2 Pesawat Nyaris Tabrakan di Amerika karena Salah Belok
- Tabrakan dua pesawat komersial nyaris terjadi di udara saat lepas landas dari Bandara Internasional George Bush, Houston, Amerika Serikat, 18 Desember 2025.
Insiden itu terjadi ketika kedua pesawat dari maskapai berbeda berada di jalur terbang yang saling bersilangan.
Meski tidak menimbulkan korban, kejadian ini kembali menyoroti isu keselamatan penerbangan di "Negeri Paman Sam".
Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut.
Menurut keterangan FAA, peristiwa itu melibatkan pesawat Volaris Airlines nomor penerbangan 4321 tujuan El Salvador, dan United Express Flight 814 tujuan Jackson, Mississippi.
FAA menyebutkan, pesawat Volaris diduga berbelok ke arah yang salah sesaat setelah lepas landas.
“Pengatur lalu lintas udara menginstruksikan Volaris Flight 4321 untuk berbelok ke kiri setelah lepas landas dari Bandara Intercontinental Houston pada 18 Desember, tetapi pilot justru berbelok ke kanan ke arah CommuteAir Flight 814,” ujar FAA, dikutip dari New York Post, Senin (29/12/2025).
Ilustrasi.Pesawat United Express yang dioperasikan oleh CommuteAir saat itu sedang lepas landas dari landasan pacu paralel.
Insiden nyaris tabrakan terjadi sekitar pukul 15.05 waktu setempat.
Penyelidikan resmi masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti dari kesalahan manuver ini.
Dalam pernyataan kepada Fox Business, CommuteAir menyatakan bahwa pilot mereka sudah mematuhi semua instruksi pengatur lalu lintas udara.
“Berdasarkan penilaian awal kami, kru mengikuti seluruh instruksi ATC yang berlaku,” kata juru bicara CommuteAir.
United Airlines diketahui memiliki saham di CommuteAir, operator dari penerbangan United Express.
Sementara itu, Fox Business telah menghubungi pihak Volaris untuk meminta tanggapan, tetapi belum mendapat jawaban resmi.
Pihak Bandara Internasional George Bush tidak berkomentar dan mengarahkan seluruh pertanyaan kepada FAA.
Bandara Internasional George Bush merupakan salah satu bandara tersibuk di Amerika Serikat, dengan rata-rata 500 kedatangan per hari dan lebih dari 20 juta penumpang setiap tahunnya.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya sorotan terhadap keselamatan penerbangan di Amerika Serikat, terutama menjelang musim liburan Natal.
Menteri Transportasi AS Sean Duffy menegaskan, pihaknya akan terus menjaga keselamatan ruang udara nasional.
“Kami melihat bahwa saat memasuki hari-hari terakhir penutupan, kami mengurangi kapasitas maskapai sebesar 10 persen karena melihat tren yang bergerak ke arah yang salah,” ujar Duffy dalam wawancara di Fox Business awal bulan ini.
Ia menambahkan, pemerintah akan mengambil langkah apa pun yang diperlukan demi memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga.
Sumber: Kompas.com (Penulis: Inas Rifqia Lainufar | Editor: Inas Rifqia Lainufar)
Tag: #pesawat #nyaris #tabrakan #amerika #karena #salah #belok