Sudutkan Arab Saudi di Mata AS, UEA Disebut Dekati Kelompok Pro-Israel
Hubungan erat Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan selama bertahun-tahun dianggap sebagai tulang punggung aliansi kedua negara, mulai menunjukkan keretakan.(X @SerapBalaman)
05:06
16 Februari 2026

Sudutkan Arab Saudi di Mata AS, UEA Disebut Dekati Kelompok Pro-Israel

- Uni Emirat Arab disebut-sebut mulai memanfaatkan kedekatannya dengan kelompok lobi pro-Israel guna menekan posisi Arab Saudi dalam perselisihan regional mereka.

Langkah ini menandai babak baru diplomasi UEA yang mencoba mengambil keuntungan politis pasca-Kesepakatan Abraham (Abraham Accords) 2021.

Berdasarkan laporan Middle East Eye (MEE) pada Rabu (11/2/2026), pejabat aktif dan mantan pejabat AS mengungkapkan bahwa UEA telah mendekati kelompok lobi berpengaruh, Komite Yahudi Amerika (AJC). 

Abu Dhabi dilaporkan mendesak AJC untuk mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan meningkatnya sentimen antisemitisme di Arab Saudi.

Baca juga: Arab Saudi Rilis Paspor Unta, Begini Isi dan Penampakannya

Tekan Arab Saudi dengan isu antisemitisme

Pemanfaatan kelompok lobi pro-Israel ini dinilai sebagai langkah strategis, karena isu antisemitisme merupakan topik yang sangat sensitif bagi Pemerintah AS. 

Jika narasi ini berhasil, reputasi Riyadh di mata Washington terancam rusak parah.

"Perseteruan ini telah mengambil dimensi keagamaan," ujar pejabat AS tersebut kepada MEE.

Tuduhan ini memicu reaksi keras dari banyak pihak. 

Ahmed Altuwaijri, akademisi Saudi dan mantan dekan di King Saud University, menyebut langkah UEA tersebut sebagai bentuk manipulasi yang berbahaya.

"UEA tahu bahwa antisemitisme adalah isu sensitif di AS, jadi mereka mencoba memanipulasinya dengan sekutu Israel untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi klaim ini keterlaluan dan sepenuhnya salah," tegas Altuwaijri.

Baca juga: AS Guyur Israel dan Arab Saudi Senjata, Konflik Timur Tengah Makin Panas

Gerilya "damage control" Riyadh

Menyadari risiko diplomatik yang besar, Arab Saudi tidak tinggal diam. 

Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, dilaporkan melakukan langkah cepat atau damage control (pengendalian kerusakan).

Bulan lalu, Pangeran Khalid bertemu dengan sejumlah kelompok pro-Israel di Washington, termasuk AJC dan ADL. 

Pertemuan ini bertujuan untuk menetralisir narasi negatif yang berkembang. 

Seorang mantan pejabat AS menggambarkan gerilya diplomasi ini sebagai upaya nyata Riyadh untuk menjaga hubungan baiknya dengan simpul-simpul kekuasaan di AS.

Ketegangan antara kedua negara ini sebenarnya telah memuncak sejak Desember lalu, dipicu oleh perbedaan sikap dalam konflik di Yaman. 

Persaingan ini juga meluas hingga ke Benua Afrika. Di Sudan, kedua negara berada di pihak yang berseberangan

Tag:  #sudutkan #arab #saudi #mata #disebut #dekati #kelompok #israel

KOMENTAR