Felipe Melo Ramal Pemenang Derby d'Italia Inter vs Juventus: Bianconeri Jangan Kepedean
Juventus vs Inter Milan [Tangkap layar X]
20:48
12 Februari 2026

Felipe Melo Ramal Pemenang Derby d'Italia Inter vs Juventus: Bianconeri Jangan Kepedean

Baca 10 detik
  • Felipe Melo, mantan gelandang Brasil, menyatakan ingin kembali ke Serie A suatu hari nanti sebagai pelatih.
  • Melo menganggap duel Inter versus Juventus sangat krusial dan menyoroti peran penting Gleison Bremer bagi Juventus.
  • Ia mengingat momen bersejarah ketika Galatasaray menyingkirkan Juventus dari Liga Champions tahun 2013.

Mantan gelandang timnas Brasil, Felipe Melo mengaku menikmati kariernya di Italia meski penuh pasang surut. Ia pernah memperkuat Fiorentina, Juventus, dan Inter Milan.

Melo mengatakan bahwa ia berkeinginan suatu hari nanti bisa kembali ke pentas Serie A dengan status sebagai seorang pelatih.

“Suatu hari saya akan kembali sebagai pelatih. Tim saya akan bermain dengan bola-bola pendek dari kaki ke kaki,” ujarnya dikutip dari Football Italia.

Ia menyebut beberapa pelatih yang menginspirasinya, mulai dari Cesare Prandelli yang disebutnya sebagai maestro taktik, Roberto Mancini yang memiliki hubungan spesial dengannya, hingga Unai Emery dan Fernando Diniz.

Melo bahkan mempertanyakan mengapa Mancini melatih di Qatar dan bukan di Italia.

Baginya, Mancini adalah salah satu pelatih terbaik di Eropa dan sosok penting di balik kesuksesan Galatasaray kala itu.

Membahas bigmatch Inter vs Juventus akhir pekan ini di Serie A, Felipe Melo menilai duel ini sangat krusial terutama bagi Bianconeri.

“Spalletti adalah pelatih yang sempurna untuk Juventus. Ia terbiasa menang dan tim sangat mencerminkan karakternya,” katanya.

Meski Inter tampil impresif dan konsisten meraih hasil positif, Melo melihat Juventus sedikit lebih diunggulkan dalam satu pertandingan.

Ia juga memberi perhatian khusus kepada Marcus dan Khephren Thuram.

“Hati-hati dengan dua Thuram. Mereka bisa lebih menentukan dibanding Lautaro dan Yildiz.”

Selain itu, ia memuji Piotr Zielinski sebagai pemain yang sangat berharga dan menyebut Gleison Bremer sebagai pilar utama pertahanan Juventus.

“Kalau Bremer menurun, Juventus akan sangat kehilangan di lini belakang,” tegasnya.

Felipe Melo juga mengingat momen bersejarah saat Galatasaray menyingkirkan Juventus di Liga Champions 2013.

Saat itu, Juventus yang dilatih Antonio Conte difavoritkan lolos dari fase grup, namun justru tersingkir usai kalah dramatis di Istanbul dalam laga bersalju yang penuh kontroversi.

“Juventus terlalu percaya diri. Mereka sudah merasa lolos,” kenangnya.

Kontributor: Adam Ali

Editor: Galih Prasetyo

Tag:  #felipe #melo #ramal #pemenang #derby #ditalia #inter #juventus #bianconeri #jangan #kepedean

KOMENTAR