TKI Tewas di Korea Diduga karena Keracunan Gas, Korban Meninggal 2 Hari Sebelum Ulang Tahunnya
TKI KOREA TEWAS - Gambar ilustrasi meninggal dunia. Seorang TKI asal Semarang ditemukan meninggal dunia pada 16 Februari 2025, keluarga sebut Husen meninggal dua hari sebelum dirinya ulang tahun. 
07:20
23 Februari 2025

TKI Tewas di Korea Diduga karena Keracunan Gas, Korban Meninggal 2 Hari Sebelum Ulang Tahunnya

Warga Negara Indonesia yang menjadi pekerja di Korea Selatan ditemukan meninggal dunia di asrama pabrik pada Senin (16/2/2025).

Ia adalah Husen (29), pemuda yang bekerja di pabrik pembuatan suku cadang mobil di kawasan Cheongbuk-eup, Pyeongtaek.

Sebelumnya, diduga Husen meninggal dunia karena serangan jantung.

Namun, Badan Forensik Nasional melakukan autopsi dan mendapati dugaan keracunan, dikutip dari Kyeongin.com pada Minggu (23/2/2025).

Husen diduga meninggal karena keracunan karbon monoksida.

Pasalnya, jendela kamar Husen dan rekannya mengarah langsung ke beranda yang digunakan sebagai ruang ketel uap.

Kejadian berlangsung dua hari sebelum ulang tahun Husen.

Keluarga Husen sempat mencoba menghubungi, mengingat tak lama lagi adalah hari ulang tahunnya.

TKI TEWAS - Tangkap layar media Korea kabarkan WNI asal Semarang, Husen meninggal dunia diduga karena keracunan gas, keluarga sempat mencoba menghubungi Husen namun tak ada jawaban. TKI TEWAS - Tangkap layar media Korea kabarkan WNI asal Semarang, Husen meninggal dunia diduga karena keracunan gas, keluarga sempat mencoba menghubungi Husen namun tak ada jawaban. (kyeongin.com/ Reporter Mok Eun-soo)

Namun, semua panggilannya tak ada yang dijawab.

Alih-alih diangkat, sang sepupu justru mendapat telepon dari pihak Korea Selatan yang mengabarkan Husen akan dibawa dari rumah sakit ke rumah duka.

Sang sepupu yang juga bekerja di Korea langsung bergegas ke rumah duka pada jam 12 malam.

Saudara kembar Husen dan teman-teman di kampung halamannya yang kerja di Korea juga berkumpul di aula pemakaman.

Mereka tak menyangka Husen meninggal secara mendadak.

"Semua orang di sana mulai berteriak menangis keras," ujar sepupu A yang telah menyaksikan jasad Husen terbaring di kamar mayat.

Empat hari setelah kejadian tersebut, empat keluarga termasuk sepupu dan kembaran Husen ditemui media masih dalam wajah duka.

"Husen adalah teman yang tertutup dan baik hati, dia telah meninggalkan kita," terang sepupu Husen saat ditemui di dekat Stasiun Unseo, Jung-gu.

"Ia meninggalkan orang tua dan kakak-kakaknya dan datang ke Korea pada tahun 2018 untuk mencari nafkah."

"Ia bekerja di sana selama lima tahun, dan terpilih sebagai 'pekerja keras' serta kembali ke Korea pada bulan September tahun lalu," tambahnya.

Husen dikenal sebagai anak yang tak pernah banyak berbagi tentang kesulitannya.

"Husen adalah anak yang tidak banyak bicara tentang kesulita yang dialami karena dia takut orang-orang di sekitarnya akan khawatir," jelas sang sepupu.

"Jika adik-adik saya menginginkannya, saya akan memberi mereka sepatu, topi, dan pakaian bagus," jelasnya lagi.

"Adik bungsu saya, yang berusia 6 tahun, masih belum tahu sang kakak meninggal dunia. Dia baru akan tahu besok (tanggal 21)," ungkap sepupu Husen lagi.

Mereka terdiam, mengingat hati kematian Husen hanya selisih dua hari sebelum hari ulang tahun almarhum.

Dalam kesempatan yang sama, keluarga Husen menerangkan jika banyak pekerja asal kampung halamannya, Semarang, Jawa Tengah, yang terbang ke Korea.

Orang-orang tersebut tersebar di Pyeongtaek, Sejong, Jochiwon, dan Asan di Provinsi Chungcheong Selatan.

Mereka sering berkumpul di Ansan saat hari libur untuk berbagi kesulitan hidup di negeri orang.

Husen merupakan pemuda yang gemar membawa gitarnya.

Ia sering memainkan gitar kesayangannya di asrama, yang kini jadi tempat dirinya menghembuskan napas terakhir.

"Apakah kecelakaan gas sering terjadi di Korea? Husen benar-benar masih sehat sebelumnya," ujar mereka.

Keluarga masih frustasi dengan penyebab pasti kematian Husen.

Dikabarkan jenazah Husen akan diterbangkan ke Indonesia, dari keberangkatan Bandara Internasional Incheon pada 21 Februari 2025 pagi.

Husen akan dimakamkan di kampung halamannya di Semarang.

Kematian Husen adalah tragedi yang disebabkan buruknya manajemen keselamatan akomodasi asing yang buruk.

Sampai 2022, hanya ada 10 insiden keracunan gas seperti yang dialai Husen.

Angka yang cukup rendah, sayangnya kejadian tersebut justru yang menewaskan Husen. (*)

(Tribunnews.com/ Siti N)

Editor: Pravitri Retno W

Tag:  #tewas #korea #diduga #karena #keracunan #korban #meninggal #hari #sebelum #ulang #tahunnya

KOMENTAR