AS Mulai Menembak, Drone Iran Jatuh di Laut Arab
- Jet tempur siluman Amerika Serikat (AS) menembak jatuh drone Iran yang bertindak agresif saat mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab, Selasa (3/2/2026).
Insiden terjadi ketika kapal induk Angkatan Laut AS itu sedang berlayar sekitar 800 kilometer dari garis pantai Iran.
Juru bicara Komando Pusat AS (Centcom), Kapten Tim Hawkins, menjelaskan bahwa tembakan dilakukan oleh pesawat tempur F-35C untuk melindungi kapal dan seluruh personel di dalamnya.
Baca juga: AS Pasang Perisai Udara di Timur Tengah, Persiapan Serang Iran?
“Sebuah jet tempur F-35C dari Abraham Lincoln menembak jatuh drone Iran tersebut untuk membela diri dan melindungi kapal induk serta personel di dalamnya,” kata Hawkins dalam pernyataan resmi, seperti dikutip AFP.
Ia menyebut drone tipe Shahed-139 itu terus terbang mendekat, meskipun pasukan AS melakukan sejumlah langkah untuk meredakan ketegangan.
Hawkins juga mengonfirmasi insiden terpisah pada hari yang sama, ketika dua kapal Iran dan satu unit drone kembali mendekati kapal tanker berbendera AS, M/V Stena Imperative, di kawasan Selat Hormuz.
Kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72) milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) saat mengisi bahan bakar dari kapal USNS Arctic (T-AOE 9) pada 8 Mei 2019.Menurut laporan, kapal dan drone tersebut bergerak dengan kecepatan tinggi dan sempat mengancam akan menaiki serta merebut kapal tanker itu.
Guna merespons situasi, kapal perusak USS McFaul segera dikerahkan untuk memberikan perlindungan, dengan dukungan tambahan dari Angkatan Udara AS.
“M/V Stena Imperative kini dilaporkan berlayar dengan aman,” ujar Hawkins.
Baca juga: Apa yang Akan Dilakukan China jika Iran Benar-benar Diserang AS?
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras menanggapi eskalasi yang terjadi.
Ia mengancam akan mengirim armada kapal perang tambahan ke kawasan Timur Tengah dan tidak menutup kemungkinan melancarkan aksi militer, menyusul gelombang unjuk rasa anti-pemerintah di Iran yang sebelumnya dibubarkan secara represif.
Meski demikian, Trump tetap menyatakan harapan agar ketegangan dengan Teheran dapat diselesaikan melalui jalur diplomasi.
“Hal-hal buruk akan terjadi jika kesepakatan tidak tercapai,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Washington tetap membuka pintu negosiasi, sedangkan Iran disebut bersiap memberikan respons tegas atas setiap tindakan agresi yang ditujukan kepada mereka.
Baca juga: Mendekati Skenario Terburuk Iran Versus Amerika