Polemik Superliga Berakhir, Presiden Real Madrid Florentino Perez Dibilang Sok Jagoan
Javier Tebas Balas Serangan Florentino Perez di Skandal Negreira, Jangan Sok Suci [Instagram]
19:36
12 Februari 2026

Polemik Superliga Berakhir, Presiden Real Madrid Florentino Perez Dibilang Sok Jagoan

Baca 10 detik
  • Javier Tebas mengkritik Florentino Perez karena membangun narasi kemenangan pasca kesepakatan damai Superliga.
  • Kesepakatan damai antara Real Madrid, UEFA, dan EFC diumumkan pada Rabu, 11 Februari 2026.
  • Tebas menyoroti penyangkalan Perez terhadap perubahan sikapnya mengenai kompromi dengan UEFA.

Presiden LaLiga, Javier Tebas, kembali melontarkan kritik keras kepada Presiden Real Madrid, Florentino Perez, menyusul berakhirnya polemik Superliga Eropa.

Tebas menilai Florentino tengah membangun narasi agar perubahan sikapnya tampak seperti sebuah kemenangan.

Pernyataan itu disampaikan Tebas melalui akun X pribadinya pada Rabu (11/2/2026), tak lama setelah Real Madrid, UEFA, dan European Football Clubs (EFC) mengumumkan kesepakatan damai.

Pada 11 Februari 2026, UEFA, EFC, dan Real Madrid merilis pernyataan bersama yang menegaskan berakhirnya perseteruan terkait proyek Superliga.

Kesepakatan ini juga disebut akan menutup seluruh sengketa hukum yang sempat mengiringi proyek kontroversial tersebut, setelah detail akhir perjanjian dirampungkan.

Tebas menyoroti perubahan sikap Florentino Pérez yang sebelumnya dikenal sebagai penggagas utama Superliga.

Ia mengingatkan bahwa kurang dari tiga bulan lalu, Florentino masih secara terbuka menyebut kompromi dengan UEFA sebagai bentuk penyerahan diri.

“Sekarang dimulai fase yang biasa: membangun narasi lewat juru bicara agar sebuah koreksi terlihat seperti kemenangan strategis,” tulis Tebas dikutip dari Cardena Ser.

Menurutnya, perubahan sikap bukanlah persoalan utama. Namun yang ia kritik adalah upaya menyangkal bahwa memang telah terjadi perubahan.

“Masalahnya bukan berubah. Masalahnya adalah menyangkal bahwa Anda telah berubah,” tegas Tebas.

Ia bahkan menyentil kepemimpinan Florentino secara langsung.

“Ketika seseorang memiliki kepemimpinan sejati, ia tidak perlu menulis ulang apa yang ia katakan 90 hari lalu. Kompetisi satu melawan dirinya sendiri memang mustahil,” sindirnya.

Kontributor: Azka Putra

Editor: Arief Apriadi

Tag:  #polemik #superliga #berakhir #presiden #real #madrid #florentino #perez #dibilang #jagoan

KOMENTAR