Alvaro Morata Minta Maaf Usai Kartu Merah Konyol, Akui Khilaf Tanduk Pemain Fiorentina
Penyerang andalan Como 1907, Alvaro Morata, akhirnya menyampaikan penyesalan mendalam usai menerima kartu merah dalam laga krusial akhir pekan lalu.
Tindakan tidak terpuji tersebut mewarnai kekalahan tipis I Lariani saat menjamu tim tamu di Stadion Giuseppe Sinigaglia.
Insiden yang menimpa Alvaro Morata ini terjadi pada pengujung laga pekan ke-25 Liga Italia 2025-2026.
Tragedi kartu merah konyol tersebut menjadi sorotan tajam lantaran sang pemain merupakan sosok berpengalaman yang diharapkan mampu menjaga ketenangan tim di saat-saat genting.
Momen buruk bagi I Lariani bermula saat tim dalam posisi tertinggal 1-2 dari Fiorentina.
Baca juga: Mirwan Suwarso Minta Fabregas Pertahankan Filosofi Como: Kemenangan Bukan Segalanya
Tensi pertandingan meningkat di menit ke-88 ketika Morata terlibat adu mulut dengan pemain lawan, Rolando Mandragora.
Akibatnya, wasit mencabut kartu kuning pertama untuk penyerang asal Spanyol tersebut.
Hanya berselang satu menit, situasi semakin memburuk. Alvaro Morata kehilangan kendali emosi setelah terprovokasi dan melakukan aksi brutal dengan menanduk kepala Luca Ranieri.
Wasit tanpa ragu langsung mengeluarkan kartu kuning kedua yang otomatis berujung kartu merah, memaksa Como bermain dengan 10 pemain hingga laga usai.
Kemarahan Cesc Fabregas
Kekalahan ini berdampak signifikan bagi klub milik pengusaha asal Indonesia, Djarum Group, karena mereka harus terlempar dari zona lima besar klasemen sementara.
Pelatih Como, Cesc Fabregas, tidak bisa menyembunyikan amarahnya atas tindakan ceroboh sang striker.
Baca juga: Hasil Como Vs Fiorentina 1-2, Fabregas Soroti Pujian Berlebihan
Fabregas bahkan melontarkan kritik pedas dan menyarankan anak asuhnya itu untuk mempertimbangkan cabang olahraga lain jika tidak sanggup menghadapi tekanan di lapangan hijau.
"Provokasi adalah bagian dari sepak bola, mereka yang tidak bisa menerimanya sebaiknya bermain olahraga lain,” kata Fabregas.
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, saat menangani kubu milik Grup Djarum asal Indonesia tersebut di ajang Liga Italia 2025-2026.
Ia menambahkan kekecewaannya terhadap kedewasaan bermain Morata.
"Saya mengharapkan lebih banyak dari pemain berpengalaman seperti dia. Namun, kami tidak boleh mencari alasan, dan kami tidak boleh membiarkan apa yang dilakukan orang lain di lapangan memengaruhi kami," imbuhnya.
Penyesalan dan Permintaan Maaf Morata
Setelah sempat bungkam pasca-laga, Morata akhirnya buka suara melalui saluran media sosial pribadinya.
Ia mengakui kekhilafannya dan berjanji untuk belajar dari kesalahan tersebut demi masa depan tim di kompetisi Serie A.
Baca juga: Hasil Como Vs Fiorentina 1-2: Morata Dikartu Merah, Tim Fabregas Kalah
"Sekali lagi, saya melakukan kesalahan," ucap Morata seperti dikutip dari TuttoMercatoWeb.
"Sekali lagi, saya terjebak dalam kebisingan konstan di mana segala sesuatu diperbolehkan, di mana mengungkapkan pendapat tampaknya lebih penting daripada berpikir."
"Di mana bersuara terasa kurang penting dibandingkan gaung yang dihasilkannya. Yang tersisa hanyalah terus maju, bekerja, dan berjuang, seperti yang selalu saya lakukan," pungkasnya.
Tag: #alvaro #morata #minta #maaf #usai #kartu #merah #konyol #akui #khilaf #tanduk #pemain #fiorentina