Tiongkok Bangun Mesin Hypergravity Raksasa yang Mengubah Cara Dunia Menguji Risiko Bencana Alam
— Tiongkok kembali menegaskan ambisinya di panggung sains global dengan membangun mesin hypergravity paling kuat di dunia, sebuah fasilitas riset yang dirancang untuk mengubah cara para ilmuwan memahami dan menguji risiko bencana alam.
Mesin tersebut memungkinkan simulasi kegagalan infrastruktur berskala besar, seperti bendungan dan gempa bumi, dilakukan secara presisi di dalam laboratorium.
Mesin bernama CHIEF1900 itu merupakan sentrifus hypergravity raksasa yang mampu menghasilkan gaya gravitasi buatan hingga ribuan kali lebih kuat dari gravitasi Bumi. Dengan teknologi ini, proses alam yang biasanya berlangsung selama puluhan tahun atau mencakup jarak kilometer dapat “dipadatkan” menjadi eksperimen yang berlangsung singkat dan terukur.
Dilansir dari South China Morning Post, Jumat (2/1/2026), CHIEF1900 dibangun oleh Shanghai Electric Nuclear Power Group dan dikirim ke Zhejiang University di Hangzhou, Tiongkok timur, pada 22 Desember untuk dipasang dan diuji. Mesin ini memiliki kapasitas 1.900 g·tonne, yakni ukuran gabungan antara percepatan gravitasi dan massa sampel, menjadikannya sentrifus riset terkuat yang pernah dibuat.
Keberadaan CHIEF1900 akan melampaui mesin sebelumnya, CHIEF1300, yang mulai beroperasi pada September 2025 dengan kapasitas 1.300 g·tonne dan sempat memegang rekor dunia. Keduanya merupakan bagian dari fasilitas nasional Centrifugal Hypergravity and Interdisciplinary Experiment Facility (CHIEF), yang dibangun 15 meter di bawah permukaan kampus untuk menekan getaran dan menjaga kestabilan operasional.
Proyek CHIEF disetujui pemerintah Tiongkok pada 2021 dengan anggaran sekitar 2 miliar yuan, setara sekitar Rp 4,78 triliun dengan kurs Rp 2.392 per yuan. Fasilitas ini dibuka untuk peneliti dari universitas, lembaga riset, dan industri, baik dari dalam maupun luar negeri, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset berskala global.
Secara ilmiah, mesin hypergravity bekerja dengan memanfaatkan gaya sentrifugal yang muncul saat objek diputar dengan kecepatan sangat tinggi. Dengan menghasilkan gaya ratusan hingga ribuan kali gravitasi normal, para peneliti dapat meniru tekanan dan deformasi yang dialami struktur besar di dunia nyata dalam skala model yang jauh lebih kecil.
Sebagai ilustrasi, untuk menguji stabilitas bendungan setinggi 300 meter, ilmuwan cukup membuat model setinggi tiga meter dan memutarnya pada gaya 100 g. Tekanan yang muncul setara dengan kondisi yang dialami bendungan asli, memungkinkan analisis risiko dilakukan lebih cepat dan aman.
Teknik serupa juga dapat diterapkan untuk meneliti resonansi jalur kereta cepat dengan tanah di bawahnya atau mempelajari pergerakan polutan di dalam tanah selama ribuan tahun—fenomena yang nyaris mustahil diamati secara langsung dalam rentang waktu manusia.
Dalam laporannya, South China Morning Post mengutip ilmuwan utama CHIEF, Profesor Chen Yunmin dari Zhejiang University, yang mengatakan, “Melalui fasilitas ini, kami dapat menguji bagaimana struktur besar dan lingkungan alam bereaksi dalam hitungan detik hingga skala waktu yang setara puluhan ribu tahun, semuanya dilakukan secara aman dan terkontrol di dalam laboratorium.”
Namun, di balik pencapaiannya, pembangunan CHIEF1900 juga menghadirkan tantangan teknis besar, terutama dalam pengendalian panas akibat kecepatan rotasi ekstrem. Para insinyur mengembangkan sistem pengaturan suhu berbasis vakum yang dipadukan dengan teknologi pendinginan aktif dan pengaliran udara terkontrol untuk menjaga kestabilan mesin.
Lebih dari sekadar pencapaian teknis, CHIEF1900 menandai pergeseran strategis Tiongkok dalam persaingan riset berskala besar yang melibatkan investasi negara, infrastruktur ilmiah canggih, dan kepentingan jangka panjang.
Melalui pembangunan fasilitas riset fundamental seperti ini, Tiongkok memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam penentuan standar ilmiah global, terutama dalam mitigasi risiko bencana dan ketahanan infrastruktur masa depan.
Tag: #tiongkok #bangun #mesin #hypergravity #raksasa #yang #mengubah #cara #dunia #menguji #risiko #bencana #alam