Iran Bantah Terlibat Serangan di Pangkalan Al-Tanf Suriah, Buntut Kematian 3 Tentara AS
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menunjukkan dia menyampaikan pidato di televisi tentang situasi virus corona di ibu kota Teheran, pada 11 Agustus 2021. -- Iran bantah terlibat dalam serangan militan di Suriah yang tewaskan 3 tentara AS. 
12:00
29 Januari 2024

Iran Bantah Terlibat Serangan di Pangkalan Al-Tanf Suriah, Buntut Kematian 3 Tentara AS

Iran membantah tuduhan Amerika Serikat (AS) yang mengatakan Iran mendalangi serangan drone yang dilakukan oleh kelompok Perlawanan Islam di Irak terhadap tiga pangkalan militer AS di Al-Tanf, Suriah, pada Minggu (28/1/2024).

Serangan drone itu menewaskan tiga tentara AS dan melukai 34 lainnya.

"Teheran tidak terlibat dalam serangan pesawat tak berawak terhadap pangkalan AS di Suriah," kata Nasser Kanaani, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran di laman resminya pada Senin (29/1/2024).

“Seperti yang telah kami nyatakan dengan jelas sebelumnya, kelompok perlawanan di kawasan ini merespons kejahatan perang dan genosida (Israel terhadap Palestina di Jalur Gaza),” kata Nasser Kanaani.

Ia menekankan, Perlawanan Islam di Irak tidak menerima perintah apa pun dari Iran, seperti yang dituduhkan AS kepada Iran.

“Mereka tidak menerima perintah dari Republik Islam Iran. Kelompok-kelompok ini memutuskan dan bertindak berdasarkan prinsip dan prioritas mereka sendiri serta kepentingan negara dan rakyatnya,” tambahnya.

Sebelumnya, Perlawanan Islam di Irak mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap pos terdepan yang dikenal sebagai Tower 22 di Al-Tanf, dekat perbatasan Yordania-Suriah, dikutip dari Al Jazeera.

Sementara itu, Presiden AS, Joe Biden, mengatakan serangan itu dilakukan oleh kelompok militan radikal yang didukung Iran dan banyak politisi AS menuduh Iran terlibat secara langsung.

AS Tuduh Iran Terlibat Serangan Drone di Al-Tanf di Suriah

Presiden AS, Joe Biden, menuduh Iran terlibat dalam serangan di tiga pangkalan AS di Suriah (Al-Shaddadi, Al-Rukban, dan Al-Tanf), serta fasilitas militer AS keempat di dekat Bandara Erbil di Irak, dan fasilitas angkatan laut Zevulon di Israel.

Joe Biden menjanjikan tanggapan terhadap militan di kawasan itu atas kematian tiga tentara AS di pangkalan Al-Tanf.

“Kami akan meminta pertanggungjawaban semua pihak yang bertanggung jawab pada waktu dan cara yang kami pilih,” katanya dalam sebuah pernyataan, Minggu, dikutip dari Reuters.

Serangan itu terjadi ketika Perlawanan Islam di Irak menjanjikan solidaritas dengan Palestina dan menuntut Israel mengakhiri serangannya di Jalur Gaza.

Perlawanan Islam di Irak adalah front persatuan Brigade Hizbullah, Al-Nujaba, Sayyid Al-Shuhada, Al-Awfa'a dan Imam Ali yang dibentuk pada 12 Oktober 2023 lalu untuk mendukung Palestina.

Mereka menargetkan tentara AS, sekutu Israel yang tersebar di Suriah, Irak, dan Yordania.

Selain Perlawanan Islam di Irak, kelompok Hizbullah di Lebanon berulang kali menembakkan roket dan mortir ke Israel, sementara kelompok Ansarallah Houthi di Yaman meluncurkan rudal dan drone ke kapal dagang yang berlayar melalui Laut Merah.

Houthi melarang kapal yang berhubungan dengan Israel, AS, dan Inggris untuk melintasi Laut Merah menuju pelabuhan Israel dan Terusan Suez.

Hamas Palestina vs Israel

Segera setelah Hamas meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa untuk melawan pendudukan Israel dan kekerasan di Al-Aqsa pada Sabtu (7/10/2023), Israel mulai membombardir Jalur Gaza.

Kematian warga Palestina di Jalur Gaza mencapai 26.257 jiwa sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Minggu (28/1/2024), 1.147 kematian di wilayah Israel, dan 369 kematian warga Palestina di Tepi Barat hingga Senin (22/1/2023).

Israel memperkirakan, masih ada kurang lebih 137 sandera yang ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran 105 sandera dengan 240 tahanan Palestina pada akhir November 2023.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Konflik Palestina vs Israel

Editor: Whiesa Daniswara

Tag:  #iran #bantah #terlibat #serangan #pangkalan #tanf #suriah #buntut #kematian #tentara

KOMENTAR