ART asal Indonesia Dapat Penghargaan dari Pemerintah Singapura
- Seorang warga negara Indonesia (WNI) terpilih sebagai penerima penghargaan Pekerja Rumah Tangga Migran Terbaik 2026 di Singapura.
Sosok tersebut adalah Lasmitri, perempuan berusia 49 tahun yang telah mengabdikan diri selama 23 tahun bekerja di Singapura.
Dikutip dari Straits Times, Rabu (25/2/2026) Lasmitri mendapatkan apresiasi atas dedikasinya merawat sang majikan, Low Yip Joo (96), beserta suaminya yang menderita sakit stroke.
Bukan sekadar membantu urusan domestik, Lasmitri menunjukkan profesionalisme tinggi dengan mempelajari prosedur medis dari para perawat.
Ia mahir dalam memasang kateter, menggunakan selang makan, mengganti popok, hingga teknik memindahkan pasien lansia guna mencegah luka baring (pressure sores).
Baca juga: Bayar Tak Sampai Rp 100.000, Kereta Malaysia-Singapura Cuma 5 Menit
Bercita-cita bisa bekerja di panto jompo
Guna memperdalam keahliannya, Lasmitri sejak 2024 memanfaatkan hari liburnya untuk menempuh kursus dua tahun di Niellz International College.
Ke depan, ia memiliki impian untuk menyalurkan keterampilannya dengan bekerja di panti jompo.
Sementara, Low yang kerap di sapa Ah Ma mengalami masalah mobilitas dan depresi.
Dalam kesehariannya, Lasmitri tidak hanya sigap membantu kebutuhan fisik Ah Ma, tetapi juga menjadi sosok yang mampu menenangkan sang lansia ketika suasana hatinya sedang tidak stabil.
Ketulusan Lasmitri pun diakui oleh putri Low, Adeline Leong (67).
Sebagai seorang administrator pusat penitipan anak, Adeline merasa sangat terbantu dengan kehadiran Lasmitri di tengah keluarganya.
"Kami bersyukur dia membantu kami dengan semua pekerjaan rumah tangga ini dan merawat ayah dan ibu kami. Merawat orang tua bukanlah hal yang mudah," ujarnya.
Baca juga: Kapal Pesiar Singapura Kebakaran, 1 ABK WNI Meninggal
Lebih dari sekadar hubungan kerja
Sekretaris Parlemen Senior untuk Ketenagakerjaan, Shawn Huang mengatakan, penghargaan ini merayakan ikatan kepedulian yang menjadikan pekerja rumah tangga migran sebagai bagian penting dari jalinan keluarga Singapura.
“Kisah-kisah inspiratif ini mengingatkan kita bahwa ketika kepercayaan menjadi inti dari sebuah hubungan, hubungan itu akan berkembang melampaui sekadar kesepakatan kerja menjadi ikatan sejati yang memperkaya hidup kita dan mendekatkan komunitas kita,” katanya.
Presiden AEA(S) K. Jayaprema menuturkan, di luar sistem dan program, hal yang terpenting adalah pola pikir dan komitmen dari pengusaha dan pekerja.
“Hubungan kerja yang bertanggung jawab tidak hanya dibangun berdasarkan peraturan," jelas dia.
"Tetapi juga berdasarkan rasa saling menghormati, pengertian, dan tanggung jawab bersama,” sambungnya.
Tag: #asal #indonesia #dapat #penghargaan #dari #pemerintah #singapura