ASEAN Masih jadi Episentrum Global Penularan Dengue, Indonesia Perkuat dengan Inovasi Wolbachia dan Vaksinasi
– Penularan dengue di kawasan negara Asean masih menjadi ‘beban’ kesehatan yang terus ditanggulangi. Indonesia sendiri menekan angka penularan dengue dengan penguatan pengendalian.
Data Kementerian Kesehatan RI juga mencatat Indonesia menyumbang sekitar 66 persen dari total kematian akibat dengue di Asia. Sehingga menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus tertinggi di kawasan.
Untuk kasus dengue, Indonesia sebenarnya mengalami penurunan angka secara signifikan pada 2025. Diungkapkan Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Prof. Asnawi Abdullah, Ph.D, menurunkan angka kejadian dengue secara signifikan pada 2025 merupakan buah dari strategi kesehatan yang inovatif. Menurutnya, penggunaan teknologi Wolbachia dan vaksinasi menjadi kunci utama dalam melindungi masyarakat di tengah cuaca yang tidak menentu.
“Penurunan angka kasus dengue hingga ke angka 57 per 100.000 penduduk pada tahun 2025 bukanlah sebuah kebetulan. Ini adalah hasil nyata dari pergeseran strategi yang lebih proaktif dan adaptif terhadap perubahan iklim, terutama melalui perluasan teknologi Wolbachia dan penguatan cakupan vaksinasi,” tukas Prof. Asnawi dalam Forum Regional: Mendorong Aksi Kolektif dalam Pencegahan dan Pengendalian Dengue di Kawasan Negara-negara ASEAN/Asia Tenggara, baru-baru ini.
Forum Regional: Mendorong Aksi Kolektif dalam Pencegahan dan Pengendalian Dengue di Kawasan Negara-negara ASEAN/Asia Tenggara. (IST) (Denny Agustira)
Kendati demikian hingga Desember 2025, jumlah kasus masih tercatat 161.752 dengan 673 kematian. Data tersebut menegaskan, dengue tetap merupakan ancaman kesehatan masyarakat yang terjadi sepanjang tahun dan memerlukan kewaspadaan berkelanjutan serta penguatan upaya pengendalian secara konsisten dan terkoordinasi.
Ketua Koalisi Bersama Lawan Dengue (KOBAR) dr. H. Suir Syam, MKes, MMR., menegaskan, Pengendalian dengue harus bertumpu pada pencegahan dini sebagai fondasi utama. Dimulai dari tingkat rumah tangga, diperkuat di komunitas, dan didukung kolaborasi lintas sektor yang konsisten.
“Kami mendorong agar berbagai upaya pencegahan berjalan secara terintegrasi dan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dengan komitmen bersama dan langkah yang terkoordinasi, kita tidak hanya merespons kasus, tetapi bergerak menuju perlindungan yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia," ujar Suir Syam.
Melalui Kementerian Kesehatan, Pemerintah Indonesia saat ini juga tengah menyiapkan Rencana Aksi Nasional 2026–2029 Penanggulangan Dengue, yang dirancang lebih komprehensif, adaptif terhadap tantangan ke depan, serta selaras dengan agenda regional ASEAN dan kerangka kerja WHO.
Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI drg. Murti Utami, MPH., menegaskan, penguatan pencegahan dan pengendalian dengue merupakan bagian penting dari upaya membangun sistem kesehatan yang tangguh dan melindungi masyarakat secara berkelanjutan.
“Pengendalian dengue bukan hanya upaya mengatasi satu penyakit, tetapi bagian dari penguatan sistem kesehatan yang menempatkan pencegahan, deteksi dini, dan layanan berbasis komunitas sebagai prioritas. Dengan memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kesehatan yang terus berkembang, kita membangun fondasi perlindungan jangka panjang bagi masyarakat Indonesia dan Asia Tenggara,” jelasnya.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan sedang memperbarui Rencana Aksi Nasional Pengendalian Dengue 2026-2029 sebagai langkah strategis menuju pencapaian Zero Dengue Deaths pada 2030. Pembaruan ini menitikberatkan pada empat strategi utama, yakni penguatan deteksi dan diagnosis dini kasus, peningkatan tata laksana klinis dan sistem rujukan, penguatan upaya pencegahan melalui pengendalian vektor, inovasi seperti Wolbachia dan Vaksinasi, serta komunikasi risiko, serta penguatan sistem informasi melalui surveilans terintegrasi dan peringatan dini kejadian luar biasa.
Keempat strategi tersebut didukung oleh tata kelola dan pendanaan yang kuat, kemitraan lintas sektor, serta riset dan inovasi berkelanjutan. Sejalan dengan pembaruan Rencana Aksi Nasional Pengendalian Dengue 2026-2029, Indonesia juga mendorong penguatan strategi regional penanggulangan dengue menuju Zero Deaths 2030 melalui kerja sama lintas negara di kawasan Asia Tenggara.
Tag: #asean #masih #jadi #episentrum #global #penularan #dengue #indonesia #perkuat #dengan #inovasi #wolbachia #vaksinasi