Dianggap Sulit ''Jaga Mulut'', Kongres AS Tak Diberitahu soal Rencana Penangkapan Maduro
- Meski berlangsung dengan rencana matang, operasi militer penangkapan Presiden Venezuela, Nocilas Maduro ternyata tidak diketahui oleh Kongres Amerika Serikat.
Operasi militer AS di Venezuela itu berlangsung pada Sabtu (3/1/2026) dan berhasil mengamankan Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.
Namun, rencana operasi ini dirahasiakan dengan ketat. Bahkan, Kongres tidak mengetahui atau pun menerima konsultasi sebelumnya.
Para pejabat mengatakan, mereka ingin memaksimalkan "unsur kejutan".
Kongres rawan bocorkan rahasia
Dikutip dari BBC, Minggu (4/1/2026), Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio baru mulai memberi tahu para anggota parlemen usai Maduro dan istrinya ditangkap.
Keputusan ini pun sempat memicu kemarahan dari sebagian anggota Kongres.
"Izinkan saya memperjelas, Nicolas Maduro adalah diktator yang tidak sah. Tetapi melancarkan aksi militer tanpa otorisasi kongres dan tanpa rencana yang kredibel untuk langkah selanjutnya adalah tindakan gegabah," kata pemimpin Partai Demokrat di Senat, Chuck Schumer.
Menurut Rubio, memberi pengarahan kepada Kongres sebelumnya akan membahayakan misi tersebut.
Presiden AS, Donald Trump bahkan menganggap Kongres akan cenderung membocorkan rahasia.
"Kongres cenderung membocorkan informasi. Ini tidak akan baik," ujarnya.
Rencana disiapkan dengan matang
Selama berbulan-bulan, mata-mata AS telah memantau setiap gerak-gerik Maduro.
Sebuah tim kecil, termasuk seorang sumber di dalam pemerintahan Venezuela telah mengamati gerak-gerik Maduro, termasuk jadwal tidur, menu makanan, pakaian, bahkan hewan peliharaannya.
Pada awal Desember, sebuah misi yang direncanakan dengan nama "Operation Absolute Resolve" diselesaikan.
Ini adalah hasil dari perencanaan dan latihan yang cermat selama berbulan-bulan.
Termasuk di antaranya adalah pasukan elite AS yang membuat replika persis rumah persembunyian Maduro di Caracas untuk melatih rute masuk mereka.
Detik-detik operasi
Saat dentuman senjata pertama terdengar di sekitar Caracas pada Sabtu dini hari, pasukan AS memasuki kota tersebut.
Mereka termasuk anggota Delta Force elite, unit misi khusus terbaik militer AS, dengan senjata lengkap dan membawa obor las jika perlu memotong pintu logam rumah persembunyian Maduro.
Menurut Jenderal Caine, pasukan tiba di lokasi Maduro tak lama setelah serangan dimulai pukul 02.01 waktu setempat.
Trump menggambarkan rumah persembunyian itu sebagai benteng militer yang sangat kokoh di jantung Caracas.
"Mereka berada dalam posisi siap menunggu kami. Mereka tahu kami akan datang," kata Trump.
Pasukan tersebut dihujani tembakan saat tiba. Salah satu helikopter AS terkena tembakan tetapi masih mampu terbang.
"Mereka baru saja menerobos masuk dan menerobos masuk ke tempat-tempat yang sebenarnya tidak mungkin dibobol, Anda tahu, pintu baja yang dipasang di sana hanya untuk alasan ini," kata Trump.
Menurut pejabat AS, lebih dari 150 pesawat, termasuk pesawat pengebom, jet tempur, dan pesawat pengintai, akhirnya dikerahkan sepanjang malam.
Tag: #dianggap #sulit #jaga #mulut #kongres #diberitahu #soal #rencana #penangkapan #maduro