Investasi Emas Digital Populer, Hindari Kesalahan Ini agar Tak Rugi
Ilustrasi emas. Harga emas turun tajam pada 31 Januari 2026(Freepik)
09:20
17 Februari 2026

Investasi Emas Digital Populer, Hindari Kesalahan Ini agar Tak Rugi

– Investasi emas digital semakin diminati masyarakat karena kemudahan akses, fleksibilitas nominal investasi, serta kemampuan bertransaksi secara online.

Melalui layanan seperti Tabungan Emas Pegadaian, misalnya, investor dapat membeli emas digital mulai dari nominal kecil, bahkan sekitar Rp 10.000, dan menyimpannya dalam bentuk saldo digital yang dapat dikonversi menjadi emas fisik atau dicairkan sewaktu-waktu.

Tabungan emas merupakan layanan pembelian dan penitipan emas yang memungkinkan investor menambah saldo emas secara bertahap, mirip dengan mekanisme tabungan konvensional, tetapi nilainya mengikuti fluktuasi harga emas di pasar.

Baca juga: Investasi Emas Digital: Ini yang Harus Dipahami Investor Pemula

Ilustrasi emas. Pegadaian Ungkap Penyebab Nasabah Sulit Cetak Emas FisikDOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas. Pegadaian Ungkap Penyebab Nasabah Sulit Cetak Emas Fisik

Kemudahan tersebut membuat emas digital semakin populer, terutama di kalangan investor pemula.

Namun, seperti instrumen investasi lainnya, emas digital memiliki risiko dan karakteristik yang perlu dipahami dengan baik.

Sejumlah kesalahan umum masih sering dilakukan investor, mulai dari salah memahami risiko harga, mengabaikan biaya, hingga menjadikan emas sebagai instrumen spekulatif jangka pendek.

Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat berinvestasi emas digital.

Baca juga: Hartadinata Abadi (HRTA) Rilis Aplikasi HRTA Gold, Tarik Minat Transaksi Emas Digital

1. Menganggap emas sebagai aset tanpa risiko

Salah satu kesalahan paling umum adalah menganggap emas sebagai investasi tanpa risiko.

Persepsi ini muncul karena emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Namun, para pakar investasi menegaskan, emas tetap memiliki risiko harga dan tidak selalu menghasilkan keuntungan dalam jangka pendek.

Ilustrasi emas digital, emas fisik. Apakah Investasi Emas Digital di Indonesia Aman? Ini Kata Bappebti dan ICDX Dok. ICDX Ilustrasi emas digital, emas fisik. Apakah Investasi Emas Digital di Indonesia Aman? Ini Kata Bappebti dan ICDX

David Flores Wilson, managing partner di Sincerus Advisory, mengatakan investor perlu berhati-hati terhadap asumsi bahwa emas selalu memberikan nilai yang meningkat.

Baca juga: Apa Itu Emas Digital dan Potensinya di Indonesia?

"Para investor harus menyadari bahwa ada periode lebih dari 10 tahun terakhir di mana imbal hasil emas hampir stagnan,” kata Wilson, dikutip dari Investopedia.

Hal ini menunjukkan, meskipun emas memiliki reputasi sebagai aset aman, kinerjanya tetap bergantung pada kondisi pasar global, termasuk kebijakan moneter, inflasi, dan permintaan investor.

Dalam sistem tabungan emas digital, nilai saldo investor juga mengikuti perubahan harga emas setiap hari.

Pegadaian menjelaskan, dana yang disetor akan dikonversi menjadi saldo emas yang nilainya disesuaikan dengan perubahan atau fluktuasi harga per harinya.

Baca juga: Transaksi Emas Digital Melejit, Nilai Perdagangan Tembus Rp 115,6 T

Artinya, saldo emas digital dapat mengalami kenaikan maupun penurunan, tergantung kondisi pasar.

2. Tidak memahami emas adalah instrumen investasi, bukan tabungan yang dijamin

Kesalahan lain adalah menganggap emas digital sama dengan tabungan bank yang dijamin dan bebas risiko.

Produk tabungan emas Pegadaian sendiri merupakan instrumen investasi, bukan simpanan perbankan. Karena itu, investasi emas tidak dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Perbedaan ini penting dipahami karena nilai investasi emas tidak memiliki jaminan tetap seperti tabungan konvensional. Harga emas bisa berubah mengikuti dinamika pasar global.

Baca juga: Transaksi Emas Digital Melesat, Wamendag Minta Keamanan Dipastikan

Selain itu, tujuan utama investasi emas adalah memperoleh keuntungan dari perubahan harga. Pegadaian menjelaskan, trading emas bertujuan memperoleh profit dari pergerakan harga emas, yang mencerminkan sifatnya sebagai instrumen investasi berbasis pasar.

Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026) DOK. Pixabay/hamiltonleen. Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026)

Dengan demikian, investor perlu memahami bahwa emas digital bukan instrumen dengan imbal hasil tetap, melainkan instrumen investasi yang dipengaruhi fluktuasi harga.

3. Mengabaikan biaya administrasi dan biaya tambahan

Kesalahan berikutnya adalah tidak memperhitungkan biaya administrasi, biaya pengelolaan, atau biaya transaksi yang terkait dengan investasi emas digital.

Dalam layanan Tabungan Emas Pegadaian, misalnya, investor perlu membayar biaya pembukaan rekening sekitar Rp 10.000 dan biaya pengelolaan tahunan sekitar Rp 30.000.

Baca juga: Perdagangan Emas Digital Bakal Sentuh 25 Juta Gram di ICDX

Selain itu, terdapat biaya lain seperti biaya pencetakan emas fisik jika investor ingin mengonversi saldo digital menjadi emas batangan. Biaya ini bervariasi tergantung denominasi dan merek emas yang dipilih.

Di tingkat global, para pakar investasi juga mengingatkan bahwa emas dapat memiliki berbagai biaya tambahan, tergantung bentuk investasinya.

MaryAnne Gucciardi, perencana keuangan bersertifikat di Wealthmind Financial Planning, mengatakan, investasi emas bisa memiliki biaya tambahan, termasuk biaya penyimpanan dan premi pembelian atau penjualan.

“Ada biaya untuk menyimpannya dengan aman,” katanya.

Baca juga: Investasi dari Ujung Jari, Emas Digital Jadi Pilihan Investor Muda?

Biaya-biaya tersebut dapat memengaruhi hasil investasi, terutama jika investor tidak memperhitungkannya sejak awal.

4. Berinvestasi tanpa strategi atau tujuan jangka panjang

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah membeli emas digital tanpa strategi investasi yang jelas.

Emas sering digunakan sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang. Namun, sebagian investor justru memperlakukannya sebagai instrumen spekulatif jangka pendek, yang dapat meningkatkan risiko kerugian.

Gucciardi menjelaskan, memprediksi arah harga emas dalam jangka pendek tidak mudah.

Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia mencatat pergerakan ekstrem dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah analis mengaitkan volatilitas tersebut dengan aktivitas spekulatif di China.DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia mencatat pergerakan ekstrem dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah analis mengaitkan volatilitas tersebut dengan aktivitas spekulatif di China.

Baca juga: Emas Digital Bertemu Seni: Treasury Angkat Nilai Investasi ke Ranah Budaya

“Bagi investor jangka pendek, emas seringkali bergantung pada waktu yang tepat untuk memasuki pasar, dan itu sulit,” tuturnya.

Karena harga emas dipengaruhi berbagai faktor global, seperti kebijakan suku bunga, inflasi, dan kondisi geopolitik, fluktuasi harga dalam jangka pendek sulit diprediksi secara konsisten.

Pegadaian juga menyebut, trading emas bersifat spekulatif karena bertujuan memanfaatkan fluktuasi harga harian, berbeda dengan investasi emas jangka panjang yang berorientasi pada akumulasi aset.

Tanpa strategi investasi yang jelas, investor berisiko membeli atau menjual emas pada waktu yang kurang optimal.

Baca juga: Punya Rp 10.000 di Rekening? Ternyata Bisa Langsung Jadi Emas Digital

5. Tidak memantau harga emas secara berkala

Karena nilai emas digital mengikuti harga pasar, investor perlu memantau harga emas secara berkala.

Pegadaian menyarankan investor untuk melakukan pemantauan harga emas secara periodik melalui situs resmi atau aplikasi, karena saldo emas dikonversi berdasarkan harga yang terus berubah.

Investor yang tidak memantau harga berisiko melakukan pembelian atau penjualan pada saat harga tidak menguntungkan.

Selain itu, harga emas dapat mengalami periode stagnasi. Wilson mengatakan, ada periode panjang ketika harga emas tidak mengalami kenaikan signifikan.

Baca juga: 5 Keuntungan Investasi Emas Digital di Tengah Melonjaknya Harga

Hal ini menunjukkan pentingnya memahami siklus harga emas dan tidak hanya mengandalkan asumsi bahwa harga emas selalu naik.

6. Tidak memahami cara kerja emas digital

Sebagian investor pemula juga tidak sepenuhnya memahami mekanisme emas digital, termasuk cara pembelian, penyimpanan, dan pencairannya.

Dalam layanan Tabungan Emas Pegadaian, saldo emas disimpan secara digital dan dapat dicairkan, digadaikan, atau dicetak menjadi emas fisik.

Pemerintah resmi mengenakan bea keluar untuk ekspor emas. Kebijakan ini dinilai bisa menekan margin emiten tambang, meski harga sahamnya masih bergerak positif.Shutterstock/VladKK Pemerintah resmi mengenakan bea keluar untuk ekspor emas. Kebijakan ini dinilai bisa menekan margin emiten tambang, meski harga sahamnya masih bergerak positif.

Investor juga dapat melakukan pembelian emas secara bertahap, tanpa batasan nominal tertentu, sehingga memungkinkan akumulasi aset secara fleksibel.

Baca juga: Investasi Emas Digital, Pilihan Cerdas untuk Generasi Muda Masa Kini

Namun, karena emas digital tidak langsung berbentuk fisik, investor perlu memahami bahwa kepemilikan emas tercatat dalam sistem digital, bukan dalam bentuk emas yang langsung dipegang.

Pegadaian menegaskan bahwa meskipun berbentuk digital, saldo tersebut tetap didukung oleh emas 24 karat.

Memahami mekanisme ini penting untuk menghindari kesalahpahaman mengenai bentuk dan cara penyimpanan aset.

7. Mengalokasikan terlalu banyak dana ke emas

Kesalahan lain adalah mengalokasikan terlalu besar porsi investasi ke emas, tanpa diversifikasi ke instrumen lain.

Baca juga: Tips Investasi Emas Digital yang Aman dan Menguntungkan

Para pakar investasi menyarankan agar emas digunakan sebagai bagian dari strategi diversifikasi, bukan satu-satunya instrumen investasi.

Menurut Investopedia, perencana keuangan umumnya merekomendasikan alokasi emas sekitar 5 persen hingga 10 persen dari total portofolio investasi. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan risiko dan potensi imbal hasil.

Diversifikasi penting karena setiap instrumen investasi memiliki karakteristik risiko dan keuntungan yang berbeda.

8. Tidak memilih platform investasi yang terpercaya

Dalam investasi emas digital, pemilihan platform juga menjadi faktor penting.

Baca juga: Bitcoin Makin Dilirik sebagai Emas Digital jika Inflasi Melonjak

Ilustrasi emas, harga emas. Harga emas dunia.  Harga emas dunia menguat setelah pelaku pasar meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS Federal Reserve (The Fed). 
PEXELS/MICHAEL STEINBERG Ilustrasi emas, harga emas. Harga emas dunia. Harga emas dunia menguat setelah pelaku pasar meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS Federal Reserve (The Fed).

Pegadaian menekankan pentingnya memilih platform investasi emas digital yang terpercaya dan diawasi regulator. Produk Tabungan Emas Pegadaian sendiri diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pengawasan regulator membantu memastikan keamanan transaksi dan kepastian kepemilikan emas investor.

Selain itu, Pegadaian menjamin saldo emas digital memiliki dukungan emas fisik dengan kadar 24 karat. Faktor keamanan dan legalitas menjadi aspek penting dalam investasi emas digital.

Kemudahan investasi emas digital dan potensi risikonya

Investasi emas digital menawarkan berbagai kemudahan, termasuk pembelian dengan nominal kecil, transaksi online, dan fleksibilitas pencairan.

Baca juga: Mau Investasi Emas Digital? Ini Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

Investor dapat membeli emas mulai dari nominal rendah dan menambah saldo secara bertahap sesuai kemampuan finansial.

Saldo emas dapat dicetak menjadi emas fisik, ditransfer, dijual kembali, atau digadaikan sesuai kebutuhan investor.

Namun, seperti instrumen investasi lainnya, emas digital tetap memiliki risiko, termasuk fluktuasi harga, biaya administrasi, dan potensi kerugian jika tidak dikelola dengan baik.

Para pakar investasi menekankan pentingnya memahami karakteristik emas sebelum berinvestasi, termasuk potensi stagnasi harga, biaya tambahan, serta pentingnya diversifikasi.

Baca juga: Tips Memulai Investasi Emas Digital dengan Aman

Emas dapat menjadi bagian dari strategi investasi, tetapi tetap memerlukan pemahaman yang baik mengenai risiko dan mekanisme investasinya.

Tag:  #investasi #emas #digital #populer #hindari #kesalahan #agar #rugi

KOMENTAR