Intip Kokpit Bomber Siluman B-2: Ada Kasur Lipat dan Microwave untuk Misi 40 Jam
Amerika Serikat menggempur fasilitas nuklir Iran menggunakan B-2 Spirit, pesawat tempur siluman termahal di dunia.(U.S. Air Force/Staff Sgt. Jordan Castelan)
22:30
12 Februari 2026

Intip Kokpit Bomber Siluman B-2: Ada Kasur Lipat dan Microwave untuk Misi 40 Jam

- Pesawat pengebom siluman B-2 Spirit milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dikenal sebagai salah satu alutsista dengan rekam jejak misi terbang terlama dalam sejarah penerbangan militer. 

Dalam operasinya di Teluk, awak pesawat ini tercatat mampu menyelesaikan misi maraton yang melintasi berbagai belahan dunia.

Namun, di balik kecanggihan teknologi yang diusung bomber mematikan tersebut, ada tantangan besar bagi para awak: bagaimana caranya istirahat dan tidur saat terbang dengan durasi puluhan jam di udara?

Dilansir dari The National Interest, berikut fasilitas dan isi kokpit dalam bomber B-2.

Baca juga: Kisah Insinyur India Curi Rahasia Jet Bomber B-2 AS, Jual ke China

Fasilitas di dalam kokpit

Kabin B-2 Spirit memiliki desain yang unik. Meski dari luar tampak masif, ruang layak huni di dalamnya hanya seluas sekitar 2,3 meter persegi. 

Di ruang terbatas inilah, dua orang awak yang terdiri atas seorang pilot di kursi kiri dan Komandan Misi di kursi kanan, harus menghabiskan waktu hingga lebih dari 44 jam.

Untuk mendukung misi panjang, kokpit pesawat ini dilengkapi dengan fasilitas dasar namun krusial.

Terdapat sebuah tempat tidur gantung atau camp bed lipat yang diletakkan di lantai di belakang kursi pelontar.

Selain itu, tersedia pula microwave mini untuk memasak, kulkas kecil, dan toilet kimia sederhana tanpa pintu privasi.

Kursi pelontar pesawat ini pun dirancang sangat fleksibel, mampu direbahkan hingga 180 derajat agar pilot bisa melakukan peregangan selama misi yang berlangsung lebih dari 30 jam.

Baca juga: Pamer Jet Bomber B-2 dan Sahkan UU Big Beautiful Bill, Cara Trump Rayakan HUT AS

Manajemen tidur

Keberhasilan misi panjang B-2 Spirit sangat bergantung pada manajemen sumber daya awak atau Crew Resource Management (CRM). 

Berkat sistem komputer dan avionik yang canggih, pesawat pengebom ini memungkinkan untuk diterbangkan oleh hanya satu pilot saja saat fase jelajah (cruise).

Kondisi ini memberikan kesempatan bagi pilot lainnya untuk beristirahat. 

Awak pesawat biasanya membagi waktu istirahat dalam rotasi 2 hingga 3 jam. 

Namun, protokol keselamatan mewajibkan kedua pilot harus berada di kursi masing-masing selama fase kritis, seperti lepas landas, pengisian bahan bakar di udara, operasi penggunaan senjata, dan pendaratan.

Manajemen kelelahan juga melibatkan intervensi medis yang ketat. 

Dokter penerbangan dapat meresepkan dextroamphetamine atau yang dikenal sebagai go pills untuk menjaga kewaspadaan awak, terutama saat adrenalin mulai menurun setelah fase awal misi.

Suasana di dalam kokpit pesawat pengebom siluman B-2. Eks Wakil Presiden AS Dick Cheney duduk di dalam kokpit B-2 bersama pilot Kapten Luke Jayne saat berkunjung ke Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri pada 2006.GEDUNG PUTIH via WIKIMEDIA COMMONS Suasana di dalam kokpit pesawat pengebom siluman B-2. Eks Wakil Presiden AS Dick Cheney duduk di dalam kokpit B-2 bersama pilot Kapten Luke Jayne saat berkunjung ke Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri pada 2006.

Baca juga: Intelijen AS Sebut Serangan Bomber B-2 Hanya Rusak Pintu Masuk Fasilitas Nuklir Iran

Menariknya, penggunaan obat ini berbeda tergantung durasi misi. 

Berdasarkan riset misi tempur B-2, pada misi pendek sekitar 17 jam, pilot menggunakan go pills sebanyak 97 persen dari waktu terbang karena terbatasnya kesempatan untuk tidur siang. 

Sementara pada misi yang sangat panjang, penggunaannya turun menjadi 58 persen karena pilot lebih mengandalkan rotasi tidur terjadwal.

Sebaliknya, ada pula no-go pills atau obat tidur seperti Ambien. 

Obat ini diberikan untuk membantu pilot beristirahat di pengaturan tidur yang tidak ideal atau saat harus menyesuaikan ritme sirkadian dengan cepat. 

Penggunaan obat-obatan ini diawasi secara ketat dan pilot harus melalui pengujian di darat terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada reaksi negatif.

Baca juga: Cara Rumit AS Serang Iran: Kasih Umpan Palsu, Bomber B-2 Kejutkan dengan 14 Rudal

Teknologi pemantau masa depan

Selain latihan simulator nonstop selama 24 jam, USAF kini mulai mengembangkan teknik pemantauan fisiologis non-invasif. 

Melalui sensor pada perlengkapan terbang yang didukung akal imitasi (AI), data seperti detak jantung, aktivitas otak, dan gerakan mata akan dipantau untuk mendeteksi penurunan performa akibat kelelahan atau dehidrasi.

Hingga Januari 2026, B-2 Spirit tetap menjadi komponen kunci dari persenjataan nuklir strategis AS.

Dengan konfigurasi flying wing yang unik, pesawat ini mampu membawa beban senjata hingga 27 ton, termasuk bom penembus bunker GBU-57 yang legendaris.

Baca juga: Pesawat Siluman B-2 AS Serang Gudang Senjata Houthi di Yaman

Tag:  #intip #kokpit #bomber #siluman #kasur #lipat #microwave #untuk #misi

KOMENTAR