Rupiah Pagi Menguat ke Kisaran 16.700
- Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada Kamis (26/2/2026). Mata uang Garuda naik 51 poin atau 0,30 persen ke level Rp 16.749 per dollar Amerika Serikat (AS).
Melemahnya dollar AS menjadi katalis positif bagi mayoritas mata uang Asia pada perdagangan pagi ini.
Tekanan terhadap greenback mendorong penguatan sejumlah mata uang kawasan.
Won Korea Selatan memimpin penguatan dengan apresiasi 0,41 persen.
Baca juga: Rupiah Ditutup Menguat 0,17 Persen ke Posisi Rp 16.800 per Dollar AS
Yen Jepang menyusul naik 0,3 persen, sementara yuan China menguat 0,23 persen.
Ringgit Malaysia terapresiasi 0,19 persen, disusul dollar Singapura yang naik 0,11 persen dan baht Thailand yang menguat tipis 0,03 persen.
Penguatan juga tercatat pada yuan offshore China yang naik 0,18 persen, dollar Taiwan menguat 0,15 persen.
Sementara itu, dollar Hong Kong bergerak terbatas dengan kenaikan 0,03 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah berpotensi melanjutkan penguatan terhadap dollar AS di tengah menguatnya sentimen risk on di pasar ekuitas global.
Meningkatnya minat terhadap aset berisiko mendorong aliran dana ke emerging markets, termasuk Indonesia, sehingga menopang mata uang domestik.
Tekanan terhadap dollar AS juga datang dari pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pidato kenegaraan yang kembali menegaskan komitmennya untuk memberlakukan tarif perdagangan.
Sikap itu memicu ketidakpastian baru.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dollar AS di tengah sentimen risk on di pasar ekuitas. Pernyataan Trump dalam pidato kenegaraan yang memicu ketidakpastian di mana dia menegaskan kembali tekadnya untuk memberlakukan tarif perdagangan ikut menekan dollar AS,” ujar Lukman kepada Kompas.com.
Dalam kondisi tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran 16.750 hingga 16.850 per dollar AS.