Sejarah Hari Kanker Sedunia dan Maknanya bagi Dunia Kesehatan Global
Ilustrasi Hari Kanker Sedunia. Sejarah Hari Kanker Sedunia mencerminkan komitmen internasional untuk menjadikan kanker sebagai isu bersama yang ditangani melalui kolaborasi lintas negara.(Freepik/starline)
10:05
4 Februari 2026

Sejarah Hari Kanker Sedunia dan Maknanya bagi Dunia Kesehatan Global

Setiap 4 Februari, dunia memperingati Hari Kanker Sedunia sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran, pencegahan, dan penanganan kanker.

Peringatan ini lahir dari kesepakatan internasional yang menempatkan kanker sebagai masalah kesehatan bersama lintas negara.

Pada 2026, Hari Kanker Sedunia kembali menegaskan bahwa kanker bukan sekadar penyakit medis, tetapi juga pengalaman hidup yang unik bagi setiap individu.

Tema yang diusung mengajak dunia melihat pasien kanker sebagai manusia seutuhnya, bukan sekadar diagnosis.

Baca juga: Jangan Tunggu Gejala Muncul, Lakukan Skrining Kanker Sejak Dini

Awal mula Hari Kanker Sedunia

Hari Kanker Sedunia pertama kali diperingati pada 4 Februari 2000, bertepatan dengan penandatanganan Piagam Paris Melawan Kanker dalam Konferensi Tingkat Tinggi Dunia tentang Kanker di Paris.

Mengutip Antara, piagam ini menekankan pentingnya kerja sama global dalam penelitian kanker, edukasi pencegahan, serta peningkatan kualitas layanan bagi pasien kanker.

Gagasan peringatan tersebut diinisiasi oleh Union for International Cancer Control (UICC), organisasi kanker internasional yang telah berdiri sejak 1933 dan kini beranggotakan lebih dari 1.000 institusi di lebih dari 170 negara.

Sejak saat itu, tanggal 4 Februari menjadi simbol komitmen dunia dalam melawan kanker secara kolektif.

Baca juga: Dokter Ungkap Dampak Berita Hoaks terhadap Keterlambatan Pengobatan Kanker

Mengapa kanker menjadi isu global

Ilustrasi kanker. Sejarah Hari Kanker Sedunia mencerminkan komitmen internasional untuk menjadikan kanker sebagai isu bersama yang ditangani melalui kolaborasi lintas negara.iStockphoto/Panuwat Dangsungnoen Ilustrasi kanker. Sejarah Hari Kanker Sedunia mencerminkan komitmen internasional untuk menjadikan kanker sebagai isu bersama yang ditangani melalui kolaborasi lintas negara.

Menurut World Health Organization (WHO), kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia, dengan beban yang terus meningkat setiap tahun.

WHO mencatat kawasan Asia Tenggara mengalami 2,4 juta kasus kanker baru pada 2022, termasuk puluhan ribu kasus pada anak, dengan 1,5 juta kematian.

“Jika tidak diantisipasi, jumlah kasus dan kematian akibat kanker di kawasan ini diperkirakan meningkat hingga 85 persen pada 2050,” kata Saima Wazed, Direktur Regional WHO Asia Tenggara.

WHO menilai keterlambatan diagnosis, keterbatasan layanan, dan kesenjangan akses kesehatan masih menjadi tantangan utama.

Baca juga: 6 Alasan Mengapa Skrining Kanker di Indonesia Masih Rendah

Makna tema “United by Unique”

Tema Hari Kanker Sedunia yang diusung hingga 2027 adalah “United by Unique” atau “Dipersatukan oleh Keunikan”, dan kembali ditekankan dalam peringatan 2026.

Tema ini menegaskan bahwa setiap perjalanan pasien kanker bersifat unik, sehingga perawatan perlu disesuaikan dengan kebutuhan fisik, emosional, dan sosial masing-masing individu.

WHO menilai pendekatan people-centered care atau perawatan berpusat pada manusia menjadi kunci dalam menghadapi peningkatan beban kanker.

“Perawatan kanker membutuhkan kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, komunitas, dan sistem kesehatan,” ujar Saima Wazed.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Pasien Kanker Harus Pantang Gula? Ini Kata Dokter

Dampak nyata peringatan global

Mengutip Antara, peringatan Hari Kanker Sedunia telah mendorong berbagai aksi nyata di banyak negara.

Pada 2024, lebih dari 900 kegiatan di 127 negara digelar, mulai dari kampanye publik, seminar kesehatan, hingga pemeriksaan dini gratis.

Tagar #WorldCancerDay dan #UnitedByUnique juga ramai digunakan di media sosial sebagai bentuk dukungan global terhadap pasien kanker dan penyintas.

WHO mencatat sejumlah kemajuan, seperti perluasan vaksinasi HPV, penguatan registri kanker, dan peningkatan layanan kanker dalam sistem jaminan kesehatan di beberapa negara.

Baca juga: Menemukan Kanker Payudara di Stadium Dini Jadi Kunci Kesembuhan

Relevansi Hari Kanker Sedunia di 2026

Hari Kanker Sedunia menjadi pengingat bahwa banyak kematian akibat kanker sebenarnya dapat dicegah melalui kesadaran, deteksi dini, dan gaya hidup sehat.

Peringatan ini juga menegaskan bahwa kanker bukan sekadar angka statistik, melainkan kisah manusia dengan perjuangan dan harapan yang berbeda-beda.

Di tengah tantangan global, sejarah Hari Kanker Sedunia membawa pesan kuat bahwa melawan kanker membutuhkan ilmu pengetahuan, empati, dan kerja sama lintas batas.

Tag:  #sejarah #hari #kanker #sedunia #maknanya #bagi #dunia #kesehatan #global

KOMENTAR