BYD Unjuk Gigi di IIMS 2026 lewat Platform e3 dan e4
Transformasi industri otomotif global menuju era elektrifikasi kian agresif. Di tengah perubahan besar tersebut, BYD menegaskan posisinya bukan sekadar sebagai produsen kendaraan listrik, melainkan perusahaan teknologi yang menjadikan inovasi sebagai DNA utama pengembangan produknya.
“Sebagai perusahaan teknologi global, BYD percaya bahwa masa depan mobilitas dibangun melalui lompatan teknologi,” ujar Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, dalam sesi Technology Talk di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Menurutnya, DNA BYD terletak pada kemampuan mengintegrasikan inovasi, kecerdasan sistem, dan rekayasa kendaraan dalam satu arsitektur terpadu. “DNA BYD terletak pada kemampuan kami mengintegrasikan inovasi, kecerdasan sistem, dan rekayasa teknologi kendaraan dalam satu arsitektur yang dirancang untuk menghadirkan performa dan keselamatan secara konsisten,” lanjutnya.
Luther menegaskan, kendaraan masa kini tak lagi dipahami sebagai kumpulan komponen terpisah. BYD mengembangkan sistem penggerak, struktur bodi, hingga kecerdasan kontrol secara simultan dalam satu ekosistem inovasi.
“Kami tidak melihat kendaraan sebagai kumpulan komponen, tetapi sebagai sistem cerdas yang dirancang presisi, adaptif, dan berkelanjutan,” jelas Head of Product PT. BYD Motor Indonesia Bobby Bharata
Salah satu wujud nyata DNA teknologi tersebut hadir melalui e3 Platform. Platform ini dikembangkan sebagai fondasi kendaraan listrik performa tinggi dengan keseimbangan antara tenaga, fleksibilitas, dan keselamatan.
Implementasinya terlihat pada Denza Z9 GT yang sebelumnya ditampilkan di Indonesia sebagai unit display. e3 Platform mengusung konfigurasi tiga motor listrik independen yang mampu mengatur distribusi tenaga dan torsi secara presisi tingkat lanjut. Hasilnya, akselerasi responsif tetap diimbangi kestabilan optimal dalam berbagai kondisi jalan. “Pengembangan e-Platform terus berevolusi dan menjadi landasan bagi berbagai terobosan kendaraan listrik BYD dari waktu ke waktu,” kata Bobby.
Dari sisi struktur, e3 Platform mengadopsi teknologi Cell-to-Body (CTB), di mana baterai terintegrasi langsung dengan struktur bodi kendaraan. Desain ini meningkatkan kekakuan torsional, mendukung presisi kemudi, serta memperkuat perlindungan dalam skenario tabrakan, baik frontal impact maupun side pole impact.
Platform ini juga dilengkapi Independent Rear Wheel Steering yang memungkinkan roda belakang berbelok secara independen. Pada kecepatan rendah, radius putar menjadi lebih kecil sehingga manuver di ruang sempit lebih mudah. Sementara pada kecepatan tinggi, sistem membantu meningkatkan stabilitas saat berpindah jalur.
Seluruh dinamika kendaraan dikendalikan oleh Vehicle Motion Control yang bekerja secara real-time untuk mengoordinasikan distribusi tenaga, pengereman, dan respons kendaraan.
Dari sisi kecerdasan, e3 Platform dibekali 33 sensor berkendara dan dua sensor LiDAR untuk mendukung sistem Intelligent Driving. Fitur seperti Compass Turning untuk parallel parking dan Narrow Road Parking menjadi bagian dari teknologi yang ditawarkan. Pengemudi bahkan dapat mengatur karakter drifting pada motor belakang sesuai preferensi berkendara.
Tak hanya itu, BYD juga menghadirkan e4 Platform yang dirancang untuk menghadirkan extraordinary performance dengan presisi optimal. Platform ini direpresentasikan oleh Yangwang U9, model performa yang juga sempat ditampilkan di Indonesia.
Keunggulan e4 Platform terletak pada konfigurasi empat motor listrik independen atau quad motor, yang memungkinkan kontrol individu pada setiap roda. Pengaturan tenaga dan torsi menjadi sangat presisi, menghasilkan akselerasi ekstrem dengan kendali tetap stabil.
Pada varian Yangwang U9 Xtreme, kemampuan tersebut diklaim mampu mencatatkan kecepatan maksimum hingga 496,22 km/jam. Angka ini menunjukkan kapabilitas platform dalam mengelola tenaga, aerodinamika, dan kestabilan kendaraan pada batas performa sangat tinggi.
Untuk menopang performa tersebut, e4 Platform mengadopsi Next Generation Cell-to-Body yang menurunkan pusat gravitasi secara signifikan. Struktur kendaraan diperkuat high-performance chassis berbahan carbon fiber terintegrasi, dikombinasikan dengan carbon steel dan aluminium guna menjaga keseimbangan bobot dan kekuatan struktural.
“Melalui e3 dan e4 Platform, kami menghadirkan arsitektur kendaraan listrik berlapis untuk kebutuhan yang berbeda, mulai dari keseimbangan performa hingga eksplorasi performa ekstrem,” tutur Luther. (*)