Kacau! Arda Guler Korban Bully di Ruang Ganti Real Madrid, Terduga Pelaku Pemain Senior
Kylian Mbappe dan Arda Guler jadi penentu kemenangan Madrid. (Real Madrid)
22:06
12 Februari 2026

Kacau! Arda Guler Korban Bully di Ruang Ganti Real Madrid, Terduga Pelaku Pemain Senior

Baca 10 detik
  • Mantan pelatih Arda Guler, Serhat Pekmezci, mengungkapkan bahwa Guler menjadi korban perundungan oleh rekan setimnya di Real Madrid.
  • Pekmezci menuding perundungan ini disebabkan oleh sekelompok pemain dengan ego besar yang tidak menerima kehadiran pemain muda Turki tersebut.
  • Insiden Guler berteriak "Why always me?" saat diganti pada laga melawan Benfica menjadi indikasi kesabarannya telah mencapai batas.

Kabar kurang mengenakkan kembali datang dari ruang ganti Real Madrid. Pemain asal Turki, Arda Guler diduga jadi korban bullying di ruang ganti.

Fakta miris ini diungkap oleh eks pelatih Arda Guler, Serhat Pekmezci. Serhat Pekmezci mengungkap situasi yang disebutnya tidak sehat di dalam tim.

“Meski Real Madrid adalah megaklub, Arda Guler mengalami  perundungan. Bukan karena dia mengeluh kepada saya, tetapi dia sudah tahu ini akan terjadi. Saya menyuruhnya untuk bersabar,” ujar Pekmezci dikutip dari Marca.

Ia bahkan menuding adanya kelompok pemain dengan ego besar yang tidak menerima kehadiran Guler.

“Perundungan itu datang dari para pemain. Ada grup di sana yang belum bisa menerima Arda. Sayangnya, mereka adalah pemain dengan ego yang sangat besar,” tambahnya.

Banyak pihak menilai Arda Guler adalah sosok yang paling mendekati karakter Kroos, namun legenda Jerman itu menepis anggapan tersebut dengan tegas. [Instagram @ardaguler] PerbesarBanyak pihak menilai Arda Guler adalah sosok yang paling mendekati karakter Kroos, namun legenda Jerman itu menepis anggapan tersebut dengan tegas. [Instagram @ardaguler]

Situasi memanas saat Real Madrid menghadapi Benfica bulan lalu. Guler yang tampil cukup baik justru ditarik keluar pada 15 menit akhir pertandingan dan digantikan Brahim Diaz.

Kamera menangkap Guler berteriak ke arah bangku cadangan, “Why always me?” (Kenapa selalu saya?).

Menurut Pekmezci, momen itu menjadi bukti bahwa kesabaran sang pemain mulai menipis.

“Arda sangat sabar dan sadar situasi. Tapi bahkan dia mulai memberontak dan berpikir, ‘Kenapa selalu saya?’,” jelasnya.

Pekmezci juga membuat klaim mengejutkan lain. Ia menyebut ego di ruang ganti Madrid turut berperan dalam hengkangnya Xabi Alonso.

“Klopp sudah mengatakan beberapa pemain harus pergi agar dia bisa datang. Itulah sebabnya Xabi Alonso juga pergi,” ungkapnya.

Secara teknis, Guler dinilai paling efektif ketika bermain bebas di sepertiga akhir lapangan. Namun di Real Madrid, banyak pemain yang juga membutuhkan kebebasan serupa.

Di bawah Alvaro Arbeloa, Xabi Alonso, hingga Carlo Ancelotti, Guler kesulitan menemukan peran tetap dalam sistem permainan.

Meski bakatnya tak diragukan, persaingan ketat dan dinamika ruang ganti membuat perjalanan Arda Guler di Real Madrid belum sepenuhnya mulus.

Kontributor: M.Faqih

Editor: Galih Prasetyo

Tag:  #kacau #arda #guler #korban #bully #ruang #ganti #real #madrid #terduga #pelaku #pemain #senior

KOMENTAR