Bentrokan di Tel Aviv dan Yerusalem, Polisi Israel Usir Paksa Massa Demo yang Minta Netanyahu Mundur
Polisi Israel melakukan pembubaran terhadap pengunjuk rasa saat mereka berkumpul untuk melakukan demonstrasi menuntut pengunduran diri pemerintah, perdana menteri Benjamin Netanyahuh dan pemilihan umum dini di Tel Aviv, Israel pada 27 Januari 2024. 
05:20
29 Januari 2024

Bentrokan di Tel Aviv dan Yerusalem, Polisi Israel Usir Paksa Massa Demo yang Minta Netanyahu Mundur

- Bentrokan dilaporkan terjadi antara pengunjuk rasa Israel dan polisi Israel sendiri di Yerusalem dan Tel Aviv.

Polisi Israel usir paksa para pengunjuk rasa pada Sabtu (27/1/2024), hingga terjadilah bentrokan.

Massa demontrasi itu menuntut pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan pembebasan sandera yang ditahan di Gaza.

Mengutip Palestine Chronicle, polisi terlihat menyita spanduk  ‘Hentikan Genosida’ dari para pengunjuk rasa, sementara di video lain seorang pengunjuk rasa terlihat digiring menjauh dari polisi sambil meneriakkan ‘Merdeka, Merdeka Palestina’.

Disebutkan polisi Israel berusaha membubarkan para pengunjuk rasa di Paris Square, di pusat Yerusalem Barat, di mana beberapa dari mereka ditangkap.

Para pengunjuk rasa, yang diperkirakan berjumlah ratusan itu akhirnya terlibat konfrontasi dengan polisi.

Sementara di Tel Aviv, polisi menangkap beberapa pengunjuk rasa di Kaplan Square di pusat kota, ratusan orang dibubarkan secara paksa, dan beberapa peralatan protes disita, menurut surat kabar Yedioth Ahronoth.

Dikatakan bahwa ribuan warga Israel berkumpul di Kaplan Square, selain untuk menuntut pengunduran diri Benjamin Netanyahu, juga meminta pemilihan umum lebih cepat.

Beberapa daerah lain di Israel menyaksikan protes dengan ribuan orang yang berpartisipasi, menuntut pemecatan pemerintah dan pembebasan sandera, tambah laporan itu.

Mereka termasuk Haifa, Kaisarea, Kefar Sava, Rehovot, dan Beersheba.

Ketika protes meningkat, Netanyahu mengkritik demonstrasi yang dilakukan oleh keluarga sandera yang ditahan di Gaza itu.

Netanyahu menyebut kegiatan itu tidak ada gunanya dan berkontribusi terhadap tuntutan Hamas.

Update Jumlah Korban di Gaza

Setidaknya 165 warga Palestina tewas dan 290 lainnya terluka dalam 24 jam terakhir ketika Israel melanjutkan serangannya di Jalur Gaza, kata Kementerian Kesehatan Palestina, Minggu (28/1/2024).

“Pendudukan Israel melakukan 19 pembantaian terhadap keluarga di Jalur Gaza, menyebabkan 165 orang mati syahid dan 290 orang terluka selama 24 jam terakhir,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

“Banyak orang masih terjebak di bawah reruntuhan karena tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka,” tambahnya.

Terlepas dari keputusan sementara Mahkamah Internasional, Israel terus melanjutkan serangannya di Gaza, menewaskan 26.422 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan melukai 65.087 warga Gaza.

Serangan Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut rusak atau hancur, menurut PBB.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

Editor: Nuryanti

Tag:  #bentrokan #aviv #yerusalem #polisi #israel #usir #paksa #massa #demo #yang #minta #netanyahu #mundur

KOMENTAR