OMRON Healthcare Indonesia Donasikan 500 Unit Alat Tensi untuk Dokter dan Klinik di Jawa Timur
OMRON Healthcare Indonesia mendonasikan 500 alat tensi digital kepada dokter umum dan klinik. (Istimewa)
18:58
18 Mei 2024

OMRON Healthcare Indonesia Donasikan 500 Unit Alat Tensi untuk Dokter dan Klinik di Jawa Timur

–Sebagai produsen alat kesehatan terkemuka di dunia, OMRON Healthcare Indonesia berkomitmen untuk berperan aktif dalam pemantauan hipertensi untuk menghilangkan serangan jantung dan stroke sebagai visi jangka panjang Going for Zero.

Memperingati Hari Hipertensi Sedunia 17 Mei, OMRON Healthcare Indonesia mendonasikan 500 alat tensi digital kepada dokter umum dan klinik di Jawa Timur. Itu Bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Jawa Timur.

Donasi alat tensi digital itu diharapkan makin meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Jawa Timur. Terutama untuk penanggulangan hipertensi dan stroke. Selain memberikan donasi alat tensi digital, OMRON bersama PDUI Jawa Timur juga menggelar simposium bertajuk Heart Health: Keeping Your Cardiovascular Well-being in Check. Dihadiri 100 dokter umum dari berbagai kota di Jawa Timur.

Simposium itu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter umum dalam menangani pasien dengan gangguan hipertensi sebagai pemicu utama penyakit kardiovaskular.

”Salah satu tantangan utama dalam menekan prevalensi penyakit kardiovaskular masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan tekanan darah secara teratur di rumah. Padahal, dengan pemantauan rutin dan pengobatan, serta berbagi data yang lebih komprehensif dengan penyedia layanan kesehatan akan memastikan perawatan hipertensi yang lebih baik,” tutur Direktur OMRON Healthcare Indonesia Tomoaki Watanabe.

”OMRON Healthcare Indonesia senang sekali bisa bekerja sama dengan PDUI Jawa Timur dalam upaya meningkatkan kesadaran pentingnya pemantauan tekanan darah secara rutin di rumah dan donasi alat tensi digital OMRON yang mampu memantau tekanan darah secara akurat, kepada dokter dan klinik di Jawa Timur,” tambah dia.

Di Indonesia, diagnosis hipertensi masih sangat rendah. Laporan WHO menyatakan tingkat diagnosis hipertensi di Indonesia hanya 36 persen. Lebih rendah dibandingkan Vietnam 47 persen dan India 37 persen.

”Hal ini karena rendahnya kesempatan pemeriksaan kesehatan terutama jika tidak ditanggung asuransi atau perusahaan, dan rendahnya kepemilikan alat ukur tensi di kalangan masyarakat,” ujar Tomoaki.

Menurut dia, penderita hipertensi harusnya mendapatkan kemudahan akses pada alat ukur tensi yang akurat dan tersertifikasi. Ada banyak faktor risiko penyebab hipertensi yang dapat dicegah. Seperti kebiasaan merokok, diabetes, kelebihan berat badan atau obesitas, jarang melakukan aktivitas fisik, konsumsi garam berlebihan, serta konsumsi alkohol.

Melakukan pola modifikasi gaya hidup dengan rutin dapat mengurangi hingga 15 persen kejadian komplikasi pada hipertensi. Hipertensi dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup yang sehat seperti menjaga asupan makanan dan minuman, rutin berolahraga, menghindari pemicu stres, serta deteksi dini dengan pengukuran tekanan darah berkala meskipun tanpa ada keluhan.

”Jika sudah telanjur mengalami hipertensi, seseorang tetap dapat menjaga kualitas hidup dan harapan hidupnya dengan baik dengan menjalani pengobatan yang teratur dan mengukur tekanan darah secara berkala,” kata Ketua PDUI (Perhimpunan Dokter Umum Indonesia) Cabang Jawa Timur Dr. dr. Ade Armada Sutedja, SH., MHKes.,M.KP.

”Salah satu langkah pencegahan yang sederhana namun efektif adalah memiliki alat ukur tekanan darah di rumah yang mudah dioperasionalkan sewaktu waktu dan akurat serta  berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat jika tekanan darah di luar batas normal,” tambah dia.

Untuk mendeteksi gangguan jantung, OMRON telah mengembangkan OMRON Complete, monitor tekanan darah lengan atas dengan teknologi EKG built-in yang dapat mengukur tekanan darah dan EKG secara bersamaan. Dengan kemampuan mengukur kedua faktor risiko stroke dalam satu alat akan memudahkan mereka yang mengalami AFib untuk melacak kondisi mereka dan mengetahui kapan harus mencari pengobatan.

Sementara untuk stroke, masyarakat bisa mulai memeriksa risiko mereka terkena stroke dengan memanfaatkan Stroke Risk Calculator di aplikasi OMRON Connect. Dengan menjawab 20 pertanyaan yang telah teruji secara ilmiah dalam waktu hanya 3 menit, masyarakat berusia 20-90 tahun dapat memperoleh informasi mengenai tingkat risiko stroke mereka dalam 5-10 tahun ke depan.

”OMRON berkomitmen untuk mengembangkan teknologi dan inovasi di bidang kesehatan. Kami ingin terus berkontribusi dalam teknologi-teknologi kesehatan yang dapat mempermudah masyarakat mengetahui kondisi kesehatan mereka, seperti tekanan darah sewaktu-waktu, termasuk risiko terkena stroke dan jantung selama beberapa tahun ke depan. Dengan demikian masyarakat dapat mengambil tindakan pencegahan serta mendapat penanganan dari dokter agar kesehatan mereka tetap terjaga dalam jangka panjang,” kata Product Manager Cardiovascular & Respiratory OMRON Healthcare Singapore Eunice Teo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah

Tag:  #omron #healthcare #indonesia #donasikan #unit #alat #tensi #untuk #dokter #klinik #jawa #timur

KOMENTAR