", setelah statusnya sebagai pemimpin masa depan telah dikukuhkan.

Baca juga: Lagi, Korut Disebut Tembakkan Rudal Balistik, Sudah 2 Kali Dalam Sebulan

Calon pengganti yang potensial?

Warga Korea Utara didoktrin bahwa keluarga Kim berasal dari garis keturunan suci, yang berarti hanya mereka yang berhak memimpin negara tersebut.

Beberapa analis menilai bahwa memperkenalkan Kim Ju Ae kepada publik di usia dini merupakan cara pemimpin Korea Utara untuk memantapkan posisi putrinya jauh sebelum ia memegang kekuasaan.

Meski demikian, belum ada indikasi bahwa suksesi itu akan terjadi dalam waktu dekat, dan rumor mengenai kesehatan Kim Jong Un yang memburuk sebelumnya telah dibantah.

Di sisi lain, beberapa pihak menilai langkah ini merupakan cara Kim Jong Un untuk menunjukkan citra sebagai ayah yang penyayang di tengah masyarakat Korut yang sangat patriarki.

"Melihat para pemimpin sebelumnya, Kim Jong Il dan Kim Il Sung, ada banyak propaganda yang berfokus pada peran pemimpin Korea Utara sebagai figur keibuan dan kebapakan," kata Edward Howell, dosen politik di Universitas Oxford dan ahli tentang Semenanjung Korea, dalam sebuah wawancara sebelumnya.

"Jadi saya pikir simbolisme ini juga berlanjut dengan menampilkannya (Ju Ae) bersama ayahnya di depan umum."

Baca juga: Lee Chang-soo, Pria Korut yang Membelot ke Korsel karena Cinta, Meninggal Dunia

Namun, tambah Howel, "Memiliki anggota garis keturunan Kim sangat penting bagi kepemimpinan Korea Utara sehingga jika pemimpin perempuan, hal itu lebih baik daripada memiliki pemimpin yang bukan anggota keluarga Kim," kata Howell.

Sebelumnya, NIS Korea Selatan menyatakan suksesi itu masih mempertimbangkan segala kemungkinan karena terdapat banyak variabel.

Sementara itu, Fyodor Tertitskiy meyakini bahwa Kim Jong Un sedang "menguji pendapat publik dan kaum elite terhadap potensi suksesi" dengan menampilkan Kim Ju Ae secara terbuka.

Hal yang biasanya tidak dilakukan hingga suksesi dikonfirmasi. Namun, ia sepakat bahwa masih terlalu dini untuk membicarakan pengganti Kim Jong Un.

"Jika dia (Kim Jong Un) meninggal pada usia yang sama dengan ayahnya, yakni 70 tahun, maka itu akan terjadi pada 2054. Bahkan jika kita berasumsi negara Korea Utara bertahan hingga saat itu dalam bentuknya yang sekarang, masyarakatnya mungkin tidak akan sama lagi," ujar Tertitskiy.

"Selain itu, perlu juga dicatat bahwa ada perbedaan antara menerima kesetaraan gender secara umum dan menerima seorang penguasa perempuan," tambahnya.

Artikel ini telah tayang di BBC Indonesia dengan judul: Siapakah putri Kim Jong Un, sosok kuat penerus kekuasaan Korea Utara?

Tag:  #diyakini #jadi #penerus #takhta #korea #utara #siapa

KOMENTAR