Menhub Minta Basarnas Tak Tunda Aksi karena Soal Anggaran
()
17:48
12 Februari 2026

Menhub Minta Basarnas Tak Tunda Aksi karena Soal Anggaran

– Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendorong percepatan penanganan operasi Search and Rescue atau SAR Nasional menyusul tingginya kecelakaan transportasi.

Menurut Dudy, waktu penyelamatan korban sangat terbatas. Dalam kondisi tertentu, Basarnas hanya memiliki waktu sekitar tiga hari untuk melakukan upaya optimal.

“Operasi SAR ini tidak bisa menunggu karena kita hanya punya waktu yang sangat terbatas,” kata Dudy dalam keterangan resmi, Kamis (12/2/2026).

“Jika masih menunggu proses panjang, termasuk soal keputusan di lokasi atau pembahasan anggaran, itu tidak akan menyelamatkan nyawa manusia,” lanjutnya.

Baca juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Menhub Perketat Pemantauan Titik Rawan

Dudy menilai Basarnas perlu diperkuat agar dapat bergerak cepat dan responsif. Keraguan dalam pengambilan keputusan saat situasi darurat harus dihindari.

Keselamatan masyarakat, menurut dia, menjadi prioritas dalam setiap kebijakan dan tindakan pemerintah.

Kementerian Perhubungan memiliki kepentingan langsung terhadap keberhasilan operasi SAR. Banyak penanganan darurat berkaitan dengan sektor transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.

“Kami di Kementerian Perhubungan adalah salah satu penerima manfaat terbesar dari tugas-tugas Basarnas, karena sebagian besar operasi SAR berkaitan dengan transportasi,” jelas Menhub.

“Karena itu, kami siap mendukung dan mendorong penguatan Basarnas. Silakan disampaikan apa yang dibutuhkan, kita cari bersama skemanya seperti apa,” ujar Dudy.

Baca juga: Bantah Purbaya, Menhub Dudy: Pajak Kapal Asing Bukan Ranah Kemenhub, tapi Kemenkeu

Dudy juga menyoroti pengalaman penanganan kecelakaan di wilayah dengan kondisi geografis dan cuaca ekstrem. Operasi SAR kerap menghadapi kendala, termasuk keterbatasan biaya operasional.

Basarnas, kata dia, tidak boleh menunda langkah karena pertimbangan pembiayaan.

“Saya berharap ke depan Basarnas tidak perlu lagi menunda langkah karena memikirkan biaya atau prosedur. Ketika situasi darurat terjadi, yang utama adalah menyelamatkan korban. Persoalan teknis dan administratif bisa kita carikan solusinya bersama,” jelas Dudy.

Kementerian Perhubungan menyatakan siap membantu melalui optimalisasi sumber daya yang dimiliki. Sarana dan kendaraan dari Badan Layanan Umum di lingkungan Kemenhub bisa dimanfaatkan untuk mendukung operasi SAR.

“Kami memiliki berbagai sumber daya yang bisa dioptimalkan. Jika memang dibutuhkan untuk mendukung Basarnas, khususnya terkait kendaraan dan fasilitas pendukung, kami siap membantu,” kata Menhub.

Dudy menegaskan keberadaan Basarnas merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi masyarakat. Ia berharap Basarnas semakin kuat dan mampu menjalankan tugas kemanusiaan secara cepat dan efektif di seluruh wilayah Indonesia.

“Secara prinsip, dengan senang hati kami mendukung penguatan Basarnas. Ini adalah untuk kepentingan masyarakat, dari rakyat dan untuk rakyat,” tegas Dudy.

Tag:  #menhub #minta #basarnas #tunda #aksi #karena #soal #anggaran

KOMENTAR