Kolaborasi HIPMI Syariah–Kemendag Buka Jalan Produk Halal ke Pasar Global
Produk UMKM dijajakan di acara Meet the Market di Smesco Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026). (KOMPAS.com/ZINTAN )
18:04
12 Februari 2026

Kolaborasi HIPMI Syariah–Kemendag Buka Jalan Produk Halal ke Pasar Global

Produk halal Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar internasional. Kolaborasi yang dilakukan antara HIPMI Syariah dan Kementerian Perdagangan pun dipandang sebagai momentum penting, memperluas akses sekaligus memperkuat fondasi ekspor nasional.

Menanggapi kolaborasi tersebut, Dewan Pembina BPP HIPMI, Ali Affandi Mattalitti, menegaskan bukan sekadar agenda seremonial. Tetapi menjadi langkah strategis membuka jalan lebih lebar untuk produk halal Indonesia masuk pasar global.

"Dunia sekarang tidak cuma cari produk murah atau bagus, tapi juga yang punya trust, value, dan standar,” kata pria yang biasa disapa Andik itu kepada Kompas.com, Kamis (12/2/2026) siang.

Menurutnya, tantangan terbesar UMKM bukan pada kemampuan produksi, melainkan pada kesiapan memasuki rantai perdagangan global. Sebab peran HIPMI sebagai agregator penting karena banyak UMKM kuat di produksi tapi lemah di akses pasar, logistik, sertifikasi, dan pembiayaan.

Untuk itu ia menambahkan bahwa penguatan ekosistem menjadi kunci agar produk halal Indonesia tidak hanya menembus pasar luar negeri, tetapi juga mampu bertahan.

“Yang perlu diperkuat adalah ekosistemnya, digital trade, pembiayaan ekspor syariah, dan diplomasi pasar lewat diaspora serta jaringan perdagangan agar produk kita bukan hanya masuk, tapi bisa bertahan dan tumbuh,” imbuhnya.

Baca juga: Bidik Pasar Halal Indonesia, AS Dorong Ekspor Produk Pertanian Lewat Rasa Amerika

Timur Tengah hingga Eropa Jadi Target

Sehingga ia menilai negara-negara dengan populasi muslim besar tetap menjadi pasar alami. Namun, peluang juga terbuka luas di negara non-muslim yang kini memandang label halal sebagai simbol kualitas.

“Untuk pasar potensial, Timur Tengah, Asia Selatan, Malaysia, Turki jelas jadi natural market produk halal. Tapi peluang besar juga ada di negara non muslim seperti Eropa dan Asia Timur krn halal skrg dipandang sbg simbol kualitas dan keamanan,” ujar Ali Affandi Mattalitti.

Sebab strategi penetrasi pasar, tidak cukup hanya mengirim produk ke luar negeri tetapi membangun positioning.

"Kita perlu kuat di sertifikasi global, traceability, konsistensi kualitas, storytelling produk, serta kemitraan distributor di negara tujuan. Akses pasar itu penting, tp reputasi dan konsistensi jauh lbh menentukan,” sambungnya.

Baca juga: Bidik Ekspor Produk Halal Dunia, Kemendag Genjot Akses ke Pasar OKI

Wakil Sekretaris Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Syariah, Fahmi Rafif saat peretemuan menjalin kolaborasi strategis dengan Kementerian Perdagangan Budi Santoso untuk memangkas hambatan ekspor yang selama ini menghantui pelaku usaha kecil di Kantor Kemendag Jakarta, Rabu (11/2/2026).Dokumentasi Pribadi Wakil Sekretaris Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Syariah, Fahmi Rafif saat peretemuan menjalin kolaborasi strategis dengan Kementerian Perdagangan Budi Santoso untuk memangkas hambatan ekspor yang selama ini menghantui pelaku usaha kecil di Kantor Kemendag Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Kurasi hingga Export Hub

Kini sebagai agregator, Ali Affandi Mattalitti menyebut HIPMI harus memastikan UMKM benar-benar siap sebelum masuk pasar global.

“Harus bergerak sistematis, pertama kurasi, memastikan produk yang masuk benar-benar siap ekspor. Kedua kapasitas, pelatihan standar produksi, sertifikasi halal global, literasi kontrak dan pembayaran internasional,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya itu.

“Ketiga konektivitas, bangun export hub yg integrasikan logistik, pembiayaan, dan market intel. Yang paling penting keberlanjutan, jgn ekspor sekali lalu hilang."

"UMKM harus mampu jaga kualitas, volume, dan inovasi terus menerus, karena ekspor sejatinya adalah membangun kepercayaan jangka panjang atas nama Indonesia,” imbuhnya.

Seperti diketahui dalam pertemuan di Kantor Kemendag, Rabu (11/2/2026) kemarin, Wakil Sekretaris Umum BPP HIPMI Syariah, Fahmi Rafif menyampaikan komitmen organisasinya untuk menjadi agregator UMKM.

"Potensi UMKM syariah kita sangat besar. Masalahnya ada pada persiapan dan struktur pendampingan. Kami ingin mengambil peran itu agar produk mereka benar-benar siap saat dipasarkan secara global," ujar pria yang biasa disapa Fahmi itu saat berdialog dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Kemendag memberikan komitmen berupa pembukaan akses pasar serta subsidi logistik untuk komoditas dan wilayah tertentu guna menekan biaya operasional eksportir.

Kolaborasi tersebut juga diperluas ke sektor pendidikan melalui HIPMI Perguruan Tinggi (PT), dengan membuka akses magang di negara-negara mitra yang telah memiliki nota kesepahaman dengan Indonesia.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya pemerintah akan menyelaraskan pembinaan UMKM di daerah agar memenuhi standar internasional sehingga produk dari berbagai wilayah memiliki peluang yang sama untuk masuk pasar global.

Melalui sinergi ini, produk halal Indonesia diharapkan tidak hanya hadir di rak retail luar negeri, tetapi juga membangun reputasi jangka panjang sebagai produk berkualitas dan terpercaya.

Tag:  #kolaborasi #hipmi #syariahkemendag #buka #jalan #produk #halal #pasar #global

KOMENTAR