Kenali Beda Retinol dan Retinal untuk Perawatan Wajah
Ilustrasi retinol.(Dok. Freepik/Freepik)
21:10
10 Mei 2026

Kenali Beda Retinol dan Retinal untuk Perawatan Wajah

- Dalam dunia kecantikan, turunan vitamin A seperti retinol dan retinal sangat populer digunakan untuk melawan tanda penuaan, menyamarkan garis halus, hingga merangsang produksi kolagen.

Zat aktif retinol dan retinal memang sering dianggap sama karena wujud dan kegunaan utamanya yang berfokus untuk mengenyalkan, sekaligus mencerahkan wajah.

Padahal, keduanya memiliki tingkat kekuatan dan kecepatan kerja yang sangat berbeda saat menyerap ke dalam kulit.

"Retinal adalah versi terkuat dari vitamin A yang bisa kamu dapatkan secara bebas tanpa resep, sedangkan retinol lebih lemah dan dapat ditoleransi lebih baik untuk pasien dengan kulit sensitif," kata dermatolog sekaligus salah satu pendiri LM Medical PLLC, dr. Morgan Rabach, M.D, mengutip Byrdie, Minggu (10/5/2026).

Memahami perbedaan mendasar dari kedua bahan aktif ini sangat penting agar kamu bisa memilih mana yang paling sesuai dengan jenis kulit guna menghindari masalah iritasi parah.

Baca juga: Retinol Bukan Hanya untuk Anti-aging, Ini Panduan Aman untuk Pemula

Membedakan retinal dan retinol

Cara kerja dan kecepatan penyerapan

Retinal, juga dikenal sebagai retinaldehida, perlu diubah menjadi asam retinoat sebelum dapat bekerja pada kulit.

"Ini adalah vitamin A paling kuat yang bisa kamu dapatkan tanpa resep dan sekitar sepuluh kali lebih kuat daripada retinol," kata dr. Rabach.

Ia menambahkan bahwa retinol memerlukan proses tambahan, yakni harus diubah menjadi retinal terlebih dahulu, barulah kemudian bertransformasi menjadi asam retinoat agar bisa diserap sempurna oleh kulit.

"Asam retinoat mendorong produksi kolagen, yang efektif untuk garis halus, kerutan, dan kekenduran kulit," ujar dermatolog di MDCS: Medical Dermatology & Cosmetic Surgery, dr. Brendan Camp, M.D.

Perbedaan utama lainnya terletak pada kecepatan reaksi. Retinal bekerja hingga 11 kali lebih cepat daripada retinol.

Hal ini menjadikannya pilihan ideal bagi pemilik tipe kulit yang sudah memiliki tanda-tanda penuaan, yang menginginkan perbaikan kerutan dalam waktu singkat.

Bagi yang masih muda atau memiliki masalah kulit sensitif, retinol jauh lebih dianjurkan karena pendekatannya tidak terlalu agresif bagi wajah.

Baca juga: Dampak Buruk Konten Kosmetik Anti-Penuaan pada Anak

Ilustrasi kulit glowing. Ingin kulit lebih kenyal dan bercahaya? Mulailah dengan rutin memasukkan makanan pendukung produksi kolagen ke dalam menu harian Anda.FREEPIK/STUDIOREDCUP Ilustrasi kulit glowing. Ingin kulit lebih kenyal dan bercahaya? Mulailah dengan rutin memasukkan makanan pendukung produksi kolagen ke dalam menu harian Anda.

Manfaat dan efek samping

Pemakaian turunan vitamin A secara rutin diyakini bisa mengencangkan wajah dan memudarkan garis halus.

Lebih rinci, dr. Camp dan dr. Rabach memaparkan, ragam manfaatnya mencakup memperbaiki noda dengan mengatur pergantian sel kulit untuk mengurangi pembentukan lesi jerawat, dan mencerahkan hiperpigmentasi terkait.

Namun, efek samping dari penggunaan bahan-bahan aktif ini bisa memicu dermatitis retinoid yang ditandai dengan kemerahan, kulit mengelupas, serta kekeringan pada masa awal pemakaian.

Baca juga: 7 Kandungan Skincare untuk Samarkan Kerutan di Wajah, Apa Saja?

"Bahan tersebut juga dapat membuat kulit lebih rapuh, yang berarti kulit mungkin lebih rentan terhadap iritasi atau peradangan," kata dr. Camp.

"Penting untuk menghentikan penggunaan retinol atau retinal beberapa hari hingga seminggu sebelum perawatan yang berpotensi mengiritasi kulit, seperti waxing, pengelupasan, atau perawatan laser," lanjut dia.

Aturan pakai dan pantangan

Para ahli sangat menyarankan agar kamu memakai skincare dengan zat aktif retinol dan retinal pada malam hari. Di siang hari, wajib menggunakan sunscreen.

Ada pula pantangan khusus saat wajah sedang mengalami ruam sehingga wajib menghindari pemakaian bahan ini.

"Hindari penggunaan retinol dan retinal pada saat yang bersamaan dengan bahan perawatan kulit lain yang juga berpotensi mengiritasi kulit, seperti asam glikolat, asam laktat, asam salisilat, dan benzoil peroksida," ujar dr. Camp.

Jika kulit kamu gampang iritasi, sebaiknya lakukan patch test sebelum memakain skincare mengandung vitamin A.

Baca juga: Dampak Buruk Kurang Tidur pada Kesehatan Kulit Wajah

Tag:  #kenali #beda #retinol #retinal #untuk #perawatan #wajah

KOMENTAR