Benfica Vs Real Madrid, Mourinho: Kami Tak Butuh Keajaiban untuk Menang
Pelatih Benfica, Jose Mourinho, menunjukkan rasa optimistis yang tinggi jelang laga krusial kontra Real Madrid.
Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung dalam babak play-off 16 besar Liga Champions 2025-2026 di Estadio da Luz, Selasa (17/2/2026).
Jose Mourinho meyakini anak asuhnya mampu mengimbangi kekuatan sang raksasa Spanyol tanpa harus mengandalkan keberuntungan semata.
Apalagi, pada pertemuan sebelumnya di fase liga beberapa pekan lalu, Benfica berhasil membungkam El Real di tempat yang sama dengan skor meyakinkan 4-2.
Menghadapi tim bertabur bintang di ajang UEFA Champions League, pria asal Portugal itu menekankan pentingnya kesiapan mental dan teknis.
Baca juga: Prakiraan Line Up Benfica Vs Real Madrid di Liga Champions
Menurutnya, mengalahkan tim sekaliber Madrid memang sulit, namun bukan sesuatu yang mustahil dilakukan oleh timnya saat ini.
"Saya tidak berpikir Benfica membutuhkan keajaiban untuk mengeliminasi Real Madrid," kata Jose Mourinho seperti dikutip dari Diario AS.
"Saya rasa Benfica harus berada dalam performa terbaik. Saya bahkan tidak bermaksud harus berada di puncak performa mereka, tetapi penampilan maksimal, hampir mencapai kesempurnaan, yang sebenarnya tidak ada, tapi bukan keajaiban."
Pelatih berjuluk The Special One itu pun mengakui kelas dunia yang dimiliki lawan, namun ia percaya pada kekuatan sepak bola yang seringkali memberikan kejutan.
"Jelas, Real Madrid adalah Real Madrid, para pemain Real Madrid adalah pemain Real Madrid: sejarah, pengetahuan, ambisi," tegas Mourinho.
"Satu-satunya hal yang membandingkan mereka adalah bahwa kami merupakan dua klub raksasa."
"Di luar itu, tidak ada lagi. Namun, sepak bola memiliki kekuatan ini, dan kami bisa menang," lanjutnya.
Baca juga: Jose Mourinho Bisa Katakan Tidak ke Real Madrid dan Florentino Perez
Kenangan dan Hubungan Abadi dengan Madrid
Aksi penyerang Real Madrid Vinicius Junior (kanan) pada laga pekan ke-8 Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 28 Januari 2026.
Laga ini juga menjadi momen emosional bagi Mourinho yang pernah menukangi Madrid pada periode 2010-2013.
Selama masa baktinya di ibu kota Spanyol, ia sukses mempersembahkan tiga trofi meski perjalanannya kerap diwarnai kontroversi, termasuk insiden ikonik dengan mendiang asisten pelatih Barcelona, Tito Vilanova, pada 2011 silam.
Meski sempat ada ketegangan di masa lalu, Mourinho menegaskan bahwa ia memiliki hubungan yang sangat baik dengan para penggemar Los Blancos hingga saat ini.
"Saya memberikan segalanya untuk Real Madrid. Saya melakukan hal-hal dengan baik dan hal-hal buruk, tetapi saya memberikan yang terbaik," jelasnya.
"Ketika seorang profesional memberikan segalanya, ada ikatan yang bertahan selamanya," tutur Mou.
Ia mengakhiri komentarnya dengan menyatakan rasa hormat yang mendalam kepada mantan klubnya tersebut.
Baca juga: Benfica Vs Real Madrid, Jose Mourinho: Raja yang Terluka Itu Berbahaya
"Perasaan saya setelah 12 tahun bersama para penggemar Madrid sama seperti perasaan saya, mereka menghormati dan sangat menghargai saya."
"Itu fantastis bagi saya. Saya tidak ingin memicu cerita yang tidak ada," pungkasnya.
Tag: #benfica #real #madrid #mourinho #kami #butuh #keajaiban #untuk #menang